Ads 468x60px

Kapal Perusak

Kapal Perusak (Destroyer)

Kapal perusak atau destroyer merupakan kapal perang yang mampu bergerak cepat serta lincah bermanuver. Fungsi kapal perusak adalah memproteksi armada kapal perang yang berukuran lebih besar seperti kapal induk (carrier) atau capital warship (kapal tempur (battleship) atau kapal penjelajah (cruiser)) dari ancaman serangan peralatan perang yang lebih kecil seperti kapal...

Read More
Historical Battle of Iwo

Historical Battle of Iwo Jima

Pertempuran Iwo Jima terjadi antara 19 Februari - 26 Maret 1945, (dengan kode sandi Operasi Detasemen) adalah pertempuran di mana Amerika Serikat bertujuan merebut Iwo Jima dari Jepang. Invasi AS memiliki misi merebut dua lapangan udara di Iwo Jima. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut. Perang ini disebut sebagai perang tersengit...

Read More
Olimpedit quo minus

Mitsubishi A6M/Zero

Mitsubishi A6M yang terkenal, secara popular disebut dengan julukan “Zero”, adalah pesawat tempur kapal induk pertama di dunia yang mampu mengalahkan pesawat tempur “land-based” sejaman yang dia hadapi. Karena kecerobohan inteligen Sekutu, pesawat ini mampu meraih superioritas udara intermediet diatas Hindia Timur dan Asia Tenggara....

Read More
Itaque earum rerum

TBF Avenger

Grumman TBF Avenger adalah pesawat pembom torpedo yang awalnya dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat dan Korps Marinir , dan pada akhirnya digunakan oleh beberapa angkatan laut dunia. Mengawali karir AS pada tahun 1942, dan memulai debutnya pada Pertempuran Midway . Akibat minimnya pengalaman penerbang pembom torpedo Amerika,...

Read More
Epudiandae sint molestiae

KRI Irian

Kapal jenis ini adalah Kapal Penjelajah konvensional terakhir yang dibuat untuk AL Soviet, 13 kapal diselesaikan sebelum Nikita Khrushchev menghentikan program ini karena kapal jenis ini dianggap kuno dengan munculnya rudal (peluru kendali). Kapal ini adalah versi pengembangan dari Penjelajah Kelas Chapayev. KRI Irian sebenarnya adalah kapal Penjelajah Ordzhonikidze dari armada Baltik AL Soviet...

Read More
Sahut aut reiciendis

Tank Tiger, Masterpiece From world War 2

Tank Tiger adalah salah satu jenis Tank Berat Jerman yang beroperasi pada waktu Perang Dunia ke 2. Nama resmi Tiger adalah PzKpfw VI Ausf. E yang disandangnya sejak Maret 1943. Tank Tiger muncul pertama kali pada tahun 1942 sebagai usaha Jerman untuk mengalahkan Tank Uni Soviet, T 34 yang terkenal dengan mobilitas dan daya serang yang tinggi. Tank Tiger dirancang oleh Henschel dan Sohn dengan berat sekitar 60 ton tiap buahnya. Selama Perang...

Read More
Tampilkan postingan dengan label AGKATAN DARAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGKATAN DARAT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2013

Light Tank M3A3 Stuart dan Keberadaannya

M3/M5 Stuart merupakan tank ringan buatan AS yang banyak digunakan dalam Perang Dunia II. Dengan jumlah total produksi mencapai sekitar 25.000 unit, tank ini digunakan oleh oleh negara-negara Sekutu dan bertempur di semua front Perang Dunia II, mulai dari Eropa Barat, Afrika Utara, Eropa Timur, sampai front Pasifik. Pasukan Inggris menjuluki tank ringan ini Stuart yang diambil dari nama James Ewell Brown “Jeb” Stuart, seorang jenderal pasukan konfederasi dalam Perang Saudara AS.


Tank ringan seberat 14,7 ton ini menggunakan mesin Continental W-670-9A berkekuatan 250 tenaga kuda. Memiliki kecepatan maksimum 58km/jam dan mampu menempuh jarak 120km. Diawaki empat orang dengan persenjataan utama sepucuk meriam M6 kaliber 37mm (174 butir amunisi). Selain itu dipersenjatai pula dengan tiga pucuk senapan mesin Browning M1919A4 kaliber 0.30 (7.500 butir amunisi).

Tank Stuart Milik Sekutu
M3 Stuart merupakan tank buatan AS pertama yang digunakan oleh pasukan Inggris. Pasukan Inggris pertama kali menggunakannya dalam pertempuran di Afrika Utara tahun 1941, sementara pasukan Uni Soviet juga memperoleh sejumlah tank ini melalui program leand lease dan mempergunakannya untuk menahan serangan pasukan Jerman. Pasukan AS sendiri pertama kali menggunakan tank ini dalam pertempuran menghadapi serangan Jepang di Filipina tahun 1942.

Secara keseluruhan, tank ini bisa dikatakan kurang ideal untuk menghadapi tank-tank Jerman. Lapisan baja yang tipis dan meriam 37mm yang tidak ideal lagi menghadapi tank-tank Jerman. Tetapi tank ini mempunyai kecepatan dan kemampuan otomotif yang bagus, sehingga cukup ideal untuk digunakan dalam tugas-tugas pengintaian atau menghadapi kendaraan lapis baja Jerman selain tank. Sementara di front Pasifik tank ini masih mampu menghadapi pasukan Jepang, mengingat persenjataan anti tank Jepang tidak sehebat persenjataan Jepang.


Selain digunakan sebagai tank ringan, M3/M5 juga digunakan sebagai basis untuk beberapa kendaraan tempur lapis baja lainna. Pasukan Inggris misalnya mempunyai APC Stuart Kangaroo, sementara pasukan AS memiliki varian M8 Howitzer Motor Carriage (M3/M5 dengan turret terbuka dan dipersenjatai dengan howitzer laras pendek kaliber 75mm). Selain itu masih ada varian command vehicle dan flame thrower.

Menjelang Perang Dunia II usai, M3/M5 mulai digantikan oleh M24 Chaffee. Walaupun demikian, M3/M5 tetap digunakan hingga Perang Dunia II usai. Setelah Perang Dunia II, tank ini masih banyak digunakan oleh beberapa negara hingga tahun 1960-an dan awal 1970-an (termasuk Indonesia yang memperoleh tank ini dari Belanda sebagai hasil perundingan Konferensi Meja Bundar tahun 1949).

Tank Stuart Milik TNI AD
Beberapa konflik setelah Perang Dunia II yang melibatkan tank ringan antara lain adalah perang saudara Cina, perang kemerdekaan Indonesia, perang India dengan Pakistan tahun 1947, operasi penumpasan pemberontakan di Indonesia pada tahuhn 1950-an, serta perang di Angola.

Pada tahun 1980-an, Brazil sempat memodfikasi sejumlah tank M3 tua mereka. Tank-tank sisa Perang Dunia II tersebut dimofidikasi dengan mesin diesel dan persenjataan meriam kaliber 90mm. Sebanyak sekitar 50 unit tank hasil modifikasi tersebut dikenal dengan nama X1A2 dan digunakan hingga awal tahun 1990-an.

