Ads 468x60px

Kapal Perusak

Kapal Perusak (Destroyer)

Kapal perusak atau destroyer merupakan kapal perang yang mampu bergerak cepat serta lincah bermanuver. Fungsi kapal perusak adalah memproteksi armada kapal perang yang berukuran lebih besar seperti kapal induk (carrier) atau capital warship (kapal tempur (battleship) atau kapal penjelajah (cruiser)) dari ancaman serangan peralatan perang yang lebih kecil seperti kapal...

Read More
Historical Battle of Iwo

Historical Battle of Iwo Jima

Pertempuran Iwo Jima terjadi antara 19 Februari - 26 Maret 1945, (dengan kode sandi Operasi Detasemen) adalah pertempuran di mana Amerika Serikat bertujuan merebut Iwo Jima dari Jepang. Invasi AS memiliki misi merebut dua lapangan udara di Iwo Jima. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut. Perang ini disebut sebagai perang tersengit...

Read More
Olimpedit quo minus

Mitsubishi A6M/Zero

Mitsubishi A6M yang terkenal, secara popular disebut dengan julukan “Zero”, adalah pesawat tempur kapal induk pertama di dunia yang mampu mengalahkan pesawat tempur “land-based” sejaman yang dia hadapi. Karena kecerobohan inteligen Sekutu, pesawat ini mampu meraih superioritas udara intermediet diatas Hindia Timur dan Asia Tenggara....

Read More
Itaque earum rerum

TBF Avenger

Grumman TBF Avenger adalah pesawat pembom torpedo yang awalnya dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat dan Korps Marinir , dan pada akhirnya digunakan oleh beberapa angkatan laut dunia. Mengawali karir AS pada tahun 1942, dan memulai debutnya pada Pertempuran Midway . Akibat minimnya pengalaman penerbang pembom torpedo Amerika,...

Read More
Epudiandae sint molestiae

KRI Irian

Kapal jenis ini adalah Kapal Penjelajah konvensional terakhir yang dibuat untuk AL Soviet, 13 kapal diselesaikan sebelum Nikita Khrushchev menghentikan program ini karena kapal jenis ini dianggap kuno dengan munculnya rudal (peluru kendali). Kapal ini adalah versi pengembangan dari Penjelajah Kelas Chapayev. KRI Irian sebenarnya adalah kapal Penjelajah Ordzhonikidze dari armada Baltik AL Soviet...

Read More
Sahut aut reiciendis

Tank Tiger, Masterpiece From world War 2

Tank Tiger adalah salah satu jenis Tank Berat Jerman yang beroperasi pada waktu Perang Dunia ke 2. Nama resmi Tiger adalah PzKpfw VI Ausf. E yang disandangnya sejak Maret 1943. Tank Tiger muncul pertama kali pada tahun 1942 sebagai usaha Jerman untuk mengalahkan Tank Uni Soviet, T 34 yang terkenal dengan mobilitas dan daya serang yang tinggi. Tank Tiger dirancang oleh Henschel dan Sohn dengan berat sekitar 60 ton tiap buahnya. Selama Perang...

Read More

Senin, 02 Juli 2012

Gloster Meteor, Veteran Perang Dunia ke-2

Gloster Meteor adalah pesawat jet tempur pertama Inggris dan merupakan satu-satunya pesawat tempur dengan mesin jet yang digunakan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Dunia II. Walaupun sudah digunakan sejak Perang Dunia II, namun pesawat tempur ini dikembangkan menjadi berbagai macam varian setelah Perang Dunia II selesai. Produksi Meteor sendiri mencapai 3.947 unit dan dibuat setidaknya dalam 21 varian.
 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/72/SapphireMeteorWA820.jpg/300px-SapphireMeteorWA820.jpg
Meteor dirancang oleh Sir Frank Whittle dan diproduksi oleh Gloster Aircraft Company, walaupun kemudian pesawat ini juga ikut diproduksi oleh Armstrong Whitworth. Pesawat ini adalah pesawat jet tempur pertama yang digunakan secara operasional, yaitu ketika mulai dioperasikan oleh Skadron No.616 Angkatan Udara Inggris pada tanggal 12 Juli 1944. Pengoperasian Meteor ini hanya berselang sembilan hari sebelum Messerchmitt Me-262 digunakan secara operasional oleh Angkatan Udara Jerman.

