Ads 468x60px

Kapal Perusak

Kapal Perusak (Destroyer)

Kapal perusak atau destroyer merupakan kapal perang yang mampu bergerak cepat serta lincah bermanuver. Fungsi kapal perusak adalah memproteksi armada kapal perang yang berukuran lebih besar seperti kapal induk (carrier) atau capital warship (kapal tempur (battleship) atau kapal penjelajah (cruiser)) dari ancaman serangan peralatan perang yang lebih kecil seperti kapal...

Read More
Historical Battle of Iwo

Historical Battle of Iwo Jima

Pertempuran Iwo Jima terjadi antara 19 Februari - 26 Maret 1945, (dengan kode sandi Operasi Detasemen) adalah pertempuran di mana Amerika Serikat bertujuan merebut Iwo Jima dari Jepang. Invasi AS memiliki misi merebut dua lapangan udara di Iwo Jima. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut. Perang ini disebut sebagai perang tersengit...

Read More
Olimpedit quo minus

Mitsubishi A6M/Zero

Mitsubishi A6M yang terkenal, secara popular disebut dengan julukan “Zero”, adalah pesawat tempur kapal induk pertama di dunia yang mampu mengalahkan pesawat tempur “land-based” sejaman yang dia hadapi. Karena kecerobohan inteligen Sekutu, pesawat ini mampu meraih superioritas udara intermediet diatas Hindia Timur dan Asia Tenggara....

Read More
Itaque earum rerum

TBF Avenger

Grumman TBF Avenger adalah pesawat pembom torpedo yang awalnya dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat dan Korps Marinir , dan pada akhirnya digunakan oleh beberapa angkatan laut dunia. Mengawali karir AS pada tahun 1942, dan memulai debutnya pada Pertempuran Midway . Akibat minimnya pengalaman penerbang pembom torpedo Amerika,...

Read More
Epudiandae sint molestiae

KRI Irian

Kapal jenis ini adalah Kapal Penjelajah konvensional terakhir yang dibuat untuk AL Soviet, 13 kapal diselesaikan sebelum Nikita Khrushchev menghentikan program ini karena kapal jenis ini dianggap kuno dengan munculnya rudal (peluru kendali). Kapal ini adalah versi pengembangan dari Penjelajah Kelas Chapayev. KRI Irian sebenarnya adalah kapal Penjelajah Ordzhonikidze dari armada Baltik AL Soviet...

Read More
Sahut aut reiciendis

Tank Tiger, Masterpiece From world War 2

Tank Tiger adalah salah satu jenis Tank Berat Jerman yang beroperasi pada waktu Perang Dunia ke 2. Nama resmi Tiger adalah PzKpfw VI Ausf. E yang disandangnya sejak Maret 1943. Tank Tiger muncul pertama kali pada tahun 1942 sebagai usaha Jerman untuk mengalahkan Tank Uni Soviet, T 34 yang terkenal dengan mobilitas dan daya serang yang tinggi. Tank Tiger dirancang oleh Henschel dan Sohn dengan berat sekitar 60 ton tiap buahnya. Selama Perang...

Read More
Tampilkan postingan dengan label HISTORY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HISTORY. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juli 2012

Historical Battle of Iwo Jima


Pertempuran Iwo Jima terjadi antara 19 Februari - 26 Maret 1945, (dengan kode sandi Operasi Detasemen) adalah pertempuran di mana Amerika Serikat bertujuan merebut Iwo Jima dari Jepang. Invasi AS memiliki misi merebut dua lapangan udara di Iwo Jima. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut.
Perang ini disebut sebagai perang tersengit dan paling berdarah di arena Perang Dunia II.  Dari 22.000 orang tentara Jepang yang bertahan, hanya 300 orang yang tertangkap hidup secara berangsur, termasuk 3 orang yang baru tertangkap tahun 1951, 6 tahun setelah perang berakhir. Korban di pihak Sekutu pun tidak kecil. Dari 70.000 orang tentara yang terlibat langsung dalam operasi ini, 6.800 orang gugur (data resmi pihak Sekutu) dan lebih dari 19.000 orang luka berat dan ringan.

Operasi Detasemen ini merupakan operasi dengan korban terbesar di pihak AS. Korban disini lebih besar daripada jumlah korban tewas dalam Pertempuran Atol Tarawa. Korban luka-luka di Pertempuran Atol Tarawa mencapai 22.000 prajurit. Sengitnya pertempuran ini juga ditunjukkan dari jumlah Medali Kehormatan, penghargaan tertinggi dari pemerintah AS untuk prajurit yang dianggap berjasa dalam perang. Dari jumlah 82 medali yang dibagikan untuk semua Marinir yang telibat Perang Dunia II, 28 diantaranya diberikan untuk prajurit yang terlibat di front Iwo Jima ini.
Raising Flag on iwo Jima

Pertempuran ini terkenal dengan sebuah foto yang menggambarkan sejumlah tentara Amerika yang sedang menegakkan bendera Amerika Serikat di puncak Gunung Suribachi saat pertempuran berlangsung. Foto tersebut menjadi sebuah foto yang monumental bagi negara Amerika mengenai peperangan di Iwo Jima. Foto tersebut diproduksi oleh berbagai media massa di Amerika. Penduduk Amerika seakan tidak pernah bosan karenanya. Roosevelt, presiden Amerika pada saat itu, melihat hal itu sebagai sebuah ide yang tepat untuk tema tur penggalangan dana yang akan dilakukan (bond tour). Tour tersebut berhasil menggalang dana sebesar 24 miliar dolar (pada tahun 1945) yang merupakan penggalangan dana terbesar dalam sejarah Amerika.
                          