SPESIFIKASI:
•           Jenis : kendaraan tempur
•           Panjang : 4,52 meter
•           Lebar :2,24 meter
•           Tinggi : 2,64 meter
•           Personil : 4 orang
•           Buatan : USA / model M 3A3
•           Kecepatan : 50 km / jam
•           Persenjataan : 1 meriam mitraliur 37 mm, 1 mitraliur 30 coax, 1 mitraliur 30 haluan, 1 mitraliur PSU, 1 mortir asap 11 cm

Rabu, 25 Juli 2012

Panzer VIII Maus, Tank Terbesar dan Terberat dari Jerman


Panzer VIII Maus (atau Panzerkampfwagen VIII Maus) merupakan tank paling berat yang selesai dikerjakan pada tahun 1944. Rancangan dasar Tank ini bernama VK7001 / Porsche Type 205 yang diusulkan oleh Ferdinand Porche kepada Adolf Hitler pada bulan Juni 1942. Pengerjaan tank ini terbilang cepat, prototype pertama dibuat pada tahun 1943. Awalnya tank ini diberi nama Mamut atau Mammoth dalam bahasa Inggris, nama yang pas karena terinspirasi dari gajah jaman prasejarah yang besar dan kuat. Namun akhirnya, nama itu kemudian diubah menjadi Mauschen (mausie) pada Desember 1942, sebelum akhirnya diputuskan menggunakan nama Maus (mouse) pada Februari 1943.

Kedua prototipe (satu dengan menara, satu tanpa menara) menjalani uji coba pada akhir tahun 1944. Tank ini memiliki panjang 10,2 meter (33 kaki 6 in), Lebar 3,71 meter (12 ft 2 in), Tinggi 3,63 meter (11,9 kaki) dan Beratnya yang mencapai 200 ton metrik yang awalnya direncanakan hanya memiliki berat 100 ton.

Untuk persenjataan utama Maus menggunakan Kanon 128mm, dengan senjata bantuan 75mm, dengan ketebalan baja 40-240mm. Maus dioperasikan oleh 6 awak, dan rencananya akan diproduksi hingga 200 unit, namun hingga akhir perang, hanya dua unit yang berhasil dibuat.

untuk berat yang dapat dibawa dalam tangki. Meskipun desain menyerukan kecepatan maksimum 20 kilometer per jam (12 mph), mesin tidak ditemukan yang dapat membangkitkan daya listrik prototipe untuk lebih dari 13 kilometer per jam (8,1 mph) dalam kondisi ideal. Berat juga tidak memungkinkan untuk menyeberang jembatan yang paling; itu dimaksudkan untuk ford atau menenggelamkan dan menggunakan snorkel untuk menyeberangi sungai.

Masalah utama dalam pengembangan Maus adalah menemukan mesin yang cukup kuat untuk menggerakan Tank Maus. Meskipun didesain memiliki kecepatan 20 kilometer per jam, tetapi kenyataannya tak satupun mesin di waktu itu yang mampu mencapai kecepatan diatas 13 km/jam dengan bobot kendaraan hampir 200 ton.

Selain itu pula, dengan berat seperti itu, tidak ada satupun jembatan yang akan mampu menahan bobotnya, karena terlampau berat, sehingga para insinyurnya mencari akal dengan cara membuat snorkel diatas Maus, sehingga Maus bisa berjalan di dasar sungai, dan memiliki kemampuan selam 45 kaki.


Spesifikasi :
Panzerkampfwagen VIII Maus
Pembuat                      : Ferdinand Porche
Tahun Produksi           : 1943
Jumlah dibangun          : 2
Awak                          : 6 Orang
Persenjataan                : Kanon 128mm, kanon bantuan 75mm, 2 machine Gun MG42
Dimensi                       : Panjang 10,1m; Lbr 3,67 ; tinggi 3,66m ; tebal baja 240mm
Berat                           : 188.000 kg (188 ton)
Mesin                          : Daimler-Benz MB 509
Performa                     : Kecepatan Max 13 Km /jam
  dapat menyelam dan berenang dengan ketinggian 45kaki  

Sumber            : automotivedunia.blogspot.com
                          en.wikipedia.org
                          terselubung.blogspot.com
                          faktawow.com                           


Minggu, 15 Juli 2012

Tanket Tipe 95 Ha-Gō, Tank Mini Tentara Kekaisaran Jepang


Tipe 95 Ha-Gō adalah tank ringan yang digunakan oleh Tentara Kekaisaran Jepang dalam operasi-operasi pertempuran selama Perang Sino-Jepang Kedua dan Perang Dunia Kedua. Meskipun sangat lambat untuk sebuah tank ringan, namun cukup teruji dalam menghadapi pasukan infantri lawan dalam kampanye di Manchuria dan Cina, karena Tentara Revolusioner Nasional Cina hanya memiliki sangat sedikit tank atau senjata anti-tank tandingan. Namun begitu, Tipe 95 memiliki lapisan baja atau peralatan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan tank-tank sejenis milik sekutu, dan sudah dianggap usang pada awal Perang Dunia II. Lebih dari 2000 buah Tipe 95 diproduksi.

Sejak awal 1930-an, tentara Jepang telah memulai eksperimen perang mekanis yang meng-kombinasikan infantri dengan tank, namun tank medium Tipe 89 I-Go tidak dapat mengimbangi laju infantri yang dimotorisasi yang dapat bergerak hingga 40 km/jam dengan truk. Untuk memecahkan masalah ini, Biro Teknik Angkatan Darat mengusulkan sebuah tank ringan baru dengan kecepatan 40 km/jam dan mulai dikembangkan pada 1933. Prototipe tank baru tersebut selesai pada 1934 di Sagami Arsenal. Kecepatan dan ketipisan lapisan baja yang dimilikinya sama dengan tank penjelajah milik Inggris atau tank BT milik Soviet. Nama kode untuk tank tersebut adalah "Ha-Gō" (ハ号), disebut demikian karena adalah ”tipe ketiga” dari tank yang dikembangkan.


Pada 1935, sebuah pertemuan diadakan di Biro Teknik Angkatan Darat, Tipe 95 dipresentasikan sebagai sebuah tank tempur utama untuk satuan-satuan infantri mekanis. Infantri meragukan lapisan bajanya tidak cukup tebal untuk mendukung pasukan, namun kavaleri menyatakan bahwa kecepatan dan persenjataan yang diperbaiki meng-kompensasi kekurangan tersebut. Pada akhirnya infantri setuju karena Tipe 95 tetap unggul dari satu-satunya alternatif lain, mobil berlapis baja.

Produksi dimulai pada 1935 oleh Mitsubishi Heavy Industries. Pada 1939, 100 unit dibuat. Mitsubishi akan terus membuat hingga 853 buah di pabriknya, dengan 1250 unit lainnya dibuat oleh Sagami Arsenal, Hitachi Industries, Niigata Tekkoshō, Kobe Seikoshō, dan Kokura Arsenal.


Tipe 95 adalah pengembangan besar tank dan tanket Jepang, namun segera dilibatkan dalam sebuah program intensif memproduksi varian-varian yang lebih maju seperti model Manshū (Tipe M) yang merupakan turunan langsung dari Ha-Gō. Tipe M identik secara teknis namun dikembangkan untuk digunakan di sekolah tank Tentara Kwantung, di Manchukuo dan direncanakan disediakan dalam jumlah yang jauh lebih besar untuk satuan-satuan lapis baja Tentara Kekaisaran Manchukuo serta diproyeksikan diproduksi massal di negara tersebut.

