Ads 468x60px

Kapal Perusak

Kapal Perusak (Destroyer)

Kapal perusak atau destroyer merupakan kapal perang yang mampu bergerak cepat serta lincah bermanuver. Fungsi kapal perusak adalah memproteksi armada kapal perang yang berukuran lebih besar seperti kapal induk (carrier) atau capital warship (kapal tempur (battleship) atau kapal penjelajah (cruiser)) dari ancaman serangan peralatan perang yang lebih kecil seperti kapal...

Read More
Historical Battle of Iwo

Historical Battle of Iwo Jima

Pertempuran Iwo Jima terjadi antara 19 Februari - 26 Maret 1945, (dengan kode sandi Operasi Detasemen) adalah pertempuran di mana Amerika Serikat bertujuan merebut Iwo Jima dari Jepang. Invasi AS memiliki misi merebut dua lapangan udara di Iwo Jima. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut. Perang ini disebut sebagai perang tersengit...

Read More
Olimpedit quo minus

Mitsubishi A6M/Zero

Mitsubishi A6M yang terkenal, secara popular disebut dengan julukan “Zero”, adalah pesawat tempur kapal induk pertama di dunia yang mampu mengalahkan pesawat tempur “land-based” sejaman yang dia hadapi. Karena kecerobohan inteligen Sekutu, pesawat ini mampu meraih superioritas udara intermediet diatas Hindia Timur dan Asia Tenggara....

Read More
Itaque earum rerum

TBF Avenger

Grumman TBF Avenger adalah pesawat pembom torpedo yang awalnya dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat dan Korps Marinir , dan pada akhirnya digunakan oleh beberapa angkatan laut dunia. Mengawali karir AS pada tahun 1942, dan memulai debutnya pada Pertempuran Midway . Akibat minimnya pengalaman penerbang pembom torpedo Amerika,...

Read More
Epudiandae sint molestiae

KRI Irian

Kapal jenis ini adalah Kapal Penjelajah konvensional terakhir yang dibuat untuk AL Soviet, 13 kapal diselesaikan sebelum Nikita Khrushchev menghentikan program ini karena kapal jenis ini dianggap kuno dengan munculnya rudal (peluru kendali). Kapal ini adalah versi pengembangan dari Penjelajah Kelas Chapayev. KRI Irian sebenarnya adalah kapal Penjelajah Ordzhonikidze dari armada Baltik AL Soviet...

Read More
Sahut aut reiciendis

Tank Tiger, Masterpiece From world War 2

Tank Tiger adalah salah satu jenis Tank Berat Jerman yang beroperasi pada waktu Perang Dunia ke 2. Nama resmi Tiger adalah PzKpfw VI Ausf. E yang disandangnya sejak Maret 1943. Tank Tiger muncul pertama kali pada tahun 1942 sebagai usaha Jerman untuk mengalahkan Tank Uni Soviet, T 34 yang terkenal dengan mobilitas dan daya serang yang tinggi. Tank Tiger dirancang oleh Henschel dan Sohn dengan berat sekitar 60 ton tiap buahnya. Selama Perang...

Read More
Tampilkan postingan dengan label ANGKATAN UDARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANGKATAN UDARA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

AH-64 Apache, Varian Helicopter Pemusnah Yang Tangguh


 
 Helikopter Apache AH-64 adalah helikopter dengan 4 baling-baling, dua mesin, dan 3 roda pendaratan. Helikopter ini termasuk ke dalam golongan helikopter penyerang (serbu) yang dioperasikan oleh 2 orang kru. Heli Apache ini dikembangkan sebagai Model 77 oleh Hughes Helicopter untuk angkatan bersenjata Amerika Serikat menggantikan AH-1 Cobra. Pertama kali terbang pada 1 oktober 1975, AH-64 memiliki kemampuan sensor untuk mengambil alih target dan pengelihatan malam hari (night vision systems).


Persenjataan pada heli ini juga cukup mumpuni yaitu Chain Gun M230 30 mm yang terletak diantara roda pendaratan utama. AH-64 juga dilengkapi dengan mixture AGM-114 Hellfire dan Hydra 70 rocket pods.



Angkatan bersenjata Amerika memilih AH-64 dari pada Bell YAH-63 pada tahun 1976. Angkatan bersenjata Amerika memberikan kontrak pra produksi kepada Hughes Helicopter untuk membuat 2 unit AH-64. Pada tahun 1982 pihak angkatan bersenjata menyetujui produksi masal heli ini. McDonnel Douglas melanjutkan produksi dan pengembangannya setelah membeli Hughes Helicopter dari Summa Corporation pada tahun 1984. Produksi pertama AH-64D Apache Longbow dikirimkan ke angkatan bersenjata pada bulan maret 1997. dan pada bulan agustus 1997 Boeing dan McDonell Douglas bergabung untuk menjadi Boeing Company. Sekarang produksi AH-64 ini dilanjutkan oleh divisi Boeing Integrated Defense Systems.

Sumber tenaga AH-64 ini berasal dari 2 mesin General Electrik T700 Turboshaft. Apache memiliki empat baling-baling besar (utama) dan 4 baling-baling pada bagian ekor. Dioperasikan oleh dua orang kru heli yang mana pilot berada dibelakang dan di depan atau bawahnya adalah copilot sekaligus penembak sasaran. Helikopter dipersenjatai dengan M230 Cahain Gun 30 mm yang dapat dihubungkan dengan Helet mounted display penembak, sehingga penembak dapat menetapkan atau mengunci target tembakan. Selain itu juga dapat dikontrol dengan Acquisition and Designation System (TADS). Selain itu helikopter ini juga dapat mengangkut berbagai macam senjata seperti misil anti tank AGM-114 Hellfire, roket Hydra 70, dan AIM-92 Stinger air to air misil untuk bertahan. Heli ini didesain untuk beroperasi pada siang dan malam hari dengan menggunakan berbagai macam teknologi yang ada di dalamya seperti GPS (Global Positioning System), night vision (penglihatan malam) dll.


Varian heli ini antara lain.

