Ads 468x60px

Kapal Perusak

Kapal Perusak (Destroyer)

Kapal perusak atau destroyer merupakan kapal perang yang mampu bergerak cepat serta lincah bermanuver. Fungsi kapal perusak adalah memproteksi armada kapal perang yang berukuran lebih besar seperti kapal induk (carrier) atau capital warship (kapal tempur (battleship) atau kapal penjelajah (cruiser)) dari ancaman serangan peralatan perang yang lebih kecil seperti kapal...

Read More
Historical Battle of Iwo

Historical Battle of Iwo Jima

Pertempuran Iwo Jima terjadi antara 19 Februari - 26 Maret 1945, (dengan kode sandi Operasi Detasemen) adalah pertempuran di mana Amerika Serikat bertujuan merebut Iwo Jima dari Jepang. Invasi AS memiliki misi merebut dua lapangan udara di Iwo Jima. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut. Perang ini disebut sebagai perang tersengit...

Read More
Olimpedit quo minus

Mitsubishi A6M/Zero

Mitsubishi A6M yang terkenal, secara popular disebut dengan julukan “Zero”, adalah pesawat tempur kapal induk pertama di dunia yang mampu mengalahkan pesawat tempur “land-based” sejaman yang dia hadapi. Karena kecerobohan inteligen Sekutu, pesawat ini mampu meraih superioritas udara intermediet diatas Hindia Timur dan Asia Tenggara....

Read More
Itaque earum rerum

TBF Avenger

Grumman TBF Avenger adalah pesawat pembom torpedo yang awalnya dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat dan Korps Marinir , dan pada akhirnya digunakan oleh beberapa angkatan laut dunia. Mengawali karir AS pada tahun 1942, dan memulai debutnya pada Pertempuran Midway . Akibat minimnya pengalaman penerbang pembom torpedo Amerika,...

Read More
Epudiandae sint molestiae

KRI Irian

Kapal jenis ini adalah Kapal Penjelajah konvensional terakhir yang dibuat untuk AL Soviet, 13 kapal diselesaikan sebelum Nikita Khrushchev menghentikan program ini karena kapal jenis ini dianggap kuno dengan munculnya rudal (peluru kendali). Kapal ini adalah versi pengembangan dari Penjelajah Kelas Chapayev. KRI Irian sebenarnya adalah kapal Penjelajah Ordzhonikidze dari armada Baltik AL Soviet...

Read More
Sahut aut reiciendis

Tank Tiger, Masterpiece From world War 2

Tank Tiger adalah salah satu jenis Tank Berat Jerman yang beroperasi pada waktu Perang Dunia ke 2. Nama resmi Tiger adalah PzKpfw VI Ausf. E yang disandangnya sejak Maret 1943. Tank Tiger muncul pertama kali pada tahun 1942 sebagai usaha Jerman untuk mengalahkan Tank Uni Soviet, T 34 yang terkenal dengan mobilitas dan daya serang yang tinggi. Tank Tiger dirancang oleh Henschel dan Sohn dengan berat sekitar 60 ton tiap buahnya. Selama Perang...

Read More
Tampilkan postingan dengan label ANGKATAN LAUT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANGKATAN LAUT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 September 2012

INS Viraat, Kapal Induk India Tertua

INS Viraat (R22) (Sanskrit: Virāṭ. "Giant") adalah sebuah kapal induk kelas Centaur yang saat ini beroperasi untuk AL India. INS Viraat adalah flagship dari AL India yang merupakan kapal induk tertua yang masih beroperasi dan salah satu dari dua kapal induk yang berada di wilayah Samudera Hindia.

Viraat selesai dibangun dan mulai ditugaskan pada 1959 sebagai HMS Hermes milik Royal Navy Inggris, dan ditransfer ke India pada 1987. Pada 2009 terdapat laporan bahwa setelah selesainya refit di tahun tersebut, India kemungkinan akan tetap mengoperasikan kapal induk ini hingga 2020. Pada saat itu, kapal induk ini akan menyelesaikan masa tugas selama 60 tahun, lebih dari dua kali perkiraan awal masa dinas/pelayaran selama 25 tahun. Pada saat itu juga, dua kapal induk produksi dalam negeri India sudah bisa beroperasi secara penuh, seperti yang diungkapkan oleh sumber dari Al India yang tidak disebutkan namanya.