Walaupun sama-sama merupakan jet tempur yang digunakan dalam Perang Dunia II, namun Meteor dan Me-262 tidak pernah saling bertemu dalam pertempuran udara. RAF sendiri pada awalnya lebih banyak menugaskan skadron-skadron Meteor untuk menghadapi serangan roket jarak jauh V-1 dan melarang operasional Meteor di wilayah daratan Eropa dengan alasan untuk menghindari adanya Meteor yang tertembak jatuh sehingga dapat dipelajari oleh Jerman. Meteor sendiri baru digunakan di wilayah Eropa Daratan pada bulan Januari 1945, setelah supremasi udara benar-benar dikuasai oleh pasukan Sekutu; namun itu pun terbatas pada misi-misi pengintaian bersenjata dan ground attack. Selama Perang Dunia II, Meteor berhasil menembak jatuh 14 roket V-1 dan menghancurkan 46 pesawat Jerman di darat.

Setelah Perang Dunia II, Meteor dikembangkan lebih lanjut menjadi banyak varian dan juga diekspor ke sejumlah negara. Salah satu negara yang kemudian membeli jet tempur ini adalah Australia yang membeli varian Metero F.8. Meteor F.8 milik Angkatan Udara Australia ini kemudian ikut bertempur dalam Perang Korea. Dalam Perang Korea, Meteor lebih banyak ditugaskan untuk misi-misi ground attack mengingat kemampuan pesawat ini tidak sebanding dengan MiG-15 yang banyak digunakan oleh pasukan komunis. Walapun demikian, Meteor Angkatan Udara Australia berhasil menembak jatuh enam MiG-15 di samping menghancurkan sekitar 3.500 bangunan dan 1.500 unit kendaraan pasukan komunis. Namun Australia harus kehilangan 30 unit Meteor karena berbagai sebab dalam perang tersebut, sebagian besar karena terkena tembakan meriam anti serangan udara.
 http://www.freeflightdesign.org/previews/meteor.jpg
Selain Perang Dunia II dan Perang Korea, konflik bersenjata lainnya yang melibatkan Meteor adalah perang Arab-Israel. Satu hal unik dalam perang Arab-Israel adalah bahwa baik Angkatan Udara Mesir, Israel, dan Suriah adalah sama-sama pengguna jet tempur Meteor. Pesawat tempur ini bahkan sama-sama digunakan oleh Angkatan Udara Mesir dan Israel dalam Krisis Suez tahun 1956, namun lebih banyak ditugaskan untuk misi-misi ground attack. Setelah Krisis Suez tahun 1956, Mesir dan Suriah lebih mendekat kepada Uni Soviet dan memperoleh persenjataan dalam jumlah besar dari Uni Soviet. AU Mesir dan Suriah pun kemudian mempensiunkan Meteor mereka dan menggantinya dengan MiG-15 dan MiG-17, sementara AU Israel tetap mengoperasikan Meteor sampai dengan tahun 1961.

Pada masa-masa awal Perang Dingin, kekuatan utama nighfighter Angkatan Udara Inggris adalah varian nightfighter dari pesawat tempur de Havilland Mosquito yang merupakan peninggalan Perang Dunia II. Di tahun 1948 sebenarnya Inggris sudah mulai mengembangkan Gloster Javelin yang merupakan all weather interceptor, namun pengembangan Javelin ternyata mengalami keterlambatan. Sebagai pengisi kekuatan sementara, RAF kemudian memutuskan untuk menggunakan varian night fighter Meteor yang dikembangkan dari varian pesawat latih berkursi ganda Meteor T.7. Namun Gloster Aircraft Company ternyata tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi varian ini sehingga produksi varian nighfighter dari Meteor dilakukan oleh perusahaan Armstrong Whitworth.