Pengembangan lainnya adalah tank ringan Tipe 98 Ke-Ni yang memasuki produksi pada 1942 dengan 200 buah dibuat. Turunan ini memiliki lapisan baja lebih baik dan membawa persenjataan terdiri dari satu meriam Tipe 100 37 mm dan dua senapan mesin 7,7 mm.

Tipe 95 juga merupakan basis tank amfibi Tipe 2 Ka-Mi yang membuktikan keandalannya dalam kampanye awal Jepang pada Perang Dunia II.

BTR-90, Badak Baja dari Rusia


BTR-90 (GAZ-5923) adalah kendaraan pengangkut lapis baja (APC : armored personil carrier ) berpenggerak roda 8x8 buatan Rusia, APC ini dirancang pada tahun 1993 dan pertama kali tampil di khalayak umum pada tahun 1994. Merupakan varian yang lebih besar dari seri sebelumnya yaitu BTR-80, kendaraan ini dilengkapi dengan bagian atas (turret) dari BMP-2. Pelindung yang lebih baik dari BTR-80 memberikan perlindungan terhadap penetrasi proyektil kaliber 14,5 mm.

BTR-90
Kendaraan ini dilengkapi dengan meriam otomatis 2A42 kaliber 30 mm, senapan mesin kaliber 7,62 mm dan meriam anti tank (ATGM) AT-5 Spandrel juga pelontar granat otomatis AGS-17 kaliber 30 mm. Produksi dalam jumlah terbatas telah digunakan oleh militer Rusia.

Pengembangan kendaraan ini dilakukan di Arzamas Machine Building Plant (AMZ) yang merupakan anak perusahaan dari GAZ Joint Stock Company. Pengembangan dimulai sejak awal tahun 1990an, purwarupa pertama selesai di tahun 1994 dan pada tahun yang sama diperkenalkan ke publik. Kendaraan ini diperuntukan sebagai kendaraan pendukung militer Rusia yang berfungsi sebagai kendaraaan pengangkut personel, kendaraan intai, dan patroli. Varian yang beragam dapat dibuat dengan memakai chassis BTR-90 ini. Kendaraan ini dirancang dengan kemampuan mobilitas yang tinggi di berbagai medan jalan dan pertempuran sekaligus memberikan kepada kru dan penumpangnya. BTR-90 dilengkapi dengan persenjataan yang digunakan pada BMP-2.

Bagian depan dari BTR-90 bentuk lancip sama halnya seperti kendaraan APC LAV-25. Dengan ukuran yang dibuat lebih besar dan tinggi dari pendahulunya BTR-80.

Mesin diesel turbo charger, liquid cooled dan sistem multi-fuel digunakan sebagai mesin BTR-90 dan dapat menghasikan power sebesar 510 bhp. Bagian roda dibuat dengan desain delapan roda dan kemampuan bergerak mundur, lengkap dengan kemampuan pergerakan kecepatan roda yang berbeda pada masing-masing rodanya. Teknologi Duplicated electrical dan compressed air engine start systems juga melengkapi kemampuan kendaraan ini. Setiap roda dilengkapi dengan suspensi independen.

Peralatan komunikasi internal dan eksternal antara lain : satu set radio R-163-50U untuk komunikasi eksternal, penerima radio R-163UP dan interkom R-174 untuk komunikasi internal antar kru kendaraan.

Fitur dan Kemampuan
Pada jalanan rata dan lurus kendaraan ini mampu menembus kecepatan sampai dengan 100 km/jam dan pada kondisi medan berat kecepatan rata-ratanya berkisar pada 50 km/jam.

Kendaraan ini mempunyai kemampuan amfibi dan dapat masuk dan berjalan dalam air tanpa perlu adanya persiapan terlebih dahulu. Penggerak dalam air berupa dua unit propeler jet dengan kecepatan maksimum 9 km/jam. Kendaraan ini dapat diluncurkan dari kapal ampibi dari kedalaman air. Secara keseluruhan BTR-90 mampu diluncurkan dari kendaraan darat seperti dari truk atau kereta api, dari dalam air dan juga udara.

Transmisi hidro mekanis meningkatkan manuver dengan cara memberikan kecepatan yang berbeda pada masing-masing rodanya. Hal ini menjadikan BTR-90 memiliki kemampuan belok rendah dengan radius 6 meter. Ketika berbelok dengan menggunakan roda bagian depannya, kendaraan ini mempunyai radius putar sebesar 14 meter. Rintangan yang dapat ditembus oleh BTR-90 antara lain : parit dengan lebar 2,1 meter, turunan dengan kemiringan 60 %, lereng dengan kemiringan 30 % dan pijakan vertikal 0,8 meter.

Kapasitas isi kendaraan sebesar 12 meter kubik, dan dapat mengangkut beban seberat 7000 kilogram. Sebagai pilihan tambahan sistem pendinginan ruangan (AC) dapat ditambahkan ke dalam sistem kendaraan. Komandan kendaraan dapat mengambil alih kendali peralatan pengamatan dan juga dapat mengambil alih kendali persenjataan. Sistem onboard information control system (OICS) memungkinkan adanya kontrol otomatis pada sistem transmisi, mesin, dan bagian-bagian penting pada kendaraan, sistem ini merupakan yang pertama kalinya terdapat dalam sebuah kendaraan pengangkut lapis baja (APC). Pengontrol tekanan ban terpusat terdapat pada kendaraan ini dan memungkinkan kendaraan untuk tetap bergerak meskipun empat dari delapan rodanya rusak.

Lapisan pelindung
Pelindung lapis baja kendaraan ini terbuat dari pelat baja yang dilas. Pelindung ini memberikan perlindungan terhadap penetrasi proyektil kaliber 14,5 mm pada bagian depan kendaraan. Pelindung bagian samping dapat menahan penetrasi peluru dari senapan mesin kaliber berat dan pecahan peluru meriam.

Pelat pelindung tambahan dapat dipasang sebagai opsi tambahan perlindungan pada kendaraan ini. Perlindungan aktif bagi kendaraan juga dapat digunakan, antara lain pelindung ledakan aktif (explosive reactive). Pelindung aktif ini dapat dipasang pada pelindung kendaraan yang sudah ada sebelumnya. Untuk perlindungan tambahan lainnya yaitu periskop dapat dipasang sebagai pengganti bagian kaca depan kendaraan.

Pelindungan terhadap senjata nuklir, biologi dan kimia (NBC) tersedia untuk dipasang pada kendaraan, pelindung ini dapat melindungi awak dan penumpang dari bahaya radiasi nuklir, debu radioaktif, dan ancaman senjata bakteri dan senjata kimia.

Ban kendaraan dapat menahan ledakan dari ranjau dan proyektil senjata api ringan. Ketika kendaraan mengalami kerusakan dalam air, sistem drainase yang sudah ada akan memopa air yang masuk. Sistem menembak otomatis melengkapi fitur dari kendaraan ini, juga terdapat sitem bom asap yang dapat didetonasi dari jarak jauh. Tiga unit pelontar granat terdapat pada tiap sisi kendaraan.