Helikopter Sea King
Air Group Viraat saat ini terdiri dari 12 hingga 18 pesawat fighter Sea Harrier V/STOL dan tujuh atau delapan helikopter anti-kapal selam Sea King atau Kamov “Hormone”. Dalam keadaan darurat, Viraat dapat mengoperasikan hingga 30 Harrier. Saat ini, pesawat Sea Harrier dipersenjatai dengan Sea Eagle Anti-Ship Missiles (ASMs) dan misil Matra 550 Magic. Helikopternya, seperti Sea King, digunakan sebagai Anti-Submarine Warfare (ASW), Search-And-Rescue (SAR) dan transport. Kapal induk ini dilengkapi dengan sistem pertahanan titik misil “Barak” yang dibuat oleh Israel.

Dalam sebuah skenario masa perang, INS Viraat dapat meluncurkan hingga 18 pesawat tempur. INS Viraat secara ideal cocok untuk dua misi: mendukung operasi amfibi dan melancarkan operasi ASW (Anti Kapal Selam).



Sejarah Operasional

Dinas Royal Navy Inggris
INS Viraat pada awalnya ditugaskan untuk Royal Navy Inggris sebagai HMS Hermes pada 18 November 1959. Selama karirnya sebagai Hermes, dia berperan sebagai flagship gugus tugas Royal Navy selama Falkland Islands Campaign pada 1982. Kapal induk ini kemudian terus bertugas hingga 3 tahun kemudian hingga dipensiunkan dari tugas aktif pada 1985.

Perpindahan ke AL India
Setelah mengevaluasi kapal-kapal dari beberapa negara, terutama kapal induk Italia, Garibaldi, AL India membeli HMS Hermes pada April 1986 dan melakukan perbaikan ekstensif di Devonport Dockyard, Plymouth, Inggris, untuk memastikan operabilitas kapal hingga dekade mendatang. Peralatan kontrol penembakan baru, radar navigasi, proteksi NBC yang lebih baik dan landing deck aids dipasang pada proses perbaikan ini. Boilernya dikonversi untuk berperasi dengan distillate fuel. Setelah proses perbaikan selesai, kapal ini ditugaskan ke AL India dengan nama Viraat pada Mei 1987.


First Mid-service Refit
Pada September 1993, ruang mesin Viraat kebanjiran, membuat kapal induk tersebut sementara tidak dapat beroperasi selama beberapa bulan. Pada 1995 kapal induk ini kembali beroperasi dengan radar pencari baru.


Second Mid-service Refit
Antara Juli 1999 dan April 2001, INS Viraat selesai menjalani life-extension refit yang menambah kemungkinan serviceablilitas-nya hingga 2010. Refit ini meng-upgrade sistem propulsi, paket sensor tambahan untuk mengeluarkan suara peringatan darurat, dan memperkenalkan sistem komunikasi modern. Sebagai tambahan, radar survey jarak jauh, sistem persenjataan dan hangar baru dengan tirai api telah dipasang. Sistem lift dirubah untuk mengurangi waktu reaksi pada saat adanya serangan dan sistem alarm banjir baru juga dipasang. Pada awal Juni 2001 Viraat kembali beroperasi setelah refit hampir 2 tahun lamanya.

Kemudian kapal induk ini juga mengambil bagian dalam International Fleet Review di Mumbai pada Februari 2001. Wing commander Ashoka Padmanabhan menerbangkan Tigermoth-B970 dari kapal induk ini yang sedang bersauh 1,5 mil laut dari Gateway of India.


Third Mid-service Refit
Kapal induk ini harus ditarik ke dok kering untuk dilakukan perbaikan pada pertengahan 2003 dan kembali beroperasi pada November 2004, selama perbaikan ini kapal dipasangi dengan Barak SAM.


Fourth Mid-service Refit

Viraat menjalani perbaikan keempat selama karirnya di AL India dari Januari hingga Agustus 2009 di Cochin Shipyard, Kochi, India. Perbaikan ini diharapkan memastikan berlanjutnya masa tugas kapal induk ini untuk AL India hingga 2015. Viraat menjalani pelatihan di Laut Arap selama 1,5 bulan sebelum diterjunkan ke Teluk Aden.


Short Refit
 
Pada 12 Juli 2011 INS Viraat tiba di Cochin Shipyard untuk perbaikan singkat yang dijadwalkan selesai dalam 2 bulan. Sebagai bagian perbaikan, kapal dibersikan, diperbaiki dan dicat ulang untuk mengurangi masalah korosi. Menurut Rear Adm. Anil Kumar Chawla, Assistant Chief of Naval Staff for Foreign Cooperation and Intelligence, kapal induk mungkin akan beroperasi hingga 2020, didukung dengan pesawat Sea Harrier-nya untuk operasi ship-borne.