Armstrong Whitworth membuat varian nightfighter Meteor dalam empat versi, mulai dari Meteor NF.11 sampai dengan Meteor NF.14. Meteor NF.11 dilengkapi dengan radar AI MK.10 yang merupakan pengembangan dari radar Westinghouse SCR-720. Versi NF.11 sendiri kemudian dikembangkan menjadi vesi NF.13 yang khusus digunanakan untuk medan perang tropis dan sempat digunakan oleh Angkatan Udara Inggris dalam Krisis Suez tahun 1956.

Versi lainnya dari varian nightfighter Meteor adalah Meteor NF.12 yang dilengkapi dengan radar APS-21 buatan Amerika Serikat dan Meteor NF.14 yang merupakan varian terakhir dari pesawat tempur Meteor. Meteor NF.14 adalah Meteor terakhir yang digunakan oleh Angkatan Udara Inggris dan dioperasikan sampai tahun 1961. Namun sebanyak empat belas unit NF.14 kemudian dikonversi menjadi pesawat latih dan tetap digunakan sampai tahun 1965.

Selain Inggris, negara-negara pengguna Meteor lainnya adalah Argentina, Australia, Belgia, Biafra (negara pecahan Nigeria yang berdiri pada tahun 1967,namun pada tahun 1970 kembali dikuasai oleh Nigeria), Brazil, Kanada, Denmark, Ekuador, Mesir, Perancis, Jerman Barat, Israel, Belanda, Selandia Baru, Afrika Selatan, Swedia, dan Suriah. Angkatan Udara Ekuador adalah pengguna terakhir Meteor dan baru mempensiunkan pesawat tempur ini pada tahun 1980-an.

Specifications
Crew : 2
Powerplant : 2 x 15.6 kN Rolls-Royce Derwent 8 turbojet engines
Length : 14.78m
Wingspan : 13.11m
Height : 4.24m
Weight empty : 5,451 kg
Maximum take-off weight : 9,088 kg
Maximum speed : 933 km/h
Range : 1,480 km
Service ceiling : 12,192m
Armament : 4 x 20mm Hispano Mk.II cannons

Minggu, 01 Juli 2012

Rantis (Kendaraan Taktis) MAESA-PT44, Made in Indonesia

Rantis (Kendaraan Taktis) MAESA PT44 asli buatan Indonesia. Dirancang sebagai kendaraan angkut personel dan artileri carier yang mampu bermanuver di segala medan. Salah satu perancangnya, Mr. Sharsono, perancang ISS (Independent Suspension System) dan rangka/ casis memberikan keterangan seputar rantis hasil rancangannya.


Full Independent Suspension System
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGiRZ6WOhKY1nO589JyR0R9PLkc1hjlSQLZKx_ujCBw5OI2Q7UMafyuxUOYKyc0U06Ck5wOBLVVGfvPW5smFKeAOpSimevPCcn-jq51SDa6pJtoMgw1s7C-W3eMIylBpqu7GZD0geJOZY/s400/Maesa_PT44_01.jpg
MAESA Series “O” adalah Truk Segala Lapangan yang khusus di rancang dan dibuat untuk mengangkut barang dan pasukan. Maesa memiliki daya angkut sebesar 4000 Kg. Sistem suspensi bebas yang dipasang pada ke empat roda Maesa membuat kendaraan taktis ini dapat melaju 1.5 kali lebih cepat dalam melintasi ladang dan jalanan rusak dibanding dengan kendaraan yang serupa dalam bobot, tenaga dan besar ban yang sama namun menggunakan sistim suspensi konvensional (Pegas daun dan Rigid Axel).