1.AH_64A
2 AH-64B
3.AH-64C
4.AH-64D

Desain Apache AH-64

Sejarah Penggunaan

Amerika menggunakan helikopter Apache ini sejak tahun 1989 di Panama, Bosnia, Kosovo dan Irak (Operasi Pembebasan Irak). selama tahun 2003 kurang lebih 200 helikopter Apache yang digunakan. Pada tahun 1989 Amerika mengunakannya pada operasi Just Cause di Panama. Heli ini memegang peranan penting disana. Sedangkan di timur tengah dugunakan pada operasi desert storm di Irak, dan Operasi pembebasan di Afghanistan.


Israel juga menggunakan helikopter ini. mereka mulai menggunakannya pada tahun 1990. Israeli Air Force (IAF) menggunakan Apache untuk menyerang target dengan menggunakan misil. heli ini digunakan untuk menyerang Hizbullah di Libanon pada tahun 90-an. Pada suatu ketika pesawat Libanon yaitu Cessna dengan RUPS-114 terbang ke Israel. disana ia bertemu dengan 2 helikopter AH-64 milik Israel. Helikopter itu menmbak pesawat itu dan salah satunya mengenainya dan membunuh kru pilotnya.

helikopter ini juga digunakan selama Intifada Al-Aqsa. Angkatan udara Israel menggunakan heli ini untuk membunuh Syeikh Ahmed Yasin. Selain itu masih banyak negara pengguna helikopter Apache AH-64 ini seperti Inggris, belanda Jepang, Singapura, Uni Emirat Arab dll.

Spesifikasi:

Karakteristik umum:

* Kru: 2: pilot, CPG (co-pilot/gunner)
* Panjang: 58.17 ft (17.73 m) (with both rotors turning)
* Diameter baling-baling: 48 ft 0 in (14.63 m)
* Tinggi: 12.7 ft (3.87 m)
* Disc area: 1,809.5 ft² (168.11 m²)
* Berat kosong: 11,387 lb (5,165 kg)
* Berat isi: 17,650 lb (8,000 kg)
* Max takeoff weight (MTOW): 23,000 lb (10,433 kg)
* Kekuatan: 2× General Electric T700-GE-701 and later upgraded to T700-GE-701C (1990-present) & T700-GE-701D (AH-64D block III) turboshafts, -701: 1,690 shp, -701C: 1,890 shp, -701D: 2,000 shp (-701: 1,260 kW, -701C: 1,490 kW, -701D: 1,490 kW) each
* panjang rangka: 49 ft 5 in (15.06 m)
* sistem baling-baling: 4 blade main rotor, 4 blade tail rotor in non-orthogonal alignment

Performa

* Kecepatan yg tidak boleh dilampaui: 197 knots (227 mph, 365 km/h)
* Kecepatan maksimal : 158 knots (182 mph, 293 km/h)
* Kecepatan jelajah: 143 knots (165 mph, 265 km/h)
* Radius tempur: 260 nmi (300 mi, 480 km)
* Ferry range: 1,024 nmi (1,180 mi, 1,900 km)
* Service ceiling: 21,000 ft (6,400 m)
* Rate of climb: 2,500 ft/min (12.7 m/s)
* Disc loading: 9.80 lb/ft² (47.90 kg/m²)
* Power/mass: 0.18 hp/lb (310 W/kg)

Persenjataan

* Senjata: 1× 30×113 mm (1.18×4.45 in) M230 cannon, 1,200 rounds
* Roket: Roket Hydra 70 FFAR
* Misil: kombinasi AGM-114 Hellfire, AIM-92 Stinger, dan AIM-9 Sidewinder 

http://danish56.blogspot.com/2010/12/apache-ah-64-varian-helicopter-pemusnah.html

Rabu, 12 September 2012

De Havilland Vampire


De Havilland Vampire adalah pesawat tempur jet kedua yang digunakan secara operasional oleh Angkatan Udara Inggris. Prototype jet tempur ini berhasil melakukan first flight pada tanggal 20 September 1943, namun tidak sempat diturunkan dalam Perang Dunia II dan baru memperkuat skadron-skadron tempur RAF pada tahun 1946. Pesawat tempur ini dibuat sebanyak 3.268 unit dalam berbagai varian.

Secara total terdapat 15 varian Vampire, termasuk varian latih berkursi ganda, varian nigh fighter, dan varian pesawat jet tempur angkatan laut yang diberi nama Sea Vampire. Prototype Sea Vampire sendiri mencatatkan sejarah ketika pada tanggal 4 Desember 1945 melakukan pendaratan dan tinggal landas dari kapal induk HMS Ocean, menjadikannya sebagai pesawat jet tempur pertama yang melakukan pendaratan dan tinggal landas dari sebuah kapal induk. Kemudian pada tanggal 14 Juli 1948 varian Vampire F3 mencatatatkan rekor sebagai pesawat jet pertama yang melakukan penerbangan melintasi samudera Atlantik.

Vampire termasuk sebagai pesawat tempur yang terbukti battle proven. Jet tempur ini digunakan oleh Inggris untuk menggempur gerilyawan komunis selama operasi militer di Malaya. Kemudian Angkatan Udara India juga menggunakan Vampire dalam perang India-Pakistan tahun 1945. Pesawat tempur ini juga masih digunakan oleh Rhodesia dalam bush war/perang kemerdekaan Zimbabwe yang berlangsung dari tahun 1964 sampai dengan tahun 1979.

De Havilland Vampire termasuk pesawat jet tempur yang cukup sukses secara komersial dan digunakan oleh 31 negara, termasuk Indonesia. AURI sempat mengoperasikan varian latih D.H.115 Vampire T.11 yang merupakan pesawat jet pertama yang dimiliki oleh Indonesia. Inggris sendiri mengoperasikan Vampire sampai dengan tahun 1966, sementara pengguna terakhir Vampire adalah Rhodesia/Zimbabwe yang baru mempensiunkan pesawat ini pada tahun 1979-1980.