ARTI PENTING IWO JIMA

Gunung Suribachi
Iwo Jima sendiri bukanlah pulau yang indah melainkan sebuah pulau yang tertutup pasir berwarna hitam yang berasal dari gunung api Suribachi. Disana masih banyak lubang-lubang yang mengeluarkan asap, jurang-jurang yang dalam dan batu karang yang tinggi. Ukurannya sendiri tidaklah besar, hanya 8 mil persegi. Namun pulau yang nampak buruk ini memiliki nilai tinggi dilihat dari sisi militer. Pesawat pengebom B-29 bisa terbang dari pulau Saipan untuk mengebom Jepang, hanya saja pulau Saipan masih terlalu jauh dari Jepang (1.200 mil) sehingga pengebom tersebut tidak bisa dikawal pesawat-pesawat pemburu, kecuali jika pesawat-pesawat pemburu itu dilepaskan dari kapal induk dalam jarak yang lebih dekat lagi dengan Jepang.

Letak pulau Iwo Jima lebih dekat dengan Jepang (600 mil) , jika pulau ini bisa direbut dan digunakan sebagai pangkalan udara maka B-29 dapat terbang lebih cepat menuju Jepang sekaligus mendapatkan pengawalan pesawat-pesawat pemburu. Sebab di  jepang masih terdapat 10.000 pesawat terbang berbagai jenis.


PERSIAPAN

Strategi Sebelum Pendaratan
http://johnbatchelorshow.com/images/Iwo%20Jima%20with%20Landing%20Craft%20and%20Mt.%20Suribachi.jpg
Pendaratan pasukan Amerika di Iwo Jima
Pendaratan di Iwo dilakukan pada tanggal 9 Februari 1945. Tiga hari sebelumnya, kapal-kapal perang dan kapal-kapal pengangkut yang akan menurunkan 60.000 marinir sudah berlabuh di depan pantai Iwo.
Untuk mencegah gangguan dari pesawat udara Jepang, diseranglah Tokyo tiga hari sebelum serangan Iwo 16 Februari 1945 ini di bawah pimpinan Spruance, dan satuan tugas dengan kapal-kapal induk di bawah Mitscher, bernama Task Force 58. Pada titik 120 mil dari Tokyo, dilepaslah pesawat untuk menyerang sasaran utama, pabrik pesawat terbang Jepang.
Serangan ini berlangsung beberapa hari, sehingga tujuan lain pun tercapai: selama pendaratan Sekutu di Iwo (600 mil dari Tokyo), tidak ada serangan dari pesawat udara Jepang. Laut dan udara di sekitar Iwo dikuasai Sekutu. Tinggal pertempuran di daratan pulau Iwo Jima , menghadapi the most formidable defended eight square miles (delapan mil yang paling hebat dipertahankan di Pasifik).

Benteng Kokoh Iwo Jima
Iwo Jima adalah pulau gunung api yang baru muncul dari laut belum sampai 90 tahun. Terdapat Gunung Suribachi, yang masih terdapat lubang-lubang yang mengeluarkan uap, tanda bahwa pulau ini masih aktif. Di sebelah tengah dan utara terdapat jurang-jurang dalam, batu karang yang tinggi – satu pulau yang ideal untuk dipertahankan. Jenderal Kuribayashi memerintahkan para insinyurnya mendirikan benteng-benteng di bawah tanah, di dalam gunung Iwo Jima. Terowongan bawah tanah sepanjang 5.000 meter digali Jepang, yang satu sama lain berhubungan (seperti jaring laba-laba).
http://rifkymedia.files.wordpress.com/2009/12/b-29_in_flight.jpg
Pesawat B-29
Selama 74 hari pulau itu di bom oleh pesawat-pesawat B-24. Pada jam 02:00 19 Februari 1945, tembakan-tembakan dari battleship membuka serangan ke pulau Iwo Jima. Segala jenis persenjataan digunakan Amerika untuk menyerang pulau, mulai dari meriam-meriam kapal tempur, senjata anti pesawat hingga roket-roket, semua itu ditambah lagi dengan 100 pesawat pengebom yang menyerang pulau Iwo Jima. Namun pihak Amerika tidak menyangka pertahanan Jepang masih utuh. Taktik Kuribayashi terbukti ampuh. Pulau seperti iwo jima, tahan bom apa pun juga. Selama 72 hari sebelum mendarat, Sekutu membomnya berturut-turut.

Jam 08:59, 30.000 Marinir dari 3rd, 4th, and 5th Marine Divisions mendarat di pantai Iwo Jima, saat itu masih belum terdengar tembakan dari tentara Jepang sehingga para Marinir mengira bahwa bombardment dari kapal-kapal perang dan pesawat sudah berhasil membunuh semua tentara Jepang di pulau itu.

http://i41.photobucket.com/albums/e263/DeGanteng/USS_New_York-11-bombard-IwoJIma.jpg
USS New York
Namun saat Marinir mulau bergerak maju, secara tiba-tiba bunker-bunker Jepang mulai menembaki mereka. Marinir sendiri kesulitan mencari bunker Jepang, bunker-bunker itu tersamarkan dengan baik sehingga kadang baru terlihat jika tentara Jepang yang di dalamnya menembak. Medan pasir vulkanis ikut memperburuk keadaan, menggali lubang perlindungan di sana sia-sia sebab pasir vulkanis akan segera menutup lubang yang baru dibuat itu. Meriam artillery Jepang terletak di dalam lubang perlindungan yang diperkuat dengan pintu baja, begitu selesai menembak maka pintu baja itu ditutup untuk mencegah balasan tembakan dari pihak Sekutu.