Persenjataan
Senjata utama kendaraan ini adalah meriam otomatis Shipunov 2A42 kaliber 30 mm dengan kapasitas amunisi yang dapat diangkut dalam kendaraan sebanyak lima ratus butir.

Bentuknya lebih mirip IFV dari pada APC
Senapan mesin PKT 7,62 mm dengan kapasitas 2000 butir peluru dan pelontar granat otomatis AGS-17 kaliber 30 mm merupakan senjata sekunder dari kendaraan ini.

Sistem rudal kendali untuk sasaran lapis baja juga tersedia. Senjata ini terdiri dari empat unit AT-5 Spandrel (Konkurs) yang dipasang pada bagian turret, senjata ini dapat dilepas pasang dan dapat digunakan untuk meluncurkan rudal dari darat.

Semua persenjataan dipasang pada turret dan dipandu oleh sebuah sistem pengontrol tembakan. Sistem kontrol persenjataan ini dapat digunakan baik pada saat kendaraan melaju dan berbagai kondisi cuaca. Bagian turet kendaraan dapat berputar 360 derajat dengan sudut antara -5 sampai dengan +75 derajat. Persenjataan mampu mencapai sasaran sampai dengan jarak 4 km. Helikopter dan benteng dapat dicapai dengan jarak maksimum 2,5 km.

Selain persenjataan yang terdapat pada kendaraan, awak dan penumpang juga dapat memberikan tembakan dukungan atau tembakan perlindungan melalui lubang yang tersedia pada beberapa bagian kendaraan.

Spesifikasi
Berat               : 20,9 ton
Panjang           : 7,64 m
Lebar               : 3,20 m
Tinggi              : 2,98 m
Awak              : 3 (+7 penumpang)           

Senjata
            Meriam otomatis 2A42 kaliber 30 mm (kapasitas 500 butir amunisi)
            Senapan mesin PKT 7,62 mm (kapasitas 2000 butir amunisi),
AT-5 Spandrel ATGM,
satu unit pelontar granat otomatis 30 (kapasitas 400 butir amunisi).
Jenis Mesin      : Mesin diesel turbocharged 510 hp (380 kW)
Suspensi          : Independen pada semua roda (8x8)
Daya jelajah    : 800 km
Kecepatan       : 100 km/jam,
  9 km/jam dalam air

Sumber : Wikipedia.org

Jumat, 13 Juli 2012

Rhino Heavy Armoured Car


Rhino Heavy Armoured Car adalah mobil lapis baja yang dirancang di Australia selama Perang Dunia Kedua. Karena penyerangan musuh dan masalah desain proyek tidak pernah melampaui tahap prototipe.

Saat pecahnya Perang Dunia II Inggris tidak dapat memenuhi kebutuhan Negara Persemakmuran untuk kendaraan tempur lapis baja. Ini menyebabkan banyak Negara Persemakmuran untuk mengembangkan AFV (Armoured Fighting Vehicles) mereka sendiri.

Pada tahun 1941 sebuah spesifikasi untuk mobil lapis baja berat dikeluarkan kepada Direktorat Australia Armoured Fighting Vehicles. Hulls prototipe Dua menara dibangun dan diuji pada chassis yang sama 1942. Kendaraan itu menderita berat badan yang berlebihan dan pada 1943 proyek itu dibatalkan.

Kendaraan itu memanfaatkan Chassis Canadian Military Pattern truck (CMP) dan menggunakan mesin 8446 yang diproduksi oleh General Motors Kanada , chassis yang sama juga digunakan oleh Kanada untuk Menciptakan “Fox” Armoured Car. Untuk baja yang digunakan pada tubuh kendaraan menggunakan lapis baja dari plate anti peluru australia (ABP-3) dengan ketebalan 30 mm untuk depan dan 11 mm untuk bagian samping dan belakang. Kendaraan ini dilengkapi dengan menara dengan perlindungan ketebalan baja 30 mm serupa dengan desain tank crusader . Persenjataan terdiri dari QF 2 pounder Mk IX gun dan coaxial .303-inch Vickers machine gun.



Spesifikasi :
Berat               : 8,5 ton
Panjangnya      : 4,6 m
Lebar               : 2,3 m
Tinggi              : 2,6 m
Awak kapal     : 4 (komandan, pengemudi, penembak, dan pengisi peluru/ radio perator)

Sumber : Wikipedia.org dan penerjemahan

Tanket Tipe 94, Tank Mini dari Negeri sakura


Tanket Tipe 94 Te-Ke adalah tanket (1) yang digunakan oleh Tentara Kekaisaran Jepang dalam Perang Sino-Jepang Kedua dan Perang Dunia II. Meskipun didesain sebagai sebuah traktor amunisi, tanket ini digunakan juga untuk pengintaian dan dukungan infantri. Tipe 94 terbukti efektif di Manchuria dan Tiongkok karena Tentara Revolusioner Nasional Republik Cina hanya memiliki sangat sedikit tank atau senjata anti-tank, meskipun lapisan baja tanket ini dapat ditembus oleh senapan standar.

Setelah Perang Dunia I, banyak negara Eropa berupaya memekanisasi tentara mereka. Mengetahui kecenderungan ini, Tentara Kekaisaran Jepang juga bereksperimen dengan berbagai macam mobil lapis baja namun dengan sedikit keberhasilan. Mobil-mobil lapis baja dengan roda tanpa rantai tidak cocok untuk kebanyakan operasi di Manchukuo karena kondisi jalan yang jelek dan iklim musim dingin yang tidak bersahabat.

Sejak awal 1920-an, Tentara Kekaisaran Jepang mengujicoba berbagai macam tank ringan Eropa, termasuk enam Carden-Loyd Mark VIb pembawa senapan mesin dan beberapa Renault FT-17. Keputusan dicapai pada 1929 untuk memulai pengembangan domestik sebuah kendaraan baru yang berbasis pada desain Carden Loyd untuk mengatasi kelemahan mobil lapis baja dengan roda tanpa rantai.

Usaha awal menghasilkan Tipe 92 Jyu-Sokosha untuk digunakan oleh kavaleri, namun komandan-komandan infantri Jepang merasa bahwa kendaraan yang sama akan berguna sebagai pendukung untuk legiatan pengangkutan, mata-mata, dan komunikasi antara divisi-divisi infantri, dan dapat digunakan sebagai semacam “kompi mengambang” untuk menyediakan daya tembak tambahan dan dukungan dekat dalam operasi-operasi infantri.

Tugas pengembangan diberikan kepada Industri Gas dan Listrik (kemudian dikenal sebagai Hino Motors) pada 1933, dan sebuah model eksperimental selesai pada 1934. Model ini berupa kendaraan ringan dengan roda berantai, dan turet bersenjarakan satu senapan mesin. Untuk transportasi kargo, kendaraan ini menarik sebuah trailer amunisi. Nama yang diberikan adalah Tokushu Keninsha ("Traktor Istimewa"), disingkat “TK”. Setelah percobaan-percobaan di Manchukuo dan Jepang, desainnya kemudian distandarisasi sebeagai tanket Tipe 94, yang kemudian digantikan dengan tanket Tipe 97 Te-Ke.