Decommissioning Plans
Pada 2004, India membeli kapal induk Admiral Gorshkov dari Rusia dengan harga US$ 2.35 miliar termasuk komponen pesawat. Kapal induk ini diharapkan mulai beroperasi pada 2013–2014 sebagai INS Vikramaditya. Viraat diharapkan akan digantikan pada 2015-16 oleh kapal induk baru buatan dalam negeri, kelas Vikrant. Setelah pembaruan mesin dan hull, serta upgrade elektronik, kapal induk ini akan dapat beroperasi hingga 2020. Jika INS Vikramaditya bergabung dengan Western Naval Fleet pada 2012, AL India akan segera memiliki dua Carrier Battle Groups. Pada 2015, dengan kedatangan kapal induk baru kelas Vikrant, maka berarti AL India akan memiliki 3 Carrier Battle Groups.



Struktur
Viraat dilengkap dengan ski jump 12° untuk mengoperasikan Sea Harrier, sebuah dek penerbangan yang diperkuat, dan lapis baja setebal 1,2 inci di ruang mesin dan magasin. Kapasitas magasin terdiri dari 80 torpedo ringan. Kapal induk ini mempertahankan kemampuan angkut komando hingga 750 pasukan dan membawa empat LCVP landing craft di bagian belakang. Dalam sebuah skenario masa perang, INS Viraat dapat meluncurkan hingga 18 pesawat tempur. INS Viraat secara ideal cocok untuk dua misi: mendukung operasi amfibi dan melancarkan operasi ASW (Anti Kapal Selam). Walaupun dengan mempertimbangkan usia dan jarak, INS Viraat dapat melakukan operasi naval and air power secara efektif dimana saja di wilayah Asia Selatan.


Karakteristik Umum
Struktur:
Kelas dan Tipe: Kapal Induk Kelas Centaur
Bobot: 23,900 ton (standar); 28,700 ton (beban penuh)
Panjang: 226.5 m (743 kaki)
Beam: 48.78 m (160.0 kaki)
Draught: 8.8 m (29 kaki)

Performa:
Propulsi: 2 x Parsons geared steam turbines; 4 boiler dengan 400 psi, 76,000 shp
Kecepatan: 28 knots (52 km/h)
Jarak: 6,500 mi (10,500 km) pada kecepatan 14 knots (26 km/h)

Komplemen:
Maksimum 2,100;
1,207 awak kapal
143 air crew

Sensor dan Sistem Pemrosesan:
1 x radar udara BEL/Signaal RAWL 02
1 x radar udara/permukaan RAWS 08
2 x radar navigasi BEL Rashmi
1 x radar kendali penembakan EL/M-2221 STGR
1 x radar Plessey Type 904
1 x sistem FT 13-S/M Tacan

Sonar:
1 x sonar terpasang di hull Graseby Type 184M

Electronic warfare and decoys:
1 x BEL Ajanta ESM
2 x peluncur chaff Knebworth Corvus

Persenjataan:
2 x 40mm Bofors AA guns
16 x Barak SAM VL cells

Air Group:
(Kapasitas total 30 Pesawat):
Fleet Defence - Sea Harrier FRS51
Airborne Early Warning - Kamov Ka-31 Helix-B
ASW/ASV - Sea King Mk. 42B dan Kamov Ka-28 Helix-A
Commando Assault and Vertical Replenishment - Sea King Mk. 42C

Minggu, 02 September 2012

USS Independence (LCS-2)



USS Independence (LCS-2) adalah prototipe untuk kapal dari kelas Independence littoral combat ship, di mana angkatan laut Amerika Serikat akan mempunyai kapal dari kelas ini sebanyak 6 buah. Dan kapal ini diproduksi oleh konsorsium General Dynamics untuk angkatan laut Amerika Serikat pada program littoral combat ship. Dan kapal kelas USS Independence (LCS 2) ini akan bersaing dengan Lockheed Martin yang merancang USS Freedom (LCS 1).

Kapal ini merupakan kapal tempur angkut ringan yang dapat berperan dalam berbagai kemampuan dengan cara pemasangan modul misi. Kapal dirancang dengan bentuk trimaran yang dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 40 knot ( 74 km/jam atau 46 mil/jam) dan saat ini telah diserahkan kepada pihak angkatan laut Amerika Serikat pada akhir tahun 2009 yang lalu.


Desin dari USS Independence (LCS-2) ini berdasarkan pada trimaran kecepatan tinggi (Benchijigua Express) yang dibangun oleh Austral (Henderson Australia). Kapal permukaan ini mempunyai panjang 127 meter dengan jumlah pelaut sebanyak 40 orang. Dan kapal ini sebenarnya masih dapat dipacu sampai kecepatan 50 knot ( 90 km/jam atau 60 mil/jam) dengan radius sejauh 10.000 mil laut (19.000 km). Kapal ini dapat memuat muatan sampai volume 11.000 meter kubik dan untuk pesawat helikopter tersedia dek seluas 1.030 meter persegi sehingga dapat mendukung pengoperasian 2 helikopter SH-60 Sea Hawk, beberapa UAV atau satu buah helicopter CH 53 Sea Stallion.