Specifications (Vampire FB.6)
Crew : 1
Powerplant : 1 x 14.9 kN de Havilland Goblin 3 turbojet engine
Length : 9.37m
Wingspan : 11.58m
Height : 2.69m
Weight empty : 3,304 kg
Maximum take-off weight : 5,620 kg
Maximum speed : 882km/h
Range : 1,960 km
Service ceiling : 13,045m
Armament : 4 x 20mm Hispano Mk.V cannons, 8 x 3 inch rockets, 2 x 225 kg (500 lb) bombs

Minggu, 29 Juli 2012

F-117A Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama AS


F-117A Nighthawk merupakan pesawat siluman serang darat hasil dari program pesawat siluman Lockheed Have Blue, dan merupakan pesawat pertama yang dirancang khusus untuk menggunakan teknologi siluman.

F-117A banyak mendapatkan publikasi pada masa Perang Teluk. Kini Angkatan Udara Amerika Serikat berencana untuk mempensiunkan F-117, dikarenakan akan mulai dipakainya F-22 Raptor yang lebih efektif. F-117 akan mulai dipensiunkan secara bertahap dari Oktober 2006 sampai 2008, dan sudah tidak ada lagi pilot baru yang dilatih untuk menggunakan pesawat ini.

Penamaan huruf "F-" pada pesawat ini secara resmi tidak pernah dijelaskan. Namun, diperkirakan penamaan ini menggunakan konvensi penamaan pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat sebelum tahun 1962, misalnya seperti F-111. Pada pesawat militer Amerika Serikat setelah tahun 1962, penamaan "F-" biasanya untuk pesawat tempur udara ke udara, "B-" untuk pesawat pengebom, "A-" untuk pesawat serang darat, dan "C-" untuk pesawat kargo (contohnya F-15 Eagle, B-2 Spirit, A-6 Intruder, dan C-130 Hercules). Pesawat siluman ini merupakan pesawat serang darat, karena itulah huruf awal "F-" dan penomorannya masih menjadi misteri.

Baru-baru ini sebuah film dokumentasi yang mewawancarai seorang anggota senior tim pengembangan F-117, mengatakan bahwa pilot-pilot terbaik akan lebih tertarik untuk mencoba pesawat "F-", dibandingkan pesawat "B-" atau "A-".

Cara Kerja Sistem Stealth Pada F-117




Pada gambar diatas Sebuah pesawat F-117 dapat menghindari radar karena pada desain pesawat tersebut memiliki minus lekukan sehingga radar yang datang dari musuh akan di pantulkan sehingga yang muncul pada monitor RCS musuh hanyalah dot-dot (titik-titik) yang sangat kecil yang bisa dianggap sebagai gerombolan burung dan bukanlah pesawat yang sedang menyelinap.

 
Mirip cara Terbang Burung Walet


Pesawat tanpa sistem stealth (siluman)

Gambar kedua ini adalah sebuah pesawat F-15 Eagle yang dalam desainnya banyak memiliki lekukan-lekukan tajam pada body nya sehingga dapat di tangkap oleh radar dengan baik dan muncul dalam monitor RCS sebagai dot-dot pesawat tempur yang menyusup.


Pada prinsipnya, supaya pesawat tersebut menjadi stealth (siluman) adalah cara memperkecil Radar Cross Section (RCS) yang tampak pada Radar. Langkah yang dilakukan adalah membuat desain bentuk pesawat tersebut sedemikian rupa sehingga permukaan-permukaan pesawat sekecil mungkin memantulkan energi yang dipancarkan radar untuk ditangkap kembali oleh antena radar. Bahkan bila perlu bentuk pesawat tersebut sama sekali tidak memantulkan energi radar. Kalaupun dipantulkan, diusahakan agar pantulan energi radar tersebut diarahkan ke arah lain sehingga jika ada yang tertangkap kembali, paling tidak hanya sebagian kecil saja. Untuk itu, maka bentuk pesawat dibuat aneh tidak seperti biasanya. Seperti contoh, bentuk pesawat B-2 yang memiliki rentang yang sama panjangnya dengan rentang pesawat DC-10 namun bentuknya dibuat pipih dan melengkung di bagian tengah badannya. Dengan bentuk demikian, disamping cepat rambat pancaran radar diperlambat juga memberikan efek pantulan ke segala arah.

Bentuk sayap pesawat juga memengaruhi pantulan pancaran energi radar. Bentuk sayap pesawat lama yang lurus ke samping misalnya memberikan pantulan yang sempurna sehingga pesawat ini mudah terdeteksi. pada layar monitor, titik RCS pesawat-pesawat itu tampak besar.

Melihat kenyataan demikian, kemudian orang membuat sayap sayung kebelakang, memang memperkecil pantulan namun tidak memuaskan karena RCS makin besar, maka dibuatlah delta yang membuat sebagian besar pancaran radar yang mengenai sayap itu, sebagian besar dibuang ke arah lain. Kemudian dibuat sayap dengan bentuk sabit seperti yang dimiliki pesawat-pesawat generasi berikutnya. Dengan membuat lengkungan pada bagian sayap, leading edge, maka pantulan ke arah lain semakin sempurna.

AH-64 Apache
Desain lain adalah membentuk pesawat bersegi-segi kubustik seperti bentuk mata faset, seperti pada mata capung. Bentuk tersebut juga ditemui pada helikopter pada generasi 1980-1990-an seperti pada AH-1 Cobra, dan AH-64 Apache sehingga pantulan radar tidak kembali ke antena radar.

Kemudian umumnya desain pesawat stealth tidak mengijinkan adanya pylon atau penggantung rudal maupun roket yang digantungkan pada badan dan sayap pesawat seperti yang dijumpai pada pesawat umumnya. Sehingga rudal ditempatkan pada rak-bom (bomb bay) khusus.

Cara lain yakni dengan menggunakan material khusus yang dikenal sebagai RAM (Radar Anti material) yang merupakan bahan penyerap energi pancaran radar. Bahan-bahan tersebut antara lain komposit berupa graphyte epoxy dari karbon. Karena bahan itulah, maka energi radar tidak terpantulkan.


Mungkin seperti itulah gambaran mudahnya mengapa sebuah pesawat bisa lolos dari monitor pengawas musuh. Walapun begitu, pesawat F-117 ternyata memiliki kelemahan juga, pada saat konflik Yugoslavia, pesawat ini tertangkap radar dan tertembak jatuh oleh misil SA-3 SAM buatan Russia.