Catatan :
  1. Tanket adalah sejenis kendaraan tempur lapis baja dengan roda berantai dan persenjataan ringan menyerupai tank tetapi seukuran sebuah mobil, utamanya digunakan sebagai dukungan satuan infantri kecil atau tugas-tugas pengintaian. Secara bahasa tanket dapat diartikan sebagai "tank kecil"
Spesifikasi:
Berat                : 3,4 ton
Panjang            : 3,0 meter
Lebar               : 1,6 meter
Tinggi               : 1,6 meter
Awak               : 2 (komandan, pengemudi)
Baja                 : 12 mm
Senjata             : senapan mesin Tipe 91 6,5 mm
Jenis Mesin       : Mitsubishi berpendingin udara 4-silinder bensin 32 hp (24 kW)
Daya kuda/ton  : 9 hp/ton
Suspensi           : 2-wheel bogie
Daya jelajah     : 200 kilometer
Kecepatan       : 40 km/jam

Sumber : Wikipedia.org

XM1219, Armored Robotic Vehicle


XM1219 adalah kendaraan tempur darat tanpa awak berdasarkan MULE (Multifunctional Utility/Logistics and Equipment vehicle) Platform. Kendaraan ARV-AL MULE (XM1219) terintegrasi dengan senjata anti tank dan anti-personil dan memiliki fungsi untuk pengintaian, pengawasan, dan akuisisi target (RSTA) menggunakan sistem kendali jarak jauh yang dioperasikan oleh tentara yang menggunakan kendali  terkait. Proyek ARV ( armored robotic vehicle) dibatalkan pada bulan Juli 2011 atas keprihatinan mobilitas.

Platform MULE dikendalikan oleh kontroler Xbox 360 dimodifikasi untuk kemudahan pelatihan menggunakan kontroler konsol. Varian dari kendaraan ini hanya Assault Light (ARV-A-L).

Spesifikasi:
Berat                    : 2,5 ton
persenjataan         : Line-of-sight pistol
                              Anti tangki senjata
Mesin                   : 6x6 di hub-motor listrik
      Diesel-listrik
System                 : Robot / perintah kontrol

Sabtu, 07 Juli 2012

Tank T-64


T-64 adalah salah satu generasi tank tempur utama yang didesain oleh Uni Soviet, pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1960an. Tank ini hanya digunakan oleh Angkatan Bersenjata Uni Soviet di divisi garis depan dan tank ini lebih canggih dari T-72 yang lebih terkenal. Walaupun T-72 dipakai lebih luas dan secara umum lebih dikembangkan, T-64 menjadi dasar pengembangan dari tank tempur utama Soviet berikutnya, seperti T-80.

T-64 dibuat di Kharkov (Kharkiv, Ukraina) sebagai generasi terbaru untuk tank tempur utama oleh Alexander A. Morozov, pencipta T-54 (yang nantinya akan di naikkan kelasnya oleh Leonid N. Kartsev, lewat biro Nizhny Tagil dalam model T-54A, T-54B, T-55, dan T-55A).

Fitur yang paling revolusioner yang dimasukkan dalam T-64 ialah sistem pengisian otomatis meriam 125 mm yang menjadi senjata andalan T-64, memungkinkan posisi kru pengisi amunisi untuk dihilangkan, dan membantu mempertahankan ukuran tank tersebut tetap kecil. Para pasukan tank biasanya bergurau kalau para designer tank telah menyamai himne tidak resmi mereka, "Three Tankers" - lagu yang ditulis untuk menghargai para kru tank yang berpartisipasi dalam Pertempuran Khalkhin Gol, di dalam tank kavaleri BT yang berkapasitas 3 orang pada tahun 1939[2]

T-64 juga memelopori teknologi tank tempur utama Soviet lainya: model T-64A tahun 1967 menggunakan meriam smoothbore kaliber 125 mm, dan T-64B tahun 1976 bisa menembakkan peluru kendali anti tank melalui laras meriamnya.

Rancangan T-64 kemudian dikembangkan lebih jauh sebagai tank tempur utama T-80 yang menggunakan mesin turbin gas. Kubah dari T-64B nantinya akan digunakan oleh T-80U dan T-80UD (versi lanjut T-80), dan versi mesin diselnya yang lebih maju akan digunakan sebagai penggerak T-80UD dan T-84 yang dibuat oleh Ukraina.

T-64 hanya digunakan oleh pasukan Uni Soviet dan tidak pernah diekspor, tidak seperti T-54/55. Lebih superior dari T-55 apabila dibandingkan menggunakan sebagian besar indikator dan pengukur kualitatif, sampai diperkenalkanya T-72B pada tahun 1985. Tank ini digunakan melengkapi formasi elit dan reguler di Eropa Timur dan tempat lainya. T-64A model pertama ditempatkan bersama grup pasukan Uni Soviet di Jerman Timur tahun 1976, dan beberapa waktu kemudian di Hungaria. Meskipun dipercaya bahwa T-64 hanya disimpan untuk satuan tank elit, namun T-64 juga dipakai oleh "formasi nonaktif" yang jauh lebih rendah, contohnya di Pasukan Ke 14 Distrik Militer Odessa
Dengan pecahnya Uni Soviet tahun 1991, tank-tank T-64 tetap tersimpan sebagai arsenal republik konstituen dari tank tersebut. Saat ini, hampir 2000 unit inventori T-64 digunakan oleh militer Ukraina, dan sekitar 4000 buah tetap digunakan oleh Angkatan Darat Rusia.

Sejarah Pengembangan

Klasifikasi awal
Melihat bahwa T-55/T-62 sudah mencapai potensi maksimumnya untuk peningkatan-peningkatan lebih lanjut, Soviet memulai proyek pengembangan rancangan tank yang benar-benar baru yang bisa mengalahkan Tank Inggris atau tank Barat lainya dan bisa bertahan menghadapi senjata anti-tank Barat yang terbaru.

Penelitian untuk rancangan tank tempur baru dimulai pada 1951. Tim KB-60M dibentuk di biro konstruksi Kharkov di Pabrik No.75 untuk pembangunan mesin transportasi dinamai Malyshev (bahasa Rusia: конструкторское бюро Харьковского завода транспортного машиностроения №75 им. Малышева) oleh insinyur-insinyur yang kembali dari Nizhny Tagill, dengan A.A Morozov sebagai pemimpinya. Proyek yang dinamai Obyekt 430 menghasilkan 3 purwarupa yang diujicoba di Kubinka pada tahun 1958. [4]Kendaraan-kendaraan tersebut menunjukan karakteristik yang akan mengubah rancangan tank tempur di sisi Tirai Besi secara radikal. Untuk pertama kalinya, sebuah mesin piston oposan yang sangat kompleks digunakan: 4TD, dirancang oleh tim desain mesin pabrik tersebut. Sistem transimisinya merupakan dua gir lateral di tiap sisi mesin. Dua inovasi tersebut menghasilkan sebuah kamar mesin yang sangat pendek dengan pembukaan yang berlokasi dibawah turret. Volume kamar mesinnya sendiri nyaris setengah dari T-54. Sistem pendinginnya diambil dan sebuah suspensi yang berbobot ringan dipasang, menggunakan roda logam kosong dengan diameter kecil dan rantai caterpillar dengan sendi-sendi karet.