Kapal ini juga membawa beberapa persenjataan sehingga mempunyai kemampuan untuk membela diri. Namun demikian tidak seperti kapal tempur tradisional yang lainnya yang membawa persenjataan tetap seperti meriam dan peluru kendali. Modul misi kapal ini dapat disusun untuk satu paket misi untuk suatu waktu. Modul dapat terdiri dari pesawat berawak, pesawat tak berawak, off board sensor dan lain sebagainya.

USS Independence (LCS-2) ini berintegrasi dengan LOS Mast, Sea Giraffe 3D radar dan SeaStar Safire FLIR.Bagian samping dan depan bentuknya menyudut untuk mengurangi profil radar. Sebagai tambahan yang berupa helikopter dari keluarga H-60 yang berguna untuk angkut udara, SAR, anti kapal selam, dan anti kapal permukaan dengan adanya rudal dan torpedo yang dibawa oleh helikopter tersebut. Sistem pertahanan rudal Raytheon Evolved SeaRAM dipasang pada bagian atas atap hangar. SeaRAM di kombinasikan dengan sensors dari Phalanx 1B close-in weapon system dengan 11 peluncur peluru kendali untuk Rolling Airframe Missile (RAM), dibuat sistem yang bekerja secara otomatis. Northrop Grumman pernah mendemontrasikan gabungan sensor baik on dan off-board sistem di Integrated Combat Management System (ICMS) yang dipakai di Independence.



spesifikasinya :
Nama                  : USS Independence (LCS-2)
Pembangun          : Austal (Henderson, Australia)
Diluncurkan         : 26 April 2008
Mulai beroperasi : 16 Januari 2010
Status                 : aktif mulai thun 2010.
Pangkalan           : San Diego.

Karakteristik umum :
Kelas dan tipe    : Independence, littoral combat ship
Berat                  : 2.176 ton kosong dan 2.784 ton penuh.
Panjang              : 127,4 m (418 kaki).
Tinggi                 : 31.6 m (104 kaki)

Minggu, 15 Juli 2012

KRI Cakra (401)



KRI Cakra (401) merupakan kapal pertama dalam jenis Kapal selam kelas Cakra. Kapal ini merupakan kapal kedua yang menyandang nama Cakra dalam jajaran TNI AL. Kapal pertama merupakan KRI Tjakra (ejaan lama) salah satu dari 12 kapal selam kelas Tjakra buatan Russia (Kapal Selam Kelas Whiskey) yang di scrap tahun 70-an.


KRI Cakra dibuat oleh Howaldtswerke, Kiel, Jerman pada 1981. Merupakan Kapal selam tipe 209/1300 yang banyak digunakan oleh Angkatan Laut sedunia. Mempunyai motto Tabah Sampai Akhir. KRI Cakra termasuk dalam armada pemukul TNI Angkatan Laut. Kapal lain dalam kelas Cakra adalah KRI Nanggala (402). Kedua kapal selam tersebut dibuat di Jerman Barat, dipesan pada tahun 1977 dan pada tahun 1981, mulai bertugas bersama dengan KRI Nanggala (402).


Tenaga digerakan oleh motor listrik Siemens jenis low-speed disalurkan langsung (tanpa gear pengurang putaran) melalui sebuah shaft ke baling-baling kapal. Total daya yang dikirim adalah 5000 shp (shaft horse power), tenaga motor listrik datang dari baterai-baterai besar yang beratnya sekitar 25% dari berat kapal, baterai dibuat oleh Varta (low power) dan Hagen (Hi-power). Tenaga batere diisi oleh generator yang diputar 4 buah mesin diesel MTU jenis supercharged. Senjata terdiri dari 14 buah terpedo buatan AEG , diincar melalui periskop buatan Zeiss yang diletakan disamping snorkel bikinan Maschinenbau Gabler.

KRI Cakra memiliki berat selam 1,395 ton. Dengan dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Ditenagai oleh mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4,600 shp. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot. Diawaki oleh 34 pelaut. Sebagai bagian dari armada pemukul KRI Cakra dipersenjatai 14 buah torpedo 21 inci dalam 8 tabung. KRI Cakra menggunakan sonar dari jenis CSU-3-2 suite.