Ternyata jatuhnya pesawat itu pada saat bom bay nya (pintu bom) dalam keadaan terbuka sehingga mungkin sudut-sudut tajam itulah yang tertangkap oleh radar kemudian di seranglah dengan misil darat ke udara tersebut (surface to air missile).

Kesimpulannya, akan perlu penyempurnaan pada setiap generasi pesawat tempur, dengan penyempurnaan tersebutlah pihak suatu negara memperkecil jumlah korban jiwa yang berjatuhan.




Karakteristik umum
Kru                    : 1
Panjang              : 65 ft 11 in
Lebar sayap       : 43 ft 4 in
Tinggi                 : 12 ft 9.5 in
Luas sayap         : 780 ft²
Bobot kosong     : 29,500 lb
Bobot terisi         : 52,500 lb
Mesin                 : 2× General Electric F404-F1D2 turbofans, 10,600 lbf masing-masing

Kinerja
Laju maksimum           : Mach 0.92 (617 mph, 993 km/h)
Laju jelajah                  : Mach 0.92
Jarak jangkau              : 930 NM
Batas tertinggi servis   : 69,000 ft
Beban sayap                : 65 lb/ft²
Dorongan/berat           : 0.40

Persenjataan
2 × internal weapons bays with one hardpoint each (total of two weapons) equipped to carry:
Bombs:
BLU-109 hardened penetrator
GBU-10 Paveway II laser-guided bomb
GBU-12 Paveway II laser-guided bomb
GBU-27 Paveway III laser-guided bomb
JDAM INS/GPS guided munition

Sumber            : id.wikipedia.org
                         terselubung.blogspot.com
                         www.indowebster.web.id
                         kaskus.co.id
                        

Minggu, 22 Juli 2012

WP Weserflug 1003, V-22 Osprey Versi Perang Dunia ke-2


WP Weserflug 1003, adalah pesawat Jerman yang dirancang pada tahun 1938 oleh Weserflug . Tujuan dari proyek ini adalah membangun sebuah pesawat militer dengan rotor yang dapat dimiringkan dengan karakteristik VTOL untuk digunakan dalam Perang Dunia II .

Pada awal tahun 1938 rencana untuk pesawat rotor tilt rotor disusun, dan proyek bernama P 1003 didukung oleh Kementerian Udara. Pesawat ini dibangun dengan sayap terpasang tinggi yang bisa menjadi berengsel di tengah jalan bersama, dan dengan baling-baling pada setiap ujung sayap. Menggunakan mesin tunggal Daimler-Benz DB 600 yang dipasang di tengah badan pesawat, dan drive shaft terhubung ke mesin baling-baling  yang normal memiliki diameter 4 meter, ketika untuk lepas landas baling-baling akan memiliki diameter 2 meter. Rencana awal pesawat akandilengkapi dengan roda landing gear yang dapat ditarik.

Desain WP Weserflug 1003
Untuk lepas landas, seluruh bagian luar dari sayap dapat diputar 90 derajat sehingga baling-baling diarahkan lurus ke atas sehingga mereka akan menciptakan gaya angkat yang akan meninggalkan pesawat dari tanah dengan cara yang mirip dengan helikopter. Setelah di baling-baling udara akan diputar untuk posisi horizontal dan akan mendorong pesawat ke depan.

Namun, pesawat itu tidak pernah dibangun karena kompleksitas sistem VTOL, meskipun desain yang sangat mirip kemudian dibangun oleh Amerika Serikat bernama Boeing V-22 Osprey , yang dimulai pengujian pada tahun 1989.

Focke-Wulf Ta 183, Inspirator Mig-15

Focke-Wulf Ta 183 Huckebein (Hunchback) adalah desain pesawat tempur bertenaga jet yang dimaksudkan sebagai penerus Me Messerschmitt 262 dan pesawat tempur Luftwaffe lainnya selama Perang Dunia II. Pesawat ini dikembangkan hanya sampai sebatas pengetesan model ketika perang berakhir, tetapi desain dasar dikembangkan lebih lanjut selama pasca-perang di Argentina sebagai FMA Pulqui II.

Pada awal tahun 1945, Reichsluftfahrtministerium (RLM) menyadari perkembangan jet Sekutu, dan lebih khawatir lagi bahwa mereka mungkin harus menghadapi serangan pesawat pembom Gloster Meteor. Sebagai tanggapan, mereka melembagakan Emergency Fighter Program dan mengakhiri produksi sebagian besar pesawat pembom dan pesawat multi-peran yang mendukung pesawat fighter, terutama jet tempur. Selain itu, mereka mempercepat pengembangan desain eksperimental yang akan menjamin keunggulan kinerja, desain ini yang nantinya akan menggantikan pesawat jet pertama Jerman (Messerschmitt Me 262 dan Heinkel He 162).

Hasilnya adalah serangkaian desain canggih, beberapa pesawat menggunakan sayap menyapu untuk meningkatkan kinerja transonik dan menggunakan desain ekor pendek berekor untuk tujuan yang sama. Semenjak insinyur pesawat Jerman sadar bahwa desain pesawat yang memiliki ekor dapat mengalami masalah stabilitas serius dalam transonik tersebut, berbagai metode stabilisasi dikembangkan. Desain tim Kurt Tank 's dipimpin oleh Hans Multhopp dirancang pada tahun 1945 desain pesawat tersebut kemudian dikenal sebagai "Huckebein", dan juga dikenal sebagai Project V (Proyek VI di beberapa referensi) atau Desain II di Focke-Wulf.

DESAIN
Pengembangan Ta 183 dimulai sejak tahun 1942 sebagai Proyek VI, ketika insinyur Hans Multhopp membentuk tim untuk merancang pesawat tempur baru, berdasarkan pemahamannya yang sebelumnya Focke-Wulf desain studi untuk pesawat tempur tidak memiliki kesempatan untuk mencapai hasil karena tidak memiliki potensi untuk memiliki kecepatan transonik. Pesawat ini direncanakan akan menggunakan mesin Heinkel HES 011 turbojet .