Dan lebih buruk lagi bunker-bunker itu memiliki semacam terowongan yang berhubungan satu dengan yang lain. Jadi saat satu bunker berhasil dibersihkan dengan flamethrower atau granat, tentara Jepang yang lain segera mengisi bunker itu.

Prajurit yang maju merangkak, mungkin selamat dari tembakan senapan mesin, tapi tidak terhadap peluru dan pecahan mortir. Dan mortir yang di gunakan Jepang di Iwo adalah mortir raksasa. Besar diameternya 320 mm, mortir terbesar yang pernah digunakan di medan Perang Pasifik.


Marinir juga menggunakan delapan tank M4A3R3 Sherman dan dipersenjatai dengan Navy Mark I flame thrower ("Ronson" atau Zippo Tanks) untuk membersihkan pertahanan Jepang. Tank ini terbukti efektif, lapisan bajanya dapat melindungi awak tank dari senapan mesin Jepang, terkecuali meriam berat. Sedangkan di langit, pesawat-pesawat P-51 Mustang menembaki daerah-daerah yang dicurigai sebagai bunker Jepang.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/87/Tadamichi_Kuribayashi1.jpg/200px-Tadamichi_Kuribayashi1.jpg
Jendral Kuribayashi
Setelah kehabisan air minum, makanan dan perbekalan, tentara Jepang mulai kehilangan semangatnya. Beberapa melakukan bunuh diri dengan granat. Jendral Kuribayashi sendiri sebenarnya sejak awal memerintahkan untuk jangan melakukan serangan banzai, namun beberapa tentara Jepang nekat melakukan banzai di malam hari.

Salah satu pesan Jendral Kuribayashi kepada tentara Jepang di Iwo Jima

We shall defend this island with all our strength to the end.
We shall fling ourselves against the enemy tanks clutching explosives to destroy them.
We shall slaughter the enemy, dashing in among them to kill them.
Every one of our shots shall be on target and kill the enemy.
We shall not die until we have killed ten of the enemy.
We shall continue to harass the enemy with guerrilla tactics even if only one of us remains alive. 

Akibat pertempuran

Di Iwo ini pasukan Sekutu yang mati 550 orang, tapi yang luka 16.000 orang. Mungkin kita menganggap jumlah yang mati saja yang penting, karena luka bisa sembuh. Tapi dengan luka yang seperti dijelaskan diatas akibat mortir 320 mm, maka dapatlah dibayangkan apa yang terjadi.

Inilah perang dalam bentuk hebat. Tapi yang paling hebat ialah orang yang menjadi gila karena suara dentuman, ledakan, hujan peluru artileri, mortir, senapan mesin, dan dinamit. Serdadu yang karena “senewen” menjerit-jerit, dan berontak-rontak di atas usungan di mana dia diikat. Luka tubuhnya mengerikan, tapi jiwa yang robek karena peperangan, adalah war at its worst, perang dalam bentuk sehebat-hebatnya. Keith Weeler, wartawan Chicago Times bilang: There’s more hell in there than I’ve seen in the rest of this war put together. “Iwo Jima seperti neraka, lebih hebat daripada semua pengalaman saya selama peperangan ini digabung menjadi satu.”

Senjata yang paling ditakuti Jepang adalah penyembur api (flamethrower) merek Ronson. Tetapi pasukan dengan penyembur api itu tidak bisa berbuat banyak kalau sasaran masih jauh. Bila maju sendirian, maka akan dihadang hujan tembakan. Maka digunakan tank bulldozer, sebuah kendaraan berlapis baja, yang meratakan jalan bagi barisan penyemprot api. Tapi Kuribayashi dengan cepat pula mengubah taktiknya. Kemudian semua peluru. Ditujukan. Kepada tank buldozer itu.

Tetapi bagaimanapun kuat dan cerdiknya Kuribayashi dengan benteng dan orang-orangnya, kalau laut dan udara dikuaai musuh, dan bala bantuan tidak bisa didatangkan, benteng itu akhirnya harus jatuh juga.

Harga Mahal Yang Harus Dibayar
Lebih dari 20.000 marinir Amerika yang mati dan luka. Terlalu mahalkah untuk mendapatkan Iwo Jima? Jawab mereka: tidak. Sampai akhir peperangan, 2.251 pesawat B29 mendarat di Iwo. Sebagian besar dari ini akan lenyap, kalau Iwo tidak ada. Tiap B-29 itu mempunyai anak buah sebanyak 11 orang, sehingga jumlahnya yang mendarat 24.761 orang, hampir sama dengan 22.082 marinir Amerika yang mati dan luka ketika merebut Iwo . Menurut Amerika korban itu seimbang dengan nilai Iwo sebagai pangkalan.

Itulah perang, di mana prestasi manusia antara lain terukur dari berapa nyawa yang dicabut dan darah yang ditumpahkan.