Tank ini akan tetap menggunakan sebuah meriam D-10TS 100mm dan zirah pelindung depan setebal 120mm. Karena tidak memperlihatkan superioritas yang nyata atas karakteristik tempur bila dibandingkan dengan T-55 yang telah memasuki masa bakti aktif, Morozov memutuskan bahwa produksi belumlah siap dilakukan karena kemunduran proyeknya ini. Tetapi, penelitian yang dilakukan pada obyekt 430U, menggunakan meriam 122mm dan zirah pelindung 160mm, memperlihatkan bahwa tank tersebut memiliki potensi untuk menyamai dengan kemampuan tembak dan zirah pelindung sasis tank berat maupun sedang. Proyek baru setelah itu pun dimulai, obyekt 432.

Proyek 432
Meriam yang dipasangkan di tank baru ini ialah meriam 115mm D-68 yang mematikan (2A21). Ini adalah keputusan yang mempunyai potensi beresiko untuk menggantikan pengisian amunisi oleh manusia dengan sistem otomatis hidro-elektrik, tidak pernah digunakan oleh tank manapun sebelumnya. Kru didalamnya dikurangi menjadi tiga, yang memungkinkan pengurangan yang signifikan untuk volume internal, dan akibatnya untuk berat, dari 36 ton (obyekt 430) ke 30.5 ton saja. Tingginya turun hingga 76mm.

Tetapi, dengan adanya meriam L7 105 mm milik Inggris dan varian M-68 milik Amerika Serikat, dicangkokan ke Tank Centurion dan M60 Patton, memaksa tim pengembang untuk mengambil langkah berani selanjutnya, dengan mengadopsi zirah komposit. Proses yang baru saja dibuat dijuluki "K combination" oleh pasukan Barat: proteksi ini terdiri dari lapisan logam almunium disisipkan di antara dua lapisan baja dengan kekerasan tinggi. Akibatnya, berat dari purwarupa ini kembali naik lagi ke 34 ton. Tetapi karena mesin ini sekarang ialah 5TDF (dirancang oleh elemen lokal) berkekuatan 700 tenaga kuda (515 kilowatt), kelincahanya tetap mengagumkan, amat jauh lebih baik daripada T-62 yang sudah aktif terlebih dahulu. Obyekt 432 sudah siap pada September 1962 dan produksinya dimulai Oktober1963 di pabrik Kharkov. Pada 30 Desember 1966, purwarupa ini memasuki masa bakti sebagai T-64.

T-64A
Bahkan setelah T-64 sudah memasuki jalur assembly, tim perancang sudah bekerja untuk versi terbaru yang akan memungkinkan daya tembak tank ini diatas rata-rata, dinamakan dengan obyekt 434. Meriam D-81T 125mm yang baru dan mematikan, dari pabrik senjata Perm, dipasang di tank ini. Meriam ini sebenarnya hanyalah versi lebih besar dari meriam smoothbore 115mm milik T-62. Ukuran 125mm yang lebih besar berarti lebih sedikit yang bisa dibawa di dalam T-64, dan dengan kru pengisi amunisi menghabiskan sisa ruangan juga, tank ini hanya memiliki kapasitas 25 butir peluru saja. Ini terlalu rendah untuk bisa diterima para perancang Soviet, tetapi parameter dimensi yang ketat menghadang mereka untuk memperbesar ruang interior. Solusinya ialah dengan mengganti pengisi amunisi manusia dengan pengisi mekanis, memotong kru menjadi 3 dan menandai penggunaan autoloader pertama di MBT Soviet.(Perrett 1987:42) Autoloader 6ETs10 memiliki 28 butir peluru dan bisa menembakan 8 tembakan per menit; penyeimbangnya, sebuah 2E23, dipasang ke penjejak baru TPD-2-1 (1G15-1). Berkendara malam juga diadaptasikan dengan periskop baru TPN-1-43A yang akan diuntungkan dari iluminasi proyektor L2G yang kuat, dipasang di sisi kiri meriam. Pelindungnya ditingkatkan, dengan fiberglas menggantikan logam almunium di zirah, dan pelat yang dilengkapi per dipasang di pelindung lumpur (dikenal sebagai rok Gill), untuk melindungi suspensi atas dan samping. Tetapi rok tersebut sangatlah ringkih dan sering dilepas. Ruang penyimpanan kecil dibuat di dalam kubah meriam, dengan ruangan di kanan dan tiga kotak di kiri depan. Snorkel dipasang di sisi belakang kubah meriam. sebuah sistem proteksi nubika dipasang dan lubang palka diperlebar.

Puerwarupa di uji coba pada 1966 dan 1967 dan setelah produksi dimulai setelah T-64 ke 600, tank ini memasuki masa pakai di Angkatan Darat Soviet atas nama T-64A. Insinyur kepala Alexander Morozov di hadiahi Lencana Lenin atas kesuksesan model ini.

Dirancang untuk pasukan elit, T-64A diperbaharui dari waktu ke waktu karena perlengkapan yang ada meningkat kualitasnya. Setelah hanya tiga tahun mengabdi, modernisasi pertama berlangsung, yaitu mengenai :
fire control, dengan mengganti penjejak TPD-2-49 dengan coincidence rangefinder optik dan penglihatan malam TPN-1-49-23, dan penyeimbang dengan memasang sistem 2E26.

pengliatan malam TBN-4PA untuk pengemudi dan TNP-165A untuk komandan tank. Pos tempur komandan sendiri diubah dengan memasang sebuah kubah penyeimbang dengan senapan mesin anti-serangan udara NSVT 12.7x108 mm, dipandu secara elektrik melalui alat bantu penglihatan PZU-5, dan diisi 300 butir amunisi. Bisa digunakan dari dalam tank sehingga komandan tank bisa menghindari terekspos diluar tank (seperti tank-tank sebelumnya). Kemungkinan memasang sistem anti ranjau KMT-6 juga dipasang.

Versi yang berkaitan muncul disaat yang sama, dirancang untuk perwira komandan, dan dinamai T-64AK. Memiliki sebuah radio R-130M dengan antena teleskopik sepanjang 10m yang bisa digunakan hanya pada keadaan tank diam karena mensyaratkan kaki-kaki untuk dipasang, sebuah lingkaran pengarah artileri PAB-2AM dan stasiun navigasi TNA-3, semua ini bisa disuplai energinya oleh generator bensin pembantu.

Tahun 1976, sistem persenjataanya ditingkatkan dengan memasang sebuah DT-81TM (2A46-1), distabilkan oleh sebuah 2E28M2, di suplai oleh sebuah 6ETs10M otomatis. Penglihatan malam diganti dengan sebuah TNPA-65 dan mesinya bisa menerima berbagai jenis bahan bakar, termasuk disel, kerosin atau bensin. Produksinya, dipakai pertamakali oleh varian B, berhenti pada tahun 1980.