Persenjataan utama pesawat terdiri dari empat meriam 30 mm (1,18 di) MK 108. Pesawat ini memungkinkan juga untuk membawa beban bom seberat 500 kg (1.100 lb), terdiri dari satu 500 bom SD atau SC, satu BT 200 bom, lima SD atau SC bom atau kamera pengintai Rb 20/30. Senjata akan ditampung di ruang peralatan di bagian bawah badan pesawat.

Fw SuperLorin Modell kl3
Tim Multhopp juga serius mengeksplorasi versi kedua dari desain dasar, yang dikenal sebagai Desain III, dimodifikasi Desain II (aku tidak tahu apa namanya, mungkin Desain II ). Desain II  hanya dilakukan modifikasi kecil, dengan ujung sayap sedikit berbeda berbentuk dan reposisi dari mesin pendarat . Versi kedua memiliki sweepback berkurang sampai 32 °, memungkinkan sayap dan kokpit untuk dipindahkan ke belakang. Ekor juga didesain ulang, menggunakan mode  ekor pendek horisontal untuk me-mount kontrol permukaan tepat di atas garis belakang badan pesawat. Versi ini terlihat jauh lebih "konvensional" dengan cockpit modern, meskipun desain pesawat sedikit gemuk karena panjang pesawat keseluruhan terbilang lebih pendek dari HES 011.

Ilustrasi Pesawat Huckebein
kedua skema didaftarkan dalam kompetisi resmi yang diperintahkan oleh Oberkommando der Luftwaffe pada akhir 1944. Pada tanggal 28 Februari 1945, Komando Tinggi Luftwaffe memeriksa proposal berbagai pesawat fighter darurat dan memilih Junkers EF128 untuk dikembangkan dan diproduksi, tim Focke-Wulf mendapatkan tempat kedua. Namun, dalam beberapa minggu terakhir masa perang, diputuskan bahwa desain tim Focke-Wulf meupakan desain yang terbaik dan, pada pertemuan di Bad Eilsen , Tank diperintah untuk mengatur mock-up dan untuk merencanakan produksi penuh. Huckebein memiliki kecepatan yang direncanakan sekitar 1.000 km / jam (620 mph) pada ketinggian 7.000 m (22.970 kaki) dan diperkirakan bahwa 300 pesawat per bulan akan diproduksi, setiap pesawat akan diproduksi 2.500 orang perjam.

Sebanyak 16 prototipe itu harus dibangun, untuk menguji antara Desain II dan variasi III. Pesawat Versuchs (seri uji eksperimental), Ta 183 V1-V3 itu harus didukung oleh turbojet Jumo 004B, sambil menunggu pengiriman mesin jet 011 HES. Ta 183 V4-V14 merupakan pesawat pra-produksi dan V15-V16 digunakan untuk menjadi pesawat uji statis. Penerbangan pertama pesawat itu dilaksanakan pada Mei 1945, tetapi tidak pernah terwujud dengan disitanya fasilitas Focke-Wulf oleh pasukan Inggris pada 8 April 1945.

Karakteristik umum
Kru                             : Satu
Panjang                       : 9,20 m (30 ft 2 in)
Lebar sayap                : 10.00 m (32 ft 10 in)
Tinggi                          : (?)
Wing area                    : 22,5 m² (242 ft ²)
Berat kosong               : 2.380 kg (£ 5247)
Loaded weight             : 4.300 kg (£ 9480)
Powerplant                  : 1 × Heinkel HES 011 turbojet , 13 kN (2.700 lbf)
Kecepatan maksimum : 955 km / jam (593 mph)
Moyang dari                : MiG-15, MiG-17, F-86 Sabre

Persenjataan
4 × meriam 30 mm (1,18 di) MK 108
4 × Ruhrstahl X-4 AAMs atau bom 500 kg (£ 1102) 

Sumber : wikipedia.org

H-4 Hercules "Spruce Goose"


Hughes H-4 Hercules (no. pendaftaran NX37602 atau juga dikenal sebagai "Spruce Goose") adalah prototipe pesawat angkut berat yang dirancang dan dibangun oleh perusahaan Hughes Aircraft. Pesawat melakukan penerbangan satu-satunya pada tanggal 2 November 1947 dan proyek ini tidak pernah maju di luar contoh tunggal yang dihasilkan. Dibangun dari kayu karena bahan baku perang pembatasan pada penggunaan dari aluminium, itu dijuluki "Spruce Goose" oleh para kritikus, meskipun dibuat hampir seluruhnya dari birch, bukan cemara. Hercules adalah perahu terbang terbesar yang pernah dibangun, dan memiliki lebar sayap terbesar dari setiap pesawat dalam sejarah. Ia bertahan dalam kondisi yang baik di Evergreen Aviation Museum di McMinnville, Oregon, USA.

Sementara ide asli untuk HK-1 Hercules datang dari Henry J. Kaiser, pembuat kapal selama Perang Dunia II dan Angkatan Darat AS, Howard Hughes orang yang membawa 'Spruce Goose "ke dalam keberadaan di tahun 1947.

Pesawat kayu 400.000 pon memiliki lebar sayap 320 kaki (yang hanya 40 meter kurang dari lapangan sepak bola) dan diusulkan sebagai cara untuk membangun pesawat yang bisa membawa pasukan dan kargo tanpa menggunakan bahan perang yang berharga. Pesawat memiliki lambung tunggal yang besar, diproduksi dorong dengan delapan mesin dan pada saat itu selesai pada tahun 1947, memiliki biaya pemerintah US $ 22 juta dan Hughes $ 18 juta.

Hughes direncanakan untuk membawa 750 tentara yang lengkap atau salah satu tank Sherman M4. HK-1 adalah pesawat terbesar yang pernah dibangun hingga saat itu, pada kenyataannya, itu tiga kali lebih besar dari pesawat yang datang sebelumnya. Meskipun semua uang dan waktu yang masuk ke penciptaan, pesawat hanya terbang sekali; itu menempuh jarak satu mil, pada ketinggian sekitar 33 kaki.