Sumber           : www.indowebster.web.id
                          www.kaskus.co.id
                          Wikipedia.org
                          dainipponjepang.blogspot.com
                          gadingmahendradata.wordpress.com
                          www.kompasiana.com/jayakardi

Pertempuran Biak


Pertempuran Biak merupakan bagian dari kampanye Niugini dalam Perang Dunia II. Pertempuran tersebut dilakukan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat dan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dari 27 Mei 1994 hingga 20 Juni 1994. Di sinilah untuk pertama kalinya pihak Jepang menggunakan taktik penyergapan dalam skala besar di Perang Dunia II.

LATAR BELAKANG
Schouten Islands (IN) Topography.png
Pulau Biak
Pulau Biak mendominasi jalan masuk ke Teluk Geelvink, di dekat ujung barat Pulau Papua. Pulau tersebut dipertahankan oleh 11.000 pasukan Jepang di bawah komando Kolonel Kuzume Naoyuki. Karena ia tak menyukai doktrin penghancuran musuh di tepi perairan, ia memutuskan untuk membiarkan pihak Amerika mendarat ke pantai tanpa perlawanan, supaya mereka tanpa curiga melenggang masuk ke dalam perangkap yang telah ia persiapkan bagi mereka. Keputusan ini menyebabkan kawasan di sekitar lapangan udara yang vital di pulau tersebut diubah menjadi jaringan bawah tanah militer penuh gua dan kubu pertahanan, yang berisi infantri, senapan otomatis, artileri, regu-regu mortir, dan tank-tank ringan Tipe 95 Ha-Go. Naoyuki juga membekali posisi-posisi tersebut dengan amunisi, makanan dan minuman dalam jumlah berlimpah agar bisa bertahan selama berbulan-bulan. Di Biak, air minum tak tersedia dalam jumlah banyak, sehingga di sana hawa panas dan kelembapan akan mengakibatkan korban dalam jumlah yang hampir sama dengan peluru musuh.
Dari satu pesan bertanggal 4 Mei 1944 yang berhasil disadap, diketahui bahwa intelijen Komando Pasukan Area ke-2 AD Kekaisaran Jepang menyangka pendaratan Sekutu berikutnya akan dilakukan di Biak, sehingga pendaratan pendahuluan dilakukan terhadap Wakde pada tanggal 17 Mei, dalam perjalanan menuju Biak. Di sana sebuah lapangan terbang yang lebih kecil tersedia, yang bisa digunakan sebagai pangkalan garis depan hingga lapangan-lapangan terbang di Biak siap digunakan. Walaupun prakiraan intelijen memperkirakan pasukan musuh berjumlah sekitar 5000 orang, sebuah pesan yang berhasil disadap pada akhir bulan April mengungkapkan jumlah pasukan berdasarkan kebutuhan ransum sekitar 10.800 orang, walau angka tersebut dianggap mewakili proyeksi kekuatan, dan bukan kekuatan riil saat ini.

PERTEMPURAN
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/88/Assault_on_Biak.jpg/250px-Assault_on_Biak.jpg
Serangan Terhadap Pulau Biak
Resimen Infantri ke-162 dari Divisi ke-41 AD AS mendarat di Biak pada 27 Mei 1944, dan, pada pukul 5.15 sore, berhasil mendaratkan 12.000 orang pasukan, dengan 12 tank Sherman, 29 artileri lapangan, 500 kendaraan dan 2400 ton suplai. Salah satu suplai tersebut adalah es krim, yang langsung dibagikan di hari pertama. Daratan pulau tersebut adalah karang yang keras, sehingga mesti diledakkan dengan dinamit supaya buldozer bisa bekerja di sana dengan lancer.
Mereka bergerak masuk ke dalam pulau dengan penuh percaya diri dalam keyakinan hanya akan menghadapi perlawanan ringan, hingga mereka mencapai lapangan terbang yang vital itu. Kemudian, dari dataran sekitar dan tepian-tepian puncak perbukitan di atas, muncul badai peluru dan proyektil meriam yang membuat mereka berlindung tanpa bisa kemana-mana. Setelah malam tiba, barulah traktor-traktor amfibi berhasil mengeluarkan mereka dari jebakan tersebut. Pada hari berikutnya, mereka mencapai lapangan Mokmer, dengan sasaran lapangan Sorido. Pasukan Jepang tetap bertahan, dan menunda jatuhnya lapangan Mokmer selama sepuluh hari.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/97/TankshermanM4.jpg/250px-TankshermanM4.jpg
Tank M4 Sherman
Karena penundaan tersebut, markas Komando AU ke-5 di Nadzab mengatur agar Pulau Owi, yang berada di sebelah selatan pantai Bosnik (hanya beberapa kilometer sebelah timur Mokmer), direbut pada tanggal 2 Juni, lalu membangun dua landasan sepanjang 7.000 kaki di sana. Sebuah detasemen garis depan ditempatkan di sana bersama 15.000 orang pasukan, satu grup pesawat pengebom, dua grup pesawat pemburu, dan satu grup pesawat pemburu malam hari P-61 "Black Widow."
Dari sebuah sadapan, Unit Nirkabel ke-1 RAAF mendapat informasi bahwa Letjen Takuzo Numata, Kepala Staf Komando Pasukan Area ke-2 AD sedang berada di pulau tersebut dalam sebuah tur inspeksi. Pangkatnya lebih tinggi dari Kolonel Kuzume, dan mengirim pesan yang memohon agar dirinya dievakuasi. Dirinya dievakuasi oleh pesawat amfibi dari Teluk Korin pada tanggal 20 Juni. Pada tanggal 22 Juni, Kolonel Kuzume membakar panji-panji kesatuan lalu melakukan hara kiri.