Jumat, 13 Juli 2012

Kapal Selam Kelas Jin (Type 094)


Type 94 atau biasa disebut kelas Jin adalah kelas dari kapal selam rudal balistik yang dikembangkan oleh PLA Navy (angkatan laut cina). Kapal selam pertama dari kelas ini dibangun di galangan kapal Huludao , Liaoning dan diluncurkan pada Juli 2004. Empat kapal selam diperkirakan telah dibangun.

Kapal selam type 94 mampu membawa lebih dari 12  rudal modern -2s JL dengan jarak jangkauan sekitar 8.000 km, dan mampu diluncurkan ke beberapa belahan bumi Barat dari dekat pantai Cina. Type 94 akan menggantikan kapal selam Type 092 ( Xia kelas) untuk PLA Navy.


FOTO SATELIT
Pada akhir 2006, sebuah satelit komersial memfoto apa yang diyakini sebagai kapal selam Jin-kelas baru yang ditempatkan di Base Xiaopingdao Submarine. Dibandingkan dengan pendahulunya kapal selam kelas Xia atu type 92, memiliki panjang dari 122 m (type 92) menjadi 133m (Type 94) untuk menampung tabung rudal dan bagian reaktor.
Sebuah foto dari Google Earth pada Mei 2007 yang muncul untuk menunjukkan dua kapal selam Kelas Jin lebih merapat di galangan kapal di Huludao Bohai.  Tidak jelas apakah salah satu darikapal selam yang ada di dalam foto merupakan kapal yang pertama kali terlihat di Xiaopingdao pada tahun 2006 atau merupakan dua kapal tambahan, sehingga total menjadi 3 kapal. Kapal selam digambarkan tampaknya memiliki 12 tabung rudal.


Spesifikasi:
Berat               : 8.000 ton permukaan, 9.000 ton tenggelam
Panjang           : 133 m
Mesin              : Nuklir reaktor, 1 poros
Kecepatan       : 20 + kts
Jarak Tempuh  : Tak terbatas
Persenjataan    : Torpedo: enam 533 mm tabung busur Rudal:
  12 JL-2 SLBM
  16 JL-2 SLBM (Tipe 2)  
  20-24 JL-2 SLBM (Tipe 3)



Sumber : Wikipedia.org dan sedikit penyesuaian

Selasa, 10 Juli 2012

KRI Sura (802)



KRI Sura (802) adalah kapal patroli milik TNI AL. KRI Sura adalah kapal patroli jenis FPB-57 generasi pertama bikinan PT.PAL, generasi selanjutnya dinamakan FPB57 Nav V diperkenalkan pada tahun 2000 (KRI Todak). KRI Sura sendiri diresmikan pada tahun 1993 setahun setelah saudaranya KRI Pandrong (801) diresmikan.

Kapal ini mempunyai panjang 57 meter dan berat sekitar 400 ton, senjata dari kapal ini adalah kanon dan senapan mesin. KRI Sura (802) adalah kapal patroli milik TNI AL. KRI Sura adalah kapal FPB-57 generasi pertama bikinan PT.PAL yang disebut FPB57 Nav I, generasi terbaru dinamakan FPB57 Nav V yang diperkenalkan pada tahun 2000 (KRI Todak). KRI Sura sendiri diresmikan pada tahun 1993 setahun setelah saudaranya KRI Pandrong (801) diresmikan.

Kapal yang mempunyai 49 awak kapal ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m ( 190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki).Kecepatan maksimum 28.1 knot dan berbobot penuh 425 ton. Meriam utama kapal perang KRI Sura ini adalah meriam Bofors SAK 57 mm/70 berpemandu tembakan Signaal LIROD Mk.2, Meriam SAK 40mm/70 serta dua Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm.

Kapal KRI Sura mempunyai dua mesin disel yang menghasilkan 8,260 bhp secara bersamaan dan dengan dibantu dua buah "shaft", kapal ini mampu melaju sampai kecepatan 28.1 mil nautikal. Dalam waktu dekat, kelas Pandrong dan kelas Todak akan dilengkapi dengan rudal anti kapal C 802 buatan Tiongkok yang berjangkauan maksimal 130 km.

KRI Slamet Riyadi (352)


KRI Slamet Riyadi (352) merupakan kapal kedua dari kapal perang Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas Ahmad Yani milik TNI Angkatan Laut. Dinamai menurut Slamet Riyadi, salah seorang pahlawan nasional. KRI Slamet Riyadi merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (Hr.Ms. Van Speijk (F802)) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini termasuk dalam Fregat kelas Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1963 oleh Koninklijke Maatschappij de Schelde, Vlissingen, Belanda dan mulai bertugas pada AL Belanda sejak 1967.