Karakteristik umum
* Crew: 3
* Panjang: 218 ft 8 in (66,65 m)
* Lebar sayap: 319 ft 11 in (97,54 m)
* Tinggi: 79 ft 4 in (24,18 m)
* pesawat Tinggi: 30 ft (9,1 m)
* Berat terisi: £ 400.000 (180.000 kg)
* Mesin: 8 × Pratt & Whitney R-4360 Wasp Mayor mesin radial, 4.000 hp (2640 kW) masing-masing
* Propeller: berbilah empat Hamilton Standard, prop, 1 per mesin
o Propeller diameter: 17 ft 2 in (5,23 m)

Kinerja
* Kecepatan jelajah: 250 mph (407,98 km / h)
* Range: 3.000 mi (4.800 km)
* Service ceiling: 20.900 kaki (6.370 m)

Sumber            : Kaskus.co.id
                          Indowebster.com

XF-85 Goblin : "The Flying Egg"


XF-85 Goblin adalah sebuah pesawat tempur yang dikembangkan selama Perang Dunia II dan dimaksudkan untuk dibawa dalam ruang bom raksasa daro Convair B-36 bomber sebagai "parasite fighter" defensif. Karena kecil dan rupanya bundar, ia diberi nama "The Flying Egg".


Desain dan Pengembangan
Memiliki Bentuk Seperti Telur Terbang
McDonnell XF-85 Goblin dirancang untuk memenuhi kebutuhan USAAF untuk satu-kursi pesawat tempur-kawal "parasit" yang dapat diangkut oleh sebuah pesawat bomber besar. Pengembangan dua prototip telah diperintahkan pada Maret 1947. Desain hasilnya sepenuhnya memiliki batasan desain, yang diperlukan untuk dapat masuk ke dalam ruang bom dari B-36 (meskipun pertama kali diuji dengan pesawat B-29). B-36 ditunjuk sebagai pesawat induk yang dapat mengangkut tiga Goblins.

Sebuah badan pesawat kecil dan pendek dipasangi dengan sayap tertekuk yang dapat dilipat dan dipasang rendah/menengah, dengan bentang 21 kaki 1,5 inci (6,44 m). Pesawat ini bermesin sebuah turbojet Westinghouse J34-WE-7, dengan daya dorong 3000 lb (1361 kg). Tidak ada roda pendaratan kecuali untuk peluncuran darurat. Pesawat tempur ini dimaksudkan untuk dapat kembali ke pesawat induk dan dok dengan rekstok gantung, dengan menggunakan pengait yang dapat ditarik masuk.




Sejarah Pengoperasian
Sekarang sudah di musiumkan
McDonnell membuat dua prototipe Goblin (USAF Serial no. #46-523 dan #46-524). Selama pengujian terowongan angin di Moffett Field, California, prototipe pertama XF-85 rusak. Akibatnya, prototipe kedua-lah yang digunakan untuk uji penerbangan pertama; penerbangan pertama dilakukan pada tanggal 23 Agustus 1948. Karena prototipe B-36 tidak tersedia, semua tes penerbangan XF-85 dilakukan menggunakan pesawat induk konversi dari Boeing EB-29 Superfortress. Pada penerbangan pertama, setelah lebih dari dua jam uji terbang menjadi jelas bahwa turbulensi disekitar bomber membuat kesulitan kontrol. Dalam penerbangan, pesawat ini stabil, mudah diterbangkan dan cepat stabil setelah putaran. Namun, banyak pilot mengalami kesulitan untuk mengaitkan Goblin ke rekstok gantung Bomber.

Penghentian program XF-85 pada pertengahan 1949 merupakan akibat dari beberapa faktor:
1. Pengaitan pesawat ke pesawat induk terbukti jauh lebih sulit daripada yang diperkirakan; bahkan tes pilot berpengalaman juga mengalami kesulitan. (Di sisi lain, Chuck Yeager menyatakan bahwa pilot tes XF-85 tidak mampu melakukan formasi terbang.)
2. XF-85 bukan tandingan dari fighters konvensional musuh untuk melindungi bombers – pesawat ini lebih lambat dan persenjataannya jauh lebih ringan.
3. Meningkatnya jarak jangkau berbagai pesawat jet tempur-kawal (bersama-sama dengan ditemukannya pesawat pengisi bahan bakar) memungkinkan pesawat-kawal untuk melindungi bombers selama misi mereka.
4. Anggaran ketat yang berarti program kurang penting seperti XF-85 dibatalkan.


Nantinya, B-36 digunakan sebagai pesawat induk untuk tes serupa, yang membawa pesawat tempur konvensional Republik F-84 Thunderstreak. Tes ini, dikenal sebagai eksperimen FICON (Fighter Conveyor), juga dianggap kurang berguna untuk penggunaan jangka panjang, sehingga akhirnya dibatalkan.


Specifications (XF-85)
General characteristics
•Crew: 1
•Length: 14 ft 10 in (4.5 m)
•Wingspan: 21 ft 1 in (6.4 m)
•Height: 8 ft 3 in (2.5 m)
•Wing area: 90 ft² (8.3 m²)
•Empty weight: 3,740 lb (1,696 kg)
•Loaded weight: 4,550 lb (2,063 kg)
•Max takeoff weight: lb (kg)
•Powerplant: 1× Westinghouse XJ34-WE-22 turbojet, 3,000 lbf (13.3 kN)

Performance
•Maximum speed: 664 mph (1,069 km/h)
•Service ceiling: 48,000 ft (14,630 m)
•Rate of climb: 12,500 ft/min (3,810 m/min)
•Wing loading: 51 lb/ft² (247 kg/m²)
•Thrust/weight: 0.66

Armament
•4x 0.50 in (12.7 mm) M2 Browning machine gun

Jumat, 13 Juli 2012

Pesawat N-250


Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN.

Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.

Pertimbangan B.J. Habibie untuk memproduksi pesawat itu (sekalipun sekarang dia bukan direktur IPTN) adalah diantaranya karena salah satu pesawat saingannya Fokker F-50 sudah tidak diproduksi lagi sejak keluaran perdananya 1985, karena perusahaan industrinya, Fokker Aviation di Belanda dinyatakan gulung tikar pada tahun 1996.

Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km. (Pada pesawat baru, kapasitas mesin akan diturunkan yang akan menurunkan performa).