Karena Laksamana Toyoda membutuhkan landasan-landasan di Biak untuk menyerang Armada Pasifik AS, ia melancarkan Operasi Kon, upaya untuk menyelamatkan Biak. Sebuah serangan pada tanggal 8 Juni berhasil dibendung oleh kekuatan laut Amerika dan Australia. Serangan pertama pada tanggal 1 Juni dibatalkan ketika sebuah pesawat Jepang memberi laporan keliru yang menyatakan kehadiran sebuah kapal induk AS, dan serangan ketiga pada tanggal 13 Juni dialihkan ke utara, ke Laud Filipina untuk menyerang kapal-kapal induk Armada ke-5 AS; serangan ini mestinya mengikutsertakan kapal-kapal tempur super Jepang, Yamato dan Musashi.

Pasukan Amerika berhasil menembus pertahanan Jepang pada tanggal 22 Juni, di mana daerah pesisir dari Bosnik hingga Sorido berhasil direbut, termasuk tiga lapangan terbang di Sorido (4500 kaki), Borokoe (4500 kaki), dan Mokmer (8000 kaki). Masih tersisa sekitar 3.000 pasukan Jepang yang mencoba menggalang serangan balik penghabisan hingga 17 Agustus. [7] Bleakley mengenang bahwa dalam sebuah gubuk bambu berisi peralatan rekreasi Jepang, semacam PX atau toko khusus militer yang memuat "lusinan pasang sepatu skating" – "di sebuah pulau antah berantah di khatulistiwa!". Selama beberapa waktu ia menyimpan sepasang sebagai suvenir, dan berkata bahwa para prajurit Jepang diberitahu kalau mereka berada di sebuah pulau lepas pantai San Francisco, dan tak lama lagi akan menginvasi Amerika. Ia berada bersama Unit Nirkabel ke-1 RAAF, satu-satunya kesatuan Australia di pulau tersebut.

AKHIR PERTEMPURAN
Bagi pihak Amerika, perebutan Pulau Biak memakan korban 474 orang tewas dan 2.428 luka-luka. Pihak Jepang kehilangan 6.000 orang tewas dan 450 orang tertawan, sehingga lebih dari 4.000 orang lainnya tak diketahui nasibnya atau hilang dalam tugas dan diasumsikan tewas. Artinya, mereka dimusnahkan. Setelah itu, tak ada lagi serangan Banzai tanpa pikir panjang dan penuh emosi, yang biasanya membuat kekuatan Jepang terkuras hingga pupus. Biak merupakan pertempuran yang melelahkan dan alot. Taktik penyergapan atau menunda-nunda ini diulangi di Pertempuran Peleliu, Pertempuran Okinawa, dan Pertempuran Iwo Jima, yang sebelumnya diperkirakan Korps Marinir AS dan AD AS bisa dimenangkan hanya dalam beberapa hari atau minggu saja, tapi justru berlanjut hingga berbulan-bulan, dengan kerugian yang sangat besar, bukan hanya karena menghabiskan waktu yang berharga, tapi juga jatuhnya korban jiwa dan peralatan yang jauh lebih berharga.

MONUMEN
Di pantai Paray, di antara desa Mokmer dan Bosnik, sekitar tujuh kilometer dari Biak Kota, terdapat sebuah monumen peringatan Perang Dunia II. Monumen ini dibangun pada tahun 1994 lewat kerjasama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang. Ada pula gua Jepang Binsari, yang terletak di Desa Sumberker, Samofa, sekitar lima kilometer dari Biak Kota.

Wikipedia.org

Rabu, 20 Juni 2012

Pesawat Yang Sering Di Gunakan Selama Perang Dunia Ke-2


P-51 Mustang




Nama : North american p-51 mustang
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× packard v-1650-7)
Maximum speed : 703 km/h (437 mph)
Jarak maksimum (range) : 2,755 km
Senjata : 6 senapan mesin (m2 browning machine guns), 10 roket, 2 bom



P-47 thunderbolt


 

Nama : Republic p-47 thunderbolt
Tipe : Fighter-bomber
Mesin : Piston (1× pratt & whitney r-2800-59) radial
Maximum speed : 697 km/h (433 mph)
Jarak maksimum (range) : 1290 km (combat), 2900 km (ferry)
Senjata : 8 senapan mesin (m2 browning machine guns), 10 roket, bom


P-38 Lightning


 

Nama : Lockheed p-38 lightning
Tipe : Heavy fighter
Mesin : 2 mesin piston
Maximum speed : 712 km/h
Jarak maksimum (range) : 1770 km – 3640 km
Senjata : 1 kanon, 4 senapan mesin, roket, bom

B-29 superfortress




Nama : Boeing b-29 superfortress
Tipe : Bomber (strategic)
Mesin : 4 mesin piston radial turbo
Maximum speed : 574 km/h
Jarak maksimum (range) : 5,230 km
Senjata : Kanon, 10 senapan mesin, 9000 kg bom