Rongga dibawah truk sangat luas dan tinggi berkat penggunaan sistim suspensi bebas, berbeda dengan truk yang menggunakan sistim suspensi konvensional dimana gandarnya menonjol keluar dibawah kendaraan, mengurangi keleluasaan bergerak di luar jalan atau dijalan yang rusak karena rawan terhadap benturan dengan batu-batu atau benda-benda besar yang merintangi jalan.

Bak pengangkut barang dilengkapi dengan bangku duduk yang terbuat dari pilihan besi atau kayu keras sebagai tempat duduk pasukan beserta perlengkapannya. Bagian atas bak barang dilengkapi dengan kerangka besi kokoh dan tertutup terpal untuk melindungi penumpang dari hujan dan teriik matahari.

Sistim Suspensi Bebas buatan Pacific Technology IAD.

Sistim suspensi bebas buatan Pacific Technology IAD ini sudah lama dikenal di dunia dan dianggap unggul. Konfigurasi yang terencana dan sangat maju telah banyak meredam getaran dan goncangan yang ditimbulkan oleh jalanan, menciptakan tidak hanya stabilitas kendaraan, tetapi juga kenyamanan pengendaranya.

Sasis sengaja dibuat sekaku mungkin untuk menghilangkan puntiran pada sasis, dan dikombinasikan dengan tingginya kelenturan suspensi yang bergerak masing-masing secara terpisah maka Maesa berhasil menciptakan performa kendaraan yang sangat baik dalam menjelajahi medan jalan yang sangat buruk.

Standard kelenturan suspensi, adalah kemampuan suspensi untuk bergerak keatas dan kebawah. Sistim suspensi bebas buatan Pacific Technology memiliki standard kelenturan sebesar 250mm.

Namun Maesa telah dilengkapi dengan sistim suspensi berstandard 300mm, dan sebagai akibatnya, kendaraan jadi lebih mampu meredam semua kejutan-kejutan yang dilemparkan jalanan sambil kendaraan tetap dapat mempertahankan kontak dengan jalanan secara optimal dan tetap stabil, walaupun disaat kendaraan harus melakukan manuver yang berat.

Kendaraan bersuspensi bebas ini memiliki keunggulan dalam traksi dan kecepatan dibanding dengan kendaraan bersuspensi konvensional.

Kesimpulannya sistim suspensi bebas pada Maesa 4X4 membuat penapakan roda kejalan menjadi lebih rekat, meningkatkan traksi terutama disaat-saat kondisi rawan dan licin. Stabilitas kendaraan sangat baik dan pengemudi dapat dengan mudah membaca situasi jalanan karena sifat kendaraan yang mudah diprediksi.

Banyak kecelakaan terjadi dengan truk yang menggunakan sistim suspensi konvensional, karena plintiran sasis membuat pengemudi kurang cepat menyadari bahwa bagian belakang truk berada pada posisi kritikal, dan telat melakukan tindakan koreksi ketika menyadarinya. Dengan sistim suspensi bebas dan chassis kaku, plintiran sasis yang berbahaya bagi keamanan kendaraan berhasil dihilangkan.
Stabilitas Maesa sangat tinggi dalam kelasnya karena pusat gravitasi yang rendah dan jarak kaki yang cukup lebar. Penggunaan Independent suspension axel membuat rongga bawah kendaraan menjadi lebih datar, mengurangi coefficient drag sebesar 10% dibanding truk dengan suspensi dan axel konvensional. Datarnya dasar kendaraan juga membantu mengurangi turbulent angin yang dapat mengganggu stabilitas kendaraan pada kecepatan tinggi.

Kekakuan sasis dan body yang sangat tinggi telah pula membantu mengurangi getaran mesin di dalam kabin. Tingkat kekakuan sasis yang terbuat dari bahan baja berdaya tahan tinggi - dipadu desain dari frame yang kokoh pada suspensi dan axel, memberikan kekuatan sekaligus performa lincah.

Stabil, responsif dan ringkas adalah tujuan arsitektur suspensi Maesa PT44.