Pada tahun 1987, dibebastugaskan dari AL Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI-AL pada tahun 1987. Termasuk di antaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal antipesawat (sea-to-air missile/SAM) Mistral menggantikan Sea Cat. Di Indonesia, kapal ini bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti-kapal permukaan, anti-kapal selam dan anti-pesawat udara.

Termasuk dalam kelas Ahmad Yani bersama KRI Slamet Riyadi antara lain KRI Ahmad Yani (351), KRI Yos Sudarso (353), KRI Oswald Siahaan (354), KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) dan KRI Karel Satsuit Tubun (356). KRI Slamet Riyadi memiliki berat 2.940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 m x 4,57 m. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30.000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.


KRI Slamet Riyadi dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Indonesia. Termasuk di antaranya adalah :

8 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan McDonnel Douglas RGM-84 Harpoon dengan jangkauan maksimum 130 km (70 mil laut), berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 227 kg.

4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.

1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76 mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 km untuk target permukaan dan 12 km untuk target udara.

2 Senapan mesin 12,7 mm

12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324 mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.


KRI Slamet Riyadi diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL. Memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.

Sumber : Wikipedia.org

KRI Ahmad Yani (351)


KRI Ahmad Yani (351) adalah kapal pertama dari kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani milik TNI AL. Dinamai menurut Jendral Ahmad Yani, salah seorang Pahlawan Revolusi.
KRI Ahmad Yani merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (HMNLS Van Speijk F804) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Koninklijke Maatschappij de Schelde, Vlissingen, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Surface to Air Missile) Mistral menggantikan Sea Cat.
Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Pada tahun 2007, bersama dengan KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), selesai menjalani pergantian mesin yang dijalaninya selama 2 tahun. Saat ini KRI Ahmad Yani kembali memperkuat Komando Armada RI Kawasan Timur.

KRI Ahmad Yani memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.

KRI Ahmad Yani dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
8 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan McDonnel Douglas RGM-84 Harpoon dengan jangkauan maksimum 130 Km (70 mil laut), berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 227 Kg.

4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.

1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.

2 Senapan mesin 12.7mm

12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.

KRI Ahmad Yani diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

Sumber : Wikipedia.org

Sabtu, 07 Juli 2012

Battleship Kelas Caio Duilio


Kelas Caio Duolio dibangun berdasarkan basis battleship Droudnought pertama Italia dari kelas Dante Alighieri. Sesuai dengan perkembangan kebutuhan pada era 1910-an AL Italia merasa perlu membangun kapal perang berukuran besar. Untuk itulah mereka lantas mengambil kelas Dante Alighieri sebagai basis pembangunan. Tercatat ada dua kelas yang akan dikembangkan yaitu Caio Duilio dan Conte di Cavour. Keduanya berhasil lolos dari kerusakan selama PD 1. Pada era 1930-an Pemerintah Italia menggelar proses modernisasi bagi Caio Duilio dan Conte di Cvour namun yang duluan selesai adalah Caio Duilio.
Battleship kelas Caio Duilio

Beberapa sisi perombakan yang diterapkan baik di Caio Duilio dan Conte di Cavour selanjutnya diterapkan pada battleship Italia kelas Littorio. Walaupun dikerjakan bersama namun bila diperhatikan sebenarnya ada sejumlah perbedaan fasilitas tambahan pada kedua battleship. Perbedaan yang paling mudah diketahui adalah komposisi dan penempatan senjata sekunder serta meriam antipesawat. Sebagai gambaran, pada Cavour senjata sekunder mengandalkan meriam caliber 4-7 inci [120 mm] dan ditempatkan pada sisi samping kapal. Sementara untuk Caio Duilio posisi yang sama dihuni oleh meriam berkaliber lebih besar yaitu 5.3 inci [135 mm].

Mengenai senjata anti pesawat, pada Cavour mengandalkan meriam berkonfigurasi ganda dengan caliber 100mm. konfigurasi ini berubah pada Caio Duilio dan Andrea Doria. Fungsi meriam caliber 100 mm digantikan oleh 10 pucuk meriam caliber lebih rendah yaitu 305 inci [90 mm]. selain persenjataan, pada tampilan fisik juga terdapat sedikit perubahan. Bila dilihat, struktur kubah anjungan terasa lebih tinggi dibandingkan dengan Cavour.

Menyerang Inggris
Battleship Andrea Doria
Beruntung bagi AL Italia saat pecah PD II program modernisasi battleship kelas Caio Duilio rampung dan diluncurkan dari galangan Juni 1940. Sementara Andrea Doria selesai Oktober 1940. Berkat Caio Duilio, September 1940 armada AL Italia melaksanakan serbuan terhadap konvoi armada Al Inggris dikawasan Mediterania. Dua bulan kemudian Caio Duilio mengalami kerusakan parah akibat serangan udara dari pesawat AL Inggris yang berpangkalan dikapal induk di Taranto.