Vought F4U Corsair


Nama : Vought F4U Corsair
Tipe : Fighter
Mesin : 1× Pratt & Whitney R-2800-8W radial engine, 2,250 hp (1,678 kW)
Maximum speed: 425 mph (369 kn, 684 km/h)
Jarak maximum: 1,015 mi (882 nmi (1,633 km))
Senjata : 4 senapan mesin, 4 kanon, Bom (910 kg)


Spitfire


Nama : Supermarine spitfire
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× rolls-royce merlin 45 )
Maximum speed : 605 km/h
Jarak maksimum (range) : 1,840 km
Senjata : 2 kanon, 4 senapan mesin (browning machine guns), 2 bom (113 kg)
    
Hawker hurricane


Nama : Hawker hurricane
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (rolls-royce merlin xx )
Maximum speed : 547 km/h
Jarak maksimum (range) : 965 km
Senjata : 4 kanon, 2 x 230 kg bom

Hawker Typhoon



Nama : Hawker Typhoon
Tipe : Fighter-Bomber
Mesin : piston
Maximum Speed : 663 km/h
Jarak maksimum (Range) : 821 km
Senjata : 4 kanon, 8 roket (Air to Ground), 2 bom

Mosquito 


Nama : De havilland DH.98 Mosquito
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston Rolls-Royce Merlin
Maximum Speed : 610 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,500 km
Senjata : 4 Kanon, 4 Senapan mesin, 1800 kg bom

Ilyushin II-2


Nama : IL-2 Sturmovik
Tipe : Fighter (Ground attack)
Mesin : Piston (1× Mikulin AM-38F)
Maximum Speed : 414 km/h
Jarak maksimum (Range) : 720 km
Senjata : 2 Senapan mesin (ShKAS), 2 kanon, 8 roket, 2 bom

Yak-3 


Nama : Yakovlev Yak-3
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Klimov VK-105PF-2)
Maximum Speed : 655 km/h
Jarak maksimum (Range) : 650 km
Senjata : 2 Senapan mesin, 1 Kanon


MiG-3


Nama : Mikoyan-Gurevich MiG-3
Tipe : Fighter
Mesin : 1 Mesin piston (Mikulin AM-35A)
Maximum Speed : 640 km/h
Jarak maksimum (Range) : 820 k
Senjata : 6 roket, 3 Senapan mesin, 2 penyemprot gas kimia, 2 bom


Pe-2


Nama : Petlyakov Pe-2
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston (Klimov M-105P)
Maximum Speed : 580 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,160 km
Senjata : 3 Senapan mesin, 1600 kg bom


Fw-190




Nama : FockeWulf Fw-190
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× BMW 801 D-2) radial
Maximum Speed : 685 km/h
Jarak maksimum (Range) : 835 km
Senjata : 2 Senapan mesin (MG-31 machine guns), 2 kanon, 1 bom 500 kg (opsional)

Ju-87 Stuka 


Nama : Junkers Ju-87 Stuka
Tipe : Ground attack, Dive Bomber
Mesin : Piston (Junkers Jumo 211D)
Maximum Speed : 390 km/h
Jarak maksimum (Range) : 500 km
Senjata : 3 Senapan mesin, 3 bom

Heinkel He-111


Nama : Heinkel He-111
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston (Jumo 211F-1)
Maximum Speed : 440 km/h
Jarak maksimum (Range) : 2,300 km
Senjata : 1 Kanon, 8 Senapan mesin, 2500 kg bom

Messerschmitt Bf 110 G-4.




Nama : Messerschmitt Bf 110 G-4
Tipe : Night Fighter
Mesin : 2 Mesin piston (Daimler-Benz DB 605B)
Maximum Speed : 595 km/h
Jarak maksimum (Range) : 900 km – 1300 km
Senjata : 2 Kanon, 4 Senapan mesin

Messerschmitt Me-163 (Komet)


Nama : Messerschmitt Me-163 Komet
Tipe : Interceptor Fighter
Mesin : Mesin roket bipropellant
Maximum Speed : 1,060 km/h
Jarak maksimum (Range) : 40 km
Senjata : 2 Kanon

Messerschmitt Me-262 Schwalbe


Nama : Messerschmitt Me-163 Komet
Tipe : Interceptor Fighter
Mesin : 2 mesin turbojet (Junkers Jumo 004 B-1)
Maximum Speed : 900 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,050 km
Senjata : 4 Kanon, R4M Rocket, 2 bom

A6M Zero


Nama : Messerschmitt Me-163 Komet
Tipe : Interceptor Fighter
Mesin : 2 mesin turbojet (Junkers Jumo 004 B-1)
Maximum Speed : 900 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,050 km
Senjata : 4 Kanon, R4M Rocket, 2 bom

G4M Betty


Nama : Mitsubishi G4M (Betty)
Tipe : Medium Bomber
Mesin : 2 Piston (2× Mitsubishi MK4A-11) Radial
Maximum Speed : 315 km/h
Jarak maksimum (Range) : Lebih dari 2,852 km
Senjata : 1 kanon, 4 senapan mesin, bom, torpedo

G-50 Freccia


Nama : Fiat G-50 Freccia (Arrow)
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Fiat A.74 RC38) Radial
Maximum Speed : 484 km/h
Jarak maksimum (Range) : 670 km
Senjata : 2 Senapan mesin

C-200 Saetta


Nama : Macchi C.200 Saetta
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Fiat A.74 RC38) Radial
Maximum Speed : 504 km/h
Jarak maksimum (Range) : 570 km
Senjata : 2 Senapan mesin, 2 bom