Avro lancaster, Sebuah Legenda Pesawat Pembom

Avro lancaster adalah pesawat pembom berat bermesin empat yang dirancang dan dibangun oleh Avro selama Perang Dunia Kedua untuk Royal Air Force (RAF). Mengikuti misi perdana dengan Komando Bomber RAF tahun 1942 dan, menjadi pembom berat utama yang digunakan oleh RAF, RCAF , dan skuadron udara lainnya dari Negara persemakmuran Inggris dan Negara Eropa lainnya. Lancaster menjadi pesawat paling terkenal dan paling sukses dari pesawat pembom malam Perang Dunia Kedua, karena telah menjatuhkan 608.612 ton bom.

Avro Lancaster
Lancaster, merupakan evolusi dari Manchester Avro , dirancang oleh Roy Chadwick dan ditenagai oleh empat mesin Rolls-Royce Merlins, atau dalam satu versi menngunakan mesin Bristol Hercules.

Lancaster memiliki bom bay yang panjang berarti Lancaster mampu membawa bom, bahkan bom terbesar yang digunakan oleh RAF, termasuk, lb 4.000 (1.812 kg), 8.000 lb (3.629 kg), atau 12.000 lb (5.443 kg) Blockbuster bombs, dan sering dilengkapi dengan bom yang lebih kecil atau incendiaries. Lancaster memiliki fleksibilitas yang sedemikian rupa sehingga dipilih untuk melengkapi Skuadron 617, dan telah dimodifikasi oleh Wallis Barnes agar mampu membawa "bom Bouncing" untuk melaksanakan Operasi, serangan terhadap bendungan Ruhr valley, Jerman. Meskipun Lancaster mempunyai keunggulan menjadi pembom malam hari, tetapi juga unggul dalam peran lainnya, termasuk pemboman siang hari presisi: dalam peran kemudian, sebuah Lancaster dimodifikasi untuk membawa 12.000 lb (5.443 kg) Tallboy dan akhirnya 22.000 lb (9979 kg) Grand Slam "earthquake" bom (juga dirancang oleh Wallis).

Avro Manchester
Pada awal tahun 1943, sebuah Lancaster diubah untuk menguji mesin Metropolitan-Vickers F.2 turbojet. Lancaster kemudian digunakan untuk menguji mesin yang berbeda, termasuk Armstrong Siddeley Mamba dan Rolls-Royce Dart turboprop , dan Avro Canada Orenda dan Dovern Stal turbojet. Pascaperang, Lancaster yang sebagai bomber utama strategis RAF digantikan oleh Lincoln Avro. kemudian Lancaster mengambil peran sebagai pesawat anti-kapal selam, pesawat patroli (kemudian digantikan oleh Shackleton Avro ) dan pesawat penyelamatan udara-laut. Lancaster juga digunakan dalam berbagai peran yang beragam seperti sebagai pesawat foto-pengintai dan pemetaan udara, sebagai tanker terbang untuk pengisian bahan bakar udara , dan sebagai Avro Lancaster, untuk menempuh jarak jauh dengan kecepatan tinggi untuk mengantarkan penumpang transatlantik dan pengiriman pos pesawat.



Desain dan pengembangan
Desain Lancaster berasal dari desain pembom bermesin ganda yang diajukan untuk memenuhi Spesifikasi P.13/36, untuk generasi baru pesawat pembom menengah bermesin ganda untuk "digunakan di seluruh dunia", menggunakan Vulture Rolls-Royce . Pesawat yang dihasilkan adalah Manchester , yang meskipun pesawat mampu, tetapi memiliki kurang bertenaga karena memiliki masalah dengan ketidak andalan mesin Vulture. Hanya 200 Manchesters yang dibangun, dan ditarik peredarannya pada tahun 1942.

Avro 's chief designer, Roy Chadwick, sudah bekerja pada sebuah desain Manchester perbaikan yang menggunakan empat dari lebih dapat diandalkan, tapi kurang kuat Rolls-Royce Merlin mesin pada sayap yang lebih besar. Pesawat ini awalnya ditunjuk Avro 683 Jenis Manchester III, dan kemudian berganti nama menjadi "Lancaster" . Prototipe pesawat BT308 dirancang oleh departemen penerbangan eksperimental Avro di Bandara Manchester 's Ringway. Uji coba HA "Bill" Thorn mengambil kontrol untuk penerbangan pertama di Ringway, pada Kamis, 9 Januari 1941. Pesawat ini terbukti mengalami peningkatan besar dari pendahulunya.

Beberapa perintah untuk mengubah Manchesters menjadi Lancaster; desain yang sangat mirip dan keduanya mempunyai kokpit kaca yang sama serta, hidung, menara, dan ekor kembar . Lancaster membuang sirip ekor gemuk ketiga dari Manchesters awal dan menggunakan rentang yang lebih luas dan lebih besar sirip kembar elips dari IA Manchester.

Kebanyakan Lancaster dibangun selama perang berlangsung yang diproduksi oleh Avro di Chadderton dekat Oldham , Lancashire dan uji terbang di Woodford Aerodrome, Cheshire . Lancaster lain dibangun oleh Metropolitan-Vickers (1.080, diuji di Woodford), dan Armstrong Whitworth . Pesawat ini juga diproduksi di Austin Motor Company bekerja di Longbridge , Birmingham, kemudian dalam Perang Dunia II dan pasca perang oleh Vickers-Armstrong di Chester serta di pabrik Vickers Armstrong, Castle Bromwich, Birmingham. Hanya 300 Lancaster B II yang dilengkapi dengan mesin Bristol Hercules, ini adalah modifikasi sementara yang disebabkan oleh kurangnya produksi mesin Merlin, sebagai fighter adalah prioritas yang lebih tinggi. Lancaster BII Banyak yang hilang setelah kehabisan bahan bakar. Lancaster B III memberikan Packard Merlin mesin tapi dinyatakan identik ke B kontemporer Apakah, dengan 3.030 B IIIs dibangun, hampir semua pada Avro s Heath Newton pabrik. BI dan B III dibangun secara bersamaan, dan modifikasi kecil telah dilakukan untuk kedua tanda sebagai batch baru diperintahkan. Contoh dari modifikasi adalah relokasi kepala pitot dari hidung ke sisi kokpit, dan perubahan dari de Havilland "jarum pisau" baling-baling untuk Hamilton Standard atau Nash Kelvinator dibuat "dayung pisau" baling-baling.