Pembenahan dilakukan kemudian dan kapal aktif dalam armada AL Italia. Antara Desember 1941 dan Januari 1942, Caio Duilio dan Andrea Doria dikerahkan untuk mengawal konvoi iring-iringan suplai militer Italia ke kawasan Afrika Utara. Februari 1942 keduanya diikutkan dalam serangan yang gagal ke armada AL Inggris disekitar Malta.

Pertengahan PD II kekompakkan Pakta Aksis mulai pecah. Pihak Nazi menganggap Italia termasuk kekuatan militernya tidak becus. Hal ini langsung berpengaruh pada kesiapan armada AL Italia. Maret 1942 Caio Duilio dan Andrea Doria ditarik dari dinas aktif. Keduanya ikut diserahkan ketangan Sekutu saat Italia resmi menyerah September 1943 setahun kemudian tepatnya Juni 1944 kedua battleship dikembalikan dan digunakan Italia sebagai kapal latih. Baik Caio Duilio maupun Andrea Doria resmi dihapus pada era 1950-an.

Spesifikasi
Klasifikasi        : battleship
Asal                 : Italia
Populasi           : 2 (Caio Duilio dan Andrea Doria)
Mulai dibangun : 1934-1940
Jumlah awak     : 1.485
Bobot standar   : 26.430-25.930 ton; bobot tempur 29.930-28.880 ton
Dimensi             : panjang 186.9 m; beam 28 m; draught 8.9 m
Propulasi           : 8 tabung uap buatan Yarrow; jumlah baling-baling 2 unit
Kapasitas bahan bakar : lebih dari 2.000 ton
Kemampuan      : kecepata 27 knot; jarak jangkau 3.573 nm pada kecepatan 12 knot

Persenjataan :
10 meriam caliber 12,6 inchi [320 mm]
12 meriam caliber 5.3 inchi [135 mm]
10 meriam antipesawat caliber 3.5 indhi [90 mm]
15 meriam antipesawat caliber 37 mm
16 meriam antipesawat caliber 20mm.

Sumber : komandomiliter.blogspot.com

TBF Avenger, Veteran Perang Pasifik


Grumman TBF Avenger adalah pesawat pembom torpedo yang awalnya dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat dan Korps Marinir , dan pada akhirnya digunakan oleh beberapa angkatan laut dunia.

Mengawali karir AS pada tahun 1942, dan memulai debutnya pada Pertempuran Midway . Akibat minimnya pengalaman penerbang pembom torpedo Amerika, 6 Avenger berhasil ditembak jatuh oleh Jepang. Namun, seiring dengan banyaknya pilot Avenger yang semakin berpengalaman, Avenger pun membuktikan dirinya sebagai pesawat penebar maut yang tahan banting. Bahkan Avenger adalah pembom torpedo yang turut andil dalam penenggelaman dua super-battleship Jepang, IJN Yamato dan IJN Musashi.

Pasca-Perang Dunia II, Avenger pun mengalami pergeseran peran sebagai pesawat tempur anti-kapal selam, seiring dengan pergeseran fokus AL penggunanya, dan desainnya yang ketinggalan zaman sebagai pesawat penyerang. Untuk itu, maka turret bola diganti dengan kanopi kaca yang lebih bermanfaat untuk pengamatan kapal selam, selain penambahan radar ASW, perangkat ECM, dan sonobuoys.

Formasi Pesawat TBF Avenger
Douglas TBD Devastator , pembom torpedo utama Angkatan Laut Amerika Serikat yang diperkenalkan pada tahun 1935, dan dipensiunkan tahun 1939. Desain Grumman TBF terpilih sebagai pengganti TBD dan dua prototip dipesan oleh Angkatan Laut pada bulan April 1940. Dirancang oleh Leroy Grumman , prototipe pertama disebut XTBF-1. Pertama kali diterbangkan pada tanggal 1 Agustus 1941. Meskipun salah satu dari dua prototip tersebut  jatuh di dekat Brentwood , New York , tetapi produksi terus dilanjutkan.