Senin, 18 Juni 2012

Pendaratan Noramndia di Pantai Omaha



Tentara Amerika Serikat bersiap-siap untuk mendarat
Omaha - Operasi Overlord, adalah sebuah operasi pendaratan yang dilakukan oleh pasukan Sekutu saat Perang Dunia II pada tanggal 6 Juni 1944. Hingga kini Invasi Normandia merupakan invasi laut terbesar dalam sejarah, dengan hampir tiga juta tentara menyeberangi Selat Inggris dari Inggris ke Perancis yang diduduki oleh tentara Nazi Jerman. Mayoritas satuan tempur pada serangan ini adalah pasukan Amerika Serikat, Britania Raya, dan Kanada. Pasukan Kemerdekaan Perancis dan pasukan Polandia ikut bertempur setelah fase pendaratan. Selain itu, pasukan dari Belgia, Cekoslowakia, Yunani, Belanda, dan Norwegia juga turut serta.
Mayoritas satuan tempur pada serangan ini adalah pasukan Amerika Serikat, Britania Raya, dan Kanada. Pasukan Kemerdekaan Perancis dan pasukan Polandia ikut bertempur setelah fase pendaratan, selain itu, pasukan dari Belgia, Cekoslovakia, Yunani, Belanda, dan Norwegia juga turut serta. Invasi Normandia dibuka dengan pendaratan parasut dan glider pada dini hari, serangan udara dan artileri laut, dan pendaratan amfibi di pagi hari pada 6 Juni. Pertempuran untuk menguasai Normandia berlanjut selama lebih dari dua bulan, dengan kampanye untuk menembus garis pertahanan Jerman dan menyebar dari pantai yang sudah dikuasai Sekutu. Invasi ini berakhir dengan dibebaskannya Paris, dan jatuhnya kantong Falaise pada akhir Agustus 1944.

Persiapan Sekutu
Pendaratan di Omaha
Setelah invasi Jerman terhadap Uni Soviet (Operasi Barbarossa), pihak Soviet lah yang melakukan mayoritas pertempuran menghadapi Jerman di Eropa. Presiden AS, Franklin D. Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill pada tahun 1942 menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Britania Raya siap membuka “front kedua” di Eropa untuk membantu Uni Soviet menghadapi Jerman, pernyataan ini dinyatakan pada musim semi tahun 1943.
Britania Raya, dibawah Winston Churchill, ingin menghindari serangan langsung seperti pada Perang Dunia I yang pasti akan menyebabkan banyak korban. Mereka juga lebih menyukai menggunakan taktik terselubung dengan membantu para pemberontak yang diduduki Jerman, lalu melakukan serangan dari Mediterania, ke Wina, lalu memasuki Jerman dari selatan. Cara seperti ini juga dianggap dapat membatasi masuknya Soviet ke Eropa.
Amerika Serikat menganggap bahwa cara paling optimal adalah serangan langsung dari markas Sekutu yang paling dekat dan besar. Mereka sangat menginginkan metode ini, dan menyatakan bahwa hanya cara inilah yang akan mereka dukung dalam jangka panjang. Dua proposal awal direncanakan: Operasi Sledgehammer, merupakan invasi untuk tahun 1942 dan Operasi Roundup, yaitu invasi lebih besar pada tahun 1943. Proposal yang ke-2 diterima, lalu diganti namanya menjadi Operasi Overlord dan ditunda sampai 1944.
Sekitar 6.900 kendaraan laut, termasuk 4.100 kendaraan pendarat, digunakan untuk invasi yang dipimpin oleh Admiral Bertram Ramsay. 12.000 pesawat terbang, termasuk 1.000 pesawat pembawa penerjun payung berada dibawah Marsekal Udara Trafford Leigh-Mallory. 10.000 ton bom akan dijatuhkan ke pertahanan Jerman, dan pesawat-pesawat ini akan melakukan 14.000 misi serangan.

 Peralatan Khusus
Untuk melancarkan jalannya invasi ini, Sekutu mengembangkan banyak peralatan khusus. Mayor-Jenderal Percy Hobart ditugaskan untuk memimpin pengembangan kendaraan lapis baja khusus. Kendaraan-kendaraan ini dijuluki Hobarts Funnies, antara lain tank yang bisa berenang Sherman Duplex Drive, tank pembersih ranjau, tank pembuat jembatan, tank pembuat jalanan, dan tank khusus untuk menghancurkan gedung beton. pengujian kendaraan-kendaraan ini dilakukan di Kirkham Priory di Yorkshire, Inggris.
Selain kendaraan lapis baja, dibuat juga dua pelabuhan buatan Mulberry Harbour agar bisa mendatangkan persediaan secara cepat, ditambah dengan tidak adanya pelabuhan laut dalam di lokasi pendaratan. Untuk mengirimkan bahan bakar dari Inggris, Sekutu menjalankan Operasi PLUTO (Pipe Line Under The Ocean), yaitu jalur pipa bawah laut.