Tetapi mayoritas T-64A masih dimodernisasi setelah 1981, dengan memasang sebuah pelontar granat asap berlaras enam dengan kaliber 81 mm 902A di kedua sisi meriam, dan dengan mengganti pelat gill dengan rok karet untuk masa pakai lebih lama. Beberapa darinya terlihat dipasang setelah 1985 dengan balok reaktif (sebagai T-64BV), atau dengan telemeter laser TPD-K1 bukan dengan rangefinder optik TPD-2-49 (1981). Nyaris semua T-64 tersebut di modernisasi menjadi T-64R, antara 1977 dan 1981, dengan mereorganisasi penyimpanan dan snorkel eksternal, mirip seperti T-64A.

T-64B
Tim perancang telah melaksanakan pekerjaanya untuk versi-versi terbaru. Masalah dengan setup mesin 5TDF terjadi karena kapasitas produksi lokal terbukti kurang memadai dibandingkan dengan produksi yang dibuat di tiga pabrik (Malyshev di Kharkov, Kirov di Leningrad dan Uralvagonzavod).

Dari tahun 1961, dan alternatif dari obyek 432 yang telah dipelajari, dengan menggunakan 12 V-silinder mesin V-45 : obyek 436. Tiga purwarupa di uji coba tahun 1966 di pabrik Chelyabinsk. Perintah untuk mengembangkan model yang dibuat dari 434 dengan mesin yang sama menghasilkan obyek 438, nantinya dinamai obyek 439. Empat tank tipe ini dibangun dan diujicoba pada tahun 1969, yang menunjukkan kelincahan yang sama dengan versi produksi, tetapi produksi masa belumlah dimulai. Purwarupa ini nantinya berguna sebagai dasar rancangan kamar mesin T-72.

Di awal tahun 70-an, tim perancang berusaha meningkatkan kemampuan tank ini lebih jauh lagi. Penelitian T-64A-2M pada tahun 1973, dengan mesinya yang lebih kuat dan kubah meriam nya yang di perkuat, berguna sebagai dasar untuk dua proyek :
-          Obyekt 476 dengan mesin 6TD berkekuatan 1000hp (735Kw) yang nantinya menjadi ruangan tempur T-80
-          Obyekt 447 yang menggunakan pengontrol tembakan baru dengan telemeter laser, dan bisa menembakan peluru kendali lewat laras meriam.

Untuk yang terakhir disebut, perintah diturunkan untuk memulai produksinya atas nama T-64B, juga sebuah versi turunan (yang memiliki 95% komponen yang sama), obyekt 437, tanpa sistem pemandu rudal karena alasan biaya. Tang terakhir disebut hampir dua kali lipat lebih banyak diproduksi dengan designasi T064B1. Pada 3 September, 1976, T-64B dan T-64B1 dinyatakan lulus untuk digunakan, menggunakan meriam D-81T yang ditingkatkan (2A46-2) dengan penyeimbang 2E26M, sebuah loader 6ETs40 dan sebuah pengontrol tembakan 1A33, termasuk:
-          Sebuah kalkulator balistik 1V517
-          Sebuah peneropong telemeter laser 1G21
-          Sebuah sensor angin bersilang 1B11
kapasitas menyelamnya ialah 1.8 m tanpa perlengkapan tambahan. T-64B memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal berpemandu radio 9M112 "Kobra" (kode Nato "AT-8 Songster"). Kendaraan ini membawa 8 rudal dan 28 peluru. Sistem pengendali misilnya di pasang di depan kubah pengendali di depan komandan tank dan memiliki banyak perubahan. T-64B1 hanya membawa 37 peluru meriam dan memiliki 2000 butir peluru 7.62 mm, dan 1,250 untuk T-64B.

Tank-tank ini dimodernisasi tahun 1981 mengganti meriam dengan sebuah 2A46M1, penyeimbangnya dengan 2E42, dan memasukan sebuah pelontar granat asap 902A "Tucha-1" di dua grup berisi empat pelontar, di kedua sisi meriam. Dua versi komandan dibuat, amat mirip dengan T-64AK: T-64BK dan T-64B1K.

Keputusan di Oktober 1979, untuk memulai produksi mesin 6TD, dan kesamaanya dengan 5TDF, memungkinkan untuk memasukanya ke versi B dan B1 setelah beberapa penelitian dilakukan, tapi juga masuk ke versi A dan AK, menghasilkan model T-64AM, T-64AKM, T-64BM dan T-64BAM, memasuki masa bakti pada tahun 1983. Produksinya berakhir pada tahun 1987 untuk semua versi. Total produksi sudah mencapai nyaris 13,000 unit.

Spesifikasi :
Berat               : 38 ton
Panjang           : 9.225 m
Lebar               : 3.415 m
Tinggi              : 2.172 m
Awak              : 3

Persenjataan :
Senjata utama              : D-81T smoothbore kaliber 125 mm
Senjata pelengkap       : Senapan mesin PKMT kaliber 7.62 mm coaxial, senapan mesin berat NSV            kaliber 12.7 mm
Jenis Mesin                  : 5DTF diesel 5 silinder 700 hp
Daya kuda/ton             : 18.4 hp/ton
Suspensi                      : Torsion bar
Daya jelajah                : 500 km, 700 km dengan tangki eksternal
Kecepatan                   : 60.5 km/jam

Sumber : wikipedia.org

Tank Leopard 2


Leopard 2 adalah tank tempur utama (main battle tank, MBT) Jerman yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei pada awal 1970-an dan mulai digunakan pada 1979. Leopard 2 menggantikan Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman (West German Army). Beragam versi telah digunakan oleh Angkatan Darat Jerman dan di 12 negara Eropa lainnya, beberapa dari luar Eropa. Lebih dari 3,480 Leopard 2 telah diproduksi. Leopard 2 pertama kali digunakan Angkatan Darat Jerman pada Perang Kosovo serta pasukan Kanada dan Denmark yang tergabung dalam ISAF di medan tempur Afghanistan.

Ada dua pengembangan utama pada tank ini, dari model pertama hingga Leopard 2A4 yang memiliki kubah tembak vertikal berlapis baja dan model yang lebih maju Leopard 2A5 serta versi yang lebih baru lagi, yang memiliki kubah tembak menyudut seperti anak panah dengan appliqué armour serta beberapa pengembangan lainnya. Seluruh model dilengkapi dengan sistem pengontrol penembakan digital dan rangefinder Laser, meriam utama 120 mm dengan kestabilan tinggi, senapan mesin koaksial, serta perlengkapan untuk melihat dan membidik dalam kegelapan night vision yang lebih maju (Leopard adalah kendaraan tempur pertama yang menggunakan alat pembidik low-light level TV system atau LLLTV; sementara thermal imaging baru diperkenalkan setelah itu). Tank ini memiliki kemampuan untuk bertempur menghadapi sasaran bergerak walaupun melewati medan yang sangat sulit dan tidak rata. Varian yang aktif antara lain 2A4, 2A5, 2A6, dan 2A7 (paling baru). Banyak Leopard 2 yang diupgrade untuk memperpanjang masa tugasnya dan memperkuat persenjataanya, umumnya ke varian 2A5 dan 2A6.

Meski Leopard 1 mulai digunakan pada 1965, versi yang persenjataannya diperberat yakni meriam Rheinmetall L44 120 mm memang dipertimbangkan untuk menyaingi disain tank Uni Soviet, namun kemudian dibatalkan setelah ada proyek bersama dengan Amerika Serikat yakni "super-tank" MBT-70. Tank MBT-70 memang merupakan disain yang revolusioner, tetapi mengingat biayanya yang sangat mahal, Jerman mengundurkan diri dari proyek ini pada 1969.