Suspensi depan Double wishbone double coil over shock di andalkan karena responsif, stabil dan terbukti berhasil mengurangi getaran mesin serta jalanan secara efektif. Suspensi belakang terbuat dari bahan dan sistim yang sama, memungkinkan terciptanya ruang kargo belakang dengan lantai yang rata dan lapang serta tumpakan yang nyaman, sangat ideal untuk mengangkut pasukan, dan barang-barang yang tidak tahan banting, seperti mesiu, peralatan laboratorium dan electronics.

Historical Battle of Iwo Jima


Pertempuran Iwo Jima terjadi antara 19 Februari - 26 Maret 1945, (dengan kode sandi Operasi Detasemen) adalah pertempuran di mana Amerika Serikat bertujuan merebut Iwo Jima dari Jepang. Invasi AS memiliki misi merebut dua lapangan udara di Iwo Jima. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut.
Perang ini disebut sebagai perang tersengit dan paling berdarah di arena Perang Dunia II.  Dari 22.000 orang tentara Jepang yang bertahan, hanya 300 orang yang tertangkap hidup secara berangsur, termasuk 3 orang yang baru tertangkap tahun 1951, 6 tahun setelah perang berakhir. Korban di pihak Sekutu pun tidak kecil. Dari 70.000 orang tentara yang terlibat langsung dalam operasi ini, 6.800 orang gugur (data resmi pihak Sekutu) dan lebih dari 19.000 orang luka berat dan ringan.

Operasi Detasemen ini merupakan operasi dengan korban terbesar di pihak AS. Korban disini lebih besar daripada jumlah korban tewas dalam Pertempuran Atol Tarawa. Korban luka-luka di Pertempuran Atol Tarawa mencapai 22.000 prajurit. Sengitnya pertempuran ini juga ditunjukkan dari jumlah Medali Kehormatan, penghargaan tertinggi dari pemerintah AS untuk prajurit yang dianggap berjasa dalam perang. Dari jumlah 82 medali yang dibagikan untuk semua Marinir yang telibat Perang Dunia II, 28 diantaranya diberikan untuk prajurit yang terlibat di front Iwo Jima ini.
Raising Flag on iwo Jima

Pertempuran ini terkenal dengan sebuah foto yang menggambarkan sejumlah tentara Amerika yang sedang menegakkan bendera Amerika Serikat di puncak Gunung Suribachi saat pertempuran berlangsung. Foto tersebut menjadi sebuah foto yang monumental bagi negara Amerika mengenai peperangan di Iwo Jima. Foto tersebut diproduksi oleh berbagai media massa di Amerika. Penduduk Amerika seakan tidak pernah bosan karenanya. Roosevelt, presiden Amerika pada saat itu, melihat hal itu sebagai sebuah ide yang tepat untuk tema tur penggalangan dana yang akan dilakukan (bond tour). Tour tersebut berhasil menggalang dana sebesar 24 miliar dolar (pada tahun 1945) yang merupakan penggalangan dana terbesar dalam sejarah Amerika.
                          
ARTI PENTING IWO JIMA

Gunung Suribachi
Iwo Jima sendiri bukanlah pulau yang indah melainkan sebuah pulau yang tertutup pasir berwarna hitam yang berasal dari gunung api Suribachi. Disana masih banyak lubang-lubang yang mengeluarkan asap, jurang-jurang yang dalam dan batu karang yang tinggi. Ukurannya sendiri tidaklah besar, hanya 8 mil persegi. Namun pulau yang nampak buruk ini memiliki nilai tinggi dilihat dari sisi militer. Pesawat pengebom B-29 bisa terbang dari pulau Saipan untuk mengebom Jepang, hanya saja pulau Saipan masih terlalu jauh dari Jepang (1.200 mil) sehingga pengebom tersebut tidak bisa dikawal pesawat-pesawat pemburu, kecuali jika pesawat-pesawat pemburu itu dilepaskan dari kapal induk dalam jarak yang lebih dekat lagi dengan Jepang.