Hanya Kanada yang membangun Lancaster BX, diproduksi oleh Victory aircraft di Malton, Ontario , diproduksi dalam jumlah yang signifikan yaitu Sebanyak 430 jenis. Sebanyak 7.377 Lancaster dari semua Varian yang dibangun sepanjang perang dunia kedua, masing-masing dengan biaya 1943 dari £ 45-50,000 (sekitar £ 1,5 juta-£ 1.670.000 hari ini).



Karakteristik umum

    Kru                        : 7: pilot, insinyur penerbangan, navigator, bom aimer / hidung penembak, operator nirkabel, pertengahan atas dan penembak belakang
    Panjang                   : 69 ft 4 in (21,11 m)
    Lebar                      : 102 ft 0 in (31.09 m)
    Tinggi                      : 20 ft 6 in (6.25 m)
    Area sayap              : 1.297 kaki persegi (120,5 m²)
    Berat Kosong          : 36,457 lb (16,571 kg)
    Berat maksimum      : £ 68.000 (30.909 kg) [40]
    Max. takeoff weight : 72,000 lb (32,727 kg) with 22,000 (10,000 kg) bomb
    Mesin                      : 4 × Rolls-Royce Merlin XX liquid-cooled V12 engines , 1,280 hp (954 kW) each
    Kecepatan max        : 282 mph at 63,000 lb (28,576 kg) and 13,000 ft ( 3,962 m) altitude [ 35 ] (246 knots, 455.6 km/h)

Persenjataan
    Guns: 8× 0.303 in (7.7 mm) Browning machine guns in nose, dorsal and tail turrets, with variations
    Bom: bom Maksimum beban normal dari 14.000 lb (6.300 kg) atau £ 22.000 (10.000 kg) Grand Slam dengan modifikasi untuk membom teluk. 

Lynx, Helicopter From Black Country


Westland Lynx adalah helicopter militer multi fungsi dari Inggris, dirancang dan dibangun oleh Westland Helicopter di Yeovil.  Penerbangan perdananya pada 21 Maret 1971 dengan nama Westland WG.13. Pada awalnya Westland Lynx dirancang untuk membantu kepentingan umum dan angkatan laut, ketertarikan militer mendorong pengembangan varian angkatan laut lainnya dan pengembangan untuk pemakaian di medan pertempuran. Lynx mulai dioperasikan pada tahun 1977 dan kemudian digunakan oleh angkatan bersenjata di berbagai negara, yang berperan untuk pengangkutan taktik, pengiring angkatan bersenjata, pertempuran anti-kendaraan baja (dengan delapan BGM-71 TOW), anti-kapal selam, pengintaian dan evakuasi. Pada tahun 1986 sebuah Lynx dimodifikasi khusus mengatur arus Fédération Aéronautique Internationale's untuk merekam kecepatan udara helicopter. Helikopter ini diproduksi dan dipasarkan oleh Westland Aircraft (sekarang bernama AgustaWestland).

Desain awal yang kemudian dikenal sebagai Westland WG.13 mulai dibangun pada pertengahan 1960-an sebagai pengganti Westland scout dan Wasp , dan alternatif yang lebih maju dari UH-1 Iroquois. Sebagai bagian dari perjanjian helikopter antara Inggris dan Perancis yang ditandatangani pada Februari 1967, perusahaan Perancis Aérospatiale diberikan bagian kerja dalam proyek pembuatan. Aérospatiale menerima 30% dari produksi dan Westland melakukan sisanya. Hal ini dimaksudkan bahwa Perancis akan membeli Lynxes untuk nya Angkatan Laut dan helikopter sebagai pengintai bersenjata untuk Angkatan Darat Perancis, dengan Inggris sebagai imbalan membeli Gazelle Aérospatiale dan Pumas bagi pasukan bersenjatanya. Tentara Perancis dibatalkan kebutuhannya untuk Lynxes pada Oktober 1969.

 Desain Lynx asli ditenagai oleh dua mesin Rolls-Royce Gem 2 turboshaft, dan menggunakan banyak komponen berasal dari scout dan wasp. Prototipe Lynx pertama terbang perdana pada 21 Maret 1971. Pada tahun 1972, Lynx memecahkan rekor dunia kecepatan mutlak bagi helikopter pada lintasan 15 dan 25 km dengan kecepatan sampai dengan 321,74 km / jam (199,92 mph).

Tentara Inggris memesan 100 Lynx AH (Army Helicopter) Mk.1 untuk berbagai keperluan, termasuk pengangkutan taktik, pengiring angkatan bersenjata, pertempuran anti-kendaraan baja (dengan delapan BGM-71 TOW), pengintaian dan evakuasi. Angkatan bersenjata Britania Raya telah melengkapi sistem Marconi Elliot AFCS pada Lynx untuk penstabilan otomatis pada tiga poros. Lynxes mulai produksi untuk dikirim dimulai pada tahun 1977.

Karakteristik umum
    Kru                                         : 2 atau 3
    Kapasitas                                : 10 pasukan
    Muatan                                    : 737 kg
    Panjang                                    : 15,241 m (50 kaki)
    Diameter Baling-baling              : 12,80 m (42 kaki)
    Tinggi                                       : 3,734 m untuk mk7; 3,785 m untuk mk9 (12,25 ft untuk mk7; 12,41 ft untuk mk9)
    Disc area                                  : 128,71 m² (1.385 ft ²)
    Berat kosong                            : 3.291 kg (£ 7255)
    Max. Berat lepas landas            : 5.330 kg (£ 11.750)
    Mesin                                       : 2 × Rolls-Royce Gem turboshaft, 835 kW (1.120 shp) masing-masing
    Kecepatan maksimum               : 324 km / jam (201 mph)

Persenjataan:
2 x torpedo atau 4x Skua Laut rudal atau biaya x 2 kedalaman.

2 x meriam 20mm, 2 x polong roket 70mm CRV7 , 8 x TOW ATGM  

7.62mm Senjata Mesin Tujuan Umum (AH.7 dan AH.9), Browning kaliber .50 AN/M3M senapan mesin berat (HAS.3 dan HMA.8)