Program nasional mulai dijalankan pada 1970 oleh Krauss-Maffei. Setahun kemudian diputuskan bahwa model tank yang akan dibuat harus didasarkan pada model sebelumnya Experimentalentwicklung (kemudian disebut sebagai proyek Keiler) dari tahun-tahun enampuluhan (yang sebenarnya diambil dari apa yang disebut sebagai vergoldeter Leopard atau "Leopard yang disepuh emas"), bukannya modifikasi dari MBT-70 atau Eber. Disain baru yang dibuat pada 1971 itu disebut sebagai "Leopard 2" mengingat Leopard yang asli kemudian disebut sebagai Leopard 1. Sebanyak 17 prototip dipesan pada tahun itu (meski hanya 16 yang akhirnya jadi. Kendaraan itu harus seberat limapuluh metrik ton.

Pada 11 December 1974 pemerintah Jerman dan Amerika Serikat menandatangani sebuah Memorandum of Understanding tentang kemungkinan dilaksanakannya kerjasama produksi MBT baru setelah Amerika Serikat membeli dan melakukan penelitian terhadap prototip lambung nomer 7 pada 1973. Dengan melihat pengalaman perang Yom Kippur memang diperlukan sebuah lapisan pelindung baja yang kualitasnya lebih baik pada prototip-prototip ini, yakni dengan menggunakan lapisan baja yang sangat miring. Kelas kendaraan ini meningkat menjadi enapuluh ton. Prototip Kubah Nomer 14 diubah bentuknya menjadi lebih gemuk untuk mencoba konfigurasi lapisan baja yang lebih baru,sebagai akibat digunakannya lapisan pelindung baja berperforasi yang vertikal. Kubahnya menjadi lebih luas daripada kubah Leopard 1 karena adanya ruang penyimpanan amunisi yang lebih besar di bagian belakang. Leopard 2 sudah menggunakan lapisan baja pelindung berperforasi perforated armour, dan bukan Chobham armourseperti yang pernah diklaim sebelumnya. PT-14 menggunakan meriam 120 mm Rheinmetall yang dipakai juga oleh tank Amerika Serikat M1 Abrams. Kemudian dipesan juga dua prototip lambung baru dan tiga tipe kubah, satu kubah (PT-20) dilengkapi meriam 105 mm dengan sistem kontrol penembakan fire control system Hughes, PT-19 dengan sistem kontrol penembakan yang sama, tetapi bisa ditukar dengan meriam Rheinmetall 120 mm (yang memang diganti oleh pihak Amerika Serikat), dan satu lagi (PT-21) dengan sistem kontrol penembakan buatan Hughes-Krupp, Atlas Elektronik EMES 13, yang mengendalikan meriam 120 mm.



Spesifikasi
Berat               : 62,3 ton
Panjang           : 997 m (39,300 in) (total)
Lebar               : 375 m (14,800 in)
Tinggi              : 30 m (1,200 in)
Awak              : 4

Persenjataan
Utama                         : 1 x 120 mm Rheinmetall L55 smoothbore gun. 42 rounds
Senjata pelengkap       : 2 x 7.62 mm MG3A1 4,750 rounds
Jenis Mesin                  : MTU MB 873 Ka-501 liquid-cooled V-12 Twin-turbo mesin diesel
  1.500 PS (1,479 hp, 1,103 kW) pada 2600 rpm
Ton Templat                : Convert/PS/t
Transmisi                     : Renk HSWL 354
Suspensi                      : Torsion-bar suspension
Kapasitas tangki          : 1.200 liter
Daya jelajah                 : 550 km (340 mil) (bahan bakar internal)
Kecepatan                   : 72 km/j (45 mph)

Sumber : Wikipedia.org

Jumat, 06 Juli 2012

Oshkosh M-ATV, Si Pengganti Humvee


Oshkosh M-ATV adalah kendaraan pelindung serangan ranjau MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) yang dikembangkan oleh Perusahaan Oshkosh dari Oshkosh, Wisconsin . Kendaraan dirancang untuk memberikan tingkat perlindungan yang sama sebagai MRAP sebelumnya tetapi lebih besar dan lebih berat Namun dengan mobilitas ditingkatkan dan memang ditujukan untuk menggantikan M1114 HMMWVs .

M-ATV memanfaatkan chassis MTVR  dan suspensi TAK-4 dengan merancang  lambung lapis baja seperti plasan yang dikembangkan untuk Northrop Grumman / Oshkosh JLTV. Bentuk V pada lambung Plasan  lapis baja menawarkan perlindungan bagi penumpang dari serangan IED sedangkan penggunaan run-flat ban memungkinkan M-ATV melakukan perjalanan setidaknya 30 mil pada 30 mph bahkan jika dua ban kehilangan tekanan. Atap Turret M-ATV mampu dipasang senjata seperti senapan mesin M240 , sebuah Mk 19 peluncur granat , sebuah senapan mesin kaliber 50 , atau BGM-71 TOW anti-tank. Senjata turret dapat dioperasikan baik dari menara oleh orang atau jarak jauh di dalam kabin dengan Crows sistem senjata jarak jauh. M-ATV juga dilengkapi sistem keamanan kendaraan modern seperti kontrol traksi dan rem anti-lock. Terdapat juga perangkat modern yang menambah kenyamanan seperti HVAC sistem dan saluran listrik untuk pengisian perangkat elektronik portabel.

Awalnya salah satu dari lima kandidat akan dipilih untuk program M-ATV (MRAP All Terrain Vehicle), Oshkosh M-ATV dipilih pada tanggal 30 Juni 2009 untuk menjadi pemenang. Perusahaan Oshkosh  menerima pesanan awal untuk 2.244 kendaraan di kontrak senilai US $ 1.06B.

Menurut Amerika Serikat Korps Marinir program officer untuk MRAP, Brigadir Jenderal Michael Brogan, Oshkosh M-ATV dipilih karena memiliki survivabilitas terbaik dan Oshkosh memiliki kemampuan terbaik dalam bidang teknis dan manufaktur dari semua pesaing. Tawaran Oshkosh juga yang termurah kedua. Kendaraan pertama tiba di Afghanistan pada Oktober 2009 dan semua harus sampai pada bulan Maret 2010. Pemesanan tambahan untuk unit M-ATV mencapai  8.108 per September 2010. Sekarang M-ATV  merupakan kendaraan darat utama yang digunakan oleh pasukan AS di Afghanistan.

Spesifikasi :
Berat Kotor    : 14.700 kg
Panjang           : 6270 mm
Lebar              : 2.490 mm     
Tinggi              : 2.700 mm
Kru                 : 4+1 penembak
Lapisan            : Plasan Komposit
Persenjataan    : 1 × 7,62 mm (0,308 in) M240 senapan mesin  
                          1 × 40 mm Mk 19 peluncur granat
                          1 × .50 in (12,7 mm) M2 Browning senapan mesin berat
Mesin              : 7,2 liter inline-6 ​​Caterpillar C7 turbodiesel 370 bhp; £ 925-ft
Kecepatan       : 105 km/jam

Sumber : wikipedia.org dan sedikit penyesuaian