Pasukan Nazi

Persiapan Jerman
Pada tahun 1942 dan 1943, Jerman menganggap bahwa kemungkinan serangan Sekutu dari barat sangat kecil. Persiapan menghadapi invasi hanya berupa pembangunan fortifikasi yang melindungi pelabuhan-pelabuhan utama oleh Organisasi Todt. Pada akhir 1943, berkumpulnya kekuatan Sekutu di Inggris menyebabkan Komandan Bagian Barat Jerman, Field Marshal Gerd von Rundstedt, untuk meminta tambahan pasukan. Pasukan yang dimiliki sebelumnya hanya merupakan formasi statik saja, tanpa alat-alat transportasi dan peralatan dukungan.
Selain tambahan pasukan, von Rundstedt mendapatkan anak buah baru, Field Marshal Erwin Rommel. Rommel awalnya ditugaskan untuk memeriksa Tembok Atlantik, tetapi kemudian meminta untuk diberi tugas memimpin pasukan pertahanan Perancis utara, Belgia, dan Belanda. Permintaan ini dipenuhi dan pasukan yang dipimpinnya digabungkan dalam Grup B Angkatan Darat pada Februari 1944.

Lintas Udara
Sebelum serangan sesungguhnya pada pagi 6 Juni 1944 dimulai, di malam yang gelap empat divisi pasukan lintas udara (Airborne Division) Sekutu dari satuan US 82nd (All-American), US 101st (Screaming Eagles), serta British 6th dan British 1st diberangkatkan dari beberepa pangkalan udara di Inggris dengan ratusan pesawat terbang angkut C-47 dan DC-3 ditambah ratusan glider menuju semenanjung.

Operasi lintas udara ini bertujuan mengamankan beberapa sektor di belakang garis pertahanan pantai musuh untuk memudahkan pergerakan pasukan amfibi yang mendarat dari pantai Normandia.

Di bawah hujan tembakan artileri antiserangan udara AAA guns Jerman dan tembakan gencar senapan mesin MG 32/42, ke 15.500 pasukan lintas udara AS dan 7.900 pasukan lintas udara Inggris mendarat di berbagai titik yang sangat dekat dengan garis pertahanan belakang Jerman.

Operasi lintas udara ini sangat kacau dan pendaratan terjadi di luar landing zone (zona pendaratan) yang sudah ditentukan, sehingga membutuhkan waktu berjam-jam untuk konsolidasi pasukan dan bergerak ke titik pendaratan yang seharusnya. Begitupun, seluruh pasukan lintas udara ini berhasil mencapai target walau sedikit terlambat dan mengalami pukulan berat dari Jerman.

LOKASI PENDARATAN PASUKAN
Pendaratan Amfibi

6 Juni 1944, perairan Pantai Normandia dipenuhi ribuan kapal Sekutu. Pemandangan ini mengejutkan pasukan NAZI-Jerman yang mempertahankan garis pantai Normandia. Mereka masih kebingungan dan hampir tidak percaya terhadap penglihatannya. Bagaimana mungkin selat Inggris itu kini bisa dipenuhi kapal berbagai jenis.

Pukul 03.00, bombardir dari udara dimulai. Setelah belasan sortie pengeboman lewat udara sebagai serangan pembuka, meriam pertahanan pantai Jerman masih bungkam. Satuan-satuan pesawat pemburu dan patroli Jerman memang melakukan perlawanan, namun dengan mudah dipatahkan armada udara Sekutu.

Setelah pengeboman udara, meriam-meriam kapal perusak Sekutu kembali menghujani pantai dan tebing Normandia. Getaran dan ledakan sambung menyambung membangunkan pasukan Jerman yang bertahan.

Di tengah kepanikan, pasukan Jerman mulai mengatur barisan dan mempersiapkan serangan sambutan. Mereka sadar bahwa serangan besar-besaran akan segera digelar. Setelah matahari terbit, kapal-kapal pendarat Sekutu mulai bergerak mendekati lima pantai sasaran di bawah perlindungan tembakan salvo dari kapal-kapal perusak.

Saat rombongan kapal pendarat pertama mulai mendekati tepi pantai, meriam pertahanan Jerman melakukan tembakan terarah. Menimbulkan kepanikan yang pada ribuan tentara infanteri dan marinir Sekutu yang menjadi ujung tombak sebagai pembuka jalan.
Di bawah hujan tembakan gencar meriam berat 155 mm dan meriam medium 75 mm Jerman, kapal-kapal pendarat yang sebagian di antaranya karam beserta awaknya, akhirnya memuntahkan pasukan-pasukan pendarat.

Gelombang pertama tentara yang menginjak pantai ini disambut tembakan gencar mortir dan senapan mesin berat MG 32/42 Jerman. Seluruh sarang senjata dan bunker meriam ini tersembunyi di sepanjang pantai dan tebing karang, menjadi senjata pembantai yang mengerikan.

Namun gerak maju pasukan pendarat Sekutu terus maju dengan bantuan bombardir dari kapal perusak. Pasukan Jerman yang bertahan kewalahan. Amunisi mereka mulai habis. Tembakan meriam yang tadinya gencar kini hanya terdengar satu-satu, salak senapan mesin pun terdengar sporadis.

Gerak maju pasukan sekutu tidak terbendung lagi. Saat matahari terbenam, pasukan pertahanan pantai Jerman yang terakhir akhirnya menyerah. Serangan amfibi berdarah itu membawa hasil gemilang. Serangan Normandia menjadi titik awal kekalahan Jerman di daratan Eropa. Sebelas bulan setelah pendaratan di Normandia, lewat pertempuran demi pertempuran, seluruh kekuatan Jerman di benua Eropa akhirnya menyerah pada Sekutu.


Sumber    : - wikipedia.org
                 - Kaskus.com
                 - serbasejarah.blogspot.com
                 - senjatatempur.blogspot.com