Grumman pembom torpedo Pertama merupakan pesawat bermesin tunggal terberat pada masa Perang Dunia II. Avenger sebagai pesawat pertama yang memiliki fitur baru "gabungan sudut" dan mekanisme  sayap-lipat yang diciptakan oleh Grumman, dimaksudkan untuk memaksimalkan ruang penyimpanan pada sebuah kapal induk, sedangkan F4F-4 yang kemudian menjadi model Wildcat menerima sayap lipat serupa dan F6F Hellcat (keduanya dirancang oleh Grumman) menggunakan mekanisme ini juga. Mesin yang digunakan adalah Wright R-2600-20 cyclon 14 twin-row radial engine (yang menghasilkan 1.900 hp / 1.417 kW). Pesawat ini membawa 25 galon minyak dan digunakan satu galon per menit pada saat start-up.  Pesawat ini membutuhkan tiga awak sebagai pilot, operator menara penembak dan operator radio / pengebom / penembak ventral. Sebuah senapan mesin caliber 30 dipasang di hidung pesawat, senapan kaliber 50 (12,7 mm) dipasang tepat di samping kepala penembak turret yang  menghadap ke belakang menggunakan tenaga listrik, dan sebuah  kaliber .30 yang dipasang di bagian perut (di bawah ekor), yang digunakan untuk mempertahankan terhadap fighter musuh yang menyerang dari bawah dan dari belakang. Kemudian model dari TBF / TBM menghilangkan senapan pada hidung pesawat untuk diganti dengan sebuah senapan kaliber .50 di setiap sayap untuk meningkatkan kemampuan menembak.
Pesawat Avenger memiliki Bombay (semacam rak untuk bom) besar, memungkinkan untuk dipasangi satu Bliss-Leavitt mark 13 torpedo , satu unit bom tunggal seberat  2.000 pon (907 kg), atau hingga empat £ 500 (227 kg) bom .

Karakteristik
Crew: 3
Length: 40 ft 11.5 in (12.48 m)
Wingspan: 54 ft 2 in [19] (16.51 m)
Height: 15 ft 5 in (4.70 m)
Wing area: 490.02 ft² (45.52 m²)
Empty weight: 10,545 lb (4,783 kg)
Loaded weight: 17,893 lb (8,115 kg)
Powerplant: 1 × Wright R-2600-20 radial engine, 1,900 hp (1,420 kW)

Kemampuan
Maximum speed: 275 mph [20] (442 km/h)
Range: 1,000 mi (1,610 km)
Service ceiling: 30,100 ft (9,170 m)
Rate of climb: 2,060 ft/min (10.5 m/s)
Wing loading: 36.5 ft·lbf² (178 kg/m²)
Power/mass: 0.11 hp/lb (0.17 kW/kg)

Persenjataan
Guns:
1 × 0.30 in (7.62 mm) nose-mounted M1919 Browning machine gun(on early models)
2 × 0.50 in (12.7 mm) wing-mounted M2 Browning machine guns
1 × 0.50 in (12.7 mm) dorsal-mounted M2 Browning machine gun
1 × 0.30 in (7.62 mm) ventral-mounted M1919 Browning machine gun
Rockets:
up to eight 3.5-Inch Forward Firing Aircraft Rockets, 5-Inch Forward Firing Aircraft Rockets or High Velocity Aerial Rockets
Bombs:
Up to 2,000 lb (907 kg) of bombs or
1 × 2,000 lb (907 kg) Mark 13 torpedo

Sumber  : Wikipedia.org
                kaskus.com

PBY Catalina, Lengenda Pesawat Intai Amfibi

Consolidated PBY Catalina adalah sebuah kapal terbang Amerika Serikat tahun 1930-an dan 1940-an yang diproduksi oleh Consolidated Aircraft. Pesawat ini merupakan salah satu pesawat serbaguna yang paling banyak digunakan sepanjang Perang Dunia II. PBY beroperasi di setiap cabang Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dan berbagai angkatan udara dan laut negara-negara lain. Di Angkatan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat dan Angkatan Udara Amerika Serikat, kodenya adalah OA-10. Sebuah PBY buatan Kanada selanjutnya diberi kode Canso.

Selama Perang Dunia II, PBY dipakai dalam misi peperangan antikapal selam, pengeboman patroli, penjagaan konvoi, pencarian dan penyelamatan (terutama penyelamatan laut-darat), dan pengangkutan kargo. PBY adalah pesawat paling sukses dalam jenisnya; belum ada kapal terbang yang pernah diproduksi dalam jumlah besar seperti PBY. PBY militer yang terakhir aktif baru dipensiunkan pada 1980-an. Bahkan hari ini, lebih dari 70 tahun setelah penerbangan pertamanya, pesawat ini masih terbang sebagai tanker udara dalam operasi pemadaman kebakaran udara di seluruh dunia.

Inisial "P.B.Y." ditetapkan sesuai sistem kode pesawat Angkatan Laut Amerika Serikat 1922; PB berarti "Patrol Bomber" dan Y adalah kode pabrik pembuatnya, Consolidated Aircraft.

Sumber : wikipedia.org