Letak pulau Iwo Jima lebih dekat dengan Jepang (600 mil) , jika pulau ini bisa direbut dan digunakan sebagai pangkalan udara maka B-29 dapat terbang lebih cepat menuju Jepang sekaligus mendapatkan pengawalan pesawat-pesawat pemburu. Sebab di  jepang masih terdapat 10.000 pesawat terbang berbagai jenis.


PERSIAPAN

Strategi Sebelum Pendaratan
http://johnbatchelorshow.com/images/Iwo%20Jima%20with%20Landing%20Craft%20and%20Mt.%20Suribachi.jpg
Pendaratan pasukan Amerika di Iwo Jima
Pendaratan di Iwo dilakukan pada tanggal 9 Februari 1945. Tiga hari sebelumnya, kapal-kapal perang dan kapal-kapal pengangkut yang akan menurunkan 60.000 marinir sudah berlabuh di depan pantai Iwo.
Untuk mencegah gangguan dari pesawat udara Jepang, diseranglah Tokyo tiga hari sebelum serangan Iwo 16 Februari 1945 ini di bawah pimpinan Spruance, dan satuan tugas dengan kapal-kapal induk di bawah Mitscher, bernama Task Force 58. Pada titik 120 mil dari Tokyo, dilepaslah pesawat untuk menyerang sasaran utama, pabrik pesawat terbang Jepang.
Serangan ini berlangsung beberapa hari, sehingga tujuan lain pun tercapai: selama pendaratan Sekutu di Iwo (600 mil dari Tokyo), tidak ada serangan dari pesawat udara Jepang. Laut dan udara di sekitar Iwo dikuasai Sekutu. Tinggal pertempuran di daratan pulau Iwo Jima , menghadapi the most formidable defended eight square miles (delapan mil yang paling hebat dipertahankan di Pasifik).

Benteng Kokoh Iwo Jima
Iwo Jima adalah pulau gunung api yang baru muncul dari laut belum sampai 90 tahun. Terdapat Gunung Suribachi, yang masih terdapat lubang-lubang yang mengeluarkan uap, tanda bahwa pulau ini masih aktif. Di sebelah tengah dan utara terdapat jurang-jurang dalam, batu karang yang tinggi – satu pulau yang ideal untuk dipertahankan. Jenderal Kuribayashi memerintahkan para insinyurnya mendirikan benteng-benteng di bawah tanah, di dalam gunung Iwo Jima. Terowongan bawah tanah sepanjang 5.000 meter digali Jepang, yang satu sama lain berhubungan (seperti jaring laba-laba).
http://rifkymedia.files.wordpress.com/2009/12/b-29_in_flight.jpg
Pesawat B-29
Selama 74 hari pulau itu di bom oleh pesawat-pesawat B-24. Pada jam 02:00 19 Februari 1945, tembakan-tembakan dari battleship membuka serangan ke pulau Iwo Jima. Segala jenis persenjataan digunakan Amerika untuk menyerang pulau, mulai dari meriam-meriam kapal tempur, senjata anti pesawat hingga roket-roket, semua itu ditambah lagi dengan 100 pesawat pengebom yang menyerang pulau Iwo Jima. Namun pihak Amerika tidak menyangka pertahanan Jepang masih utuh. Taktik Kuribayashi terbukti ampuh. Pulau seperti iwo jima, tahan bom apa pun juga. Selama 72 hari sebelum mendarat, Sekutu membomnya berturut-turut.

Jam 08:59, 30.000 Marinir dari 3rd, 4th, and 5th Marine Divisions mendarat di pantai Iwo Jima, saat itu masih belum terdengar tembakan dari tentara Jepang sehingga para Marinir mengira bahwa bombardment dari kapal-kapal perang dan pesawat sudah berhasil membunuh semua tentara Jepang di pulau itu.

http://i41.photobucket.com/albums/e263/DeGanteng/USS_New_York-11-bombard-IwoJIma.jpg
USS New York
Namun saat Marinir mulau bergerak maju, secara tiba-tiba bunker-bunker Jepang mulai menembaki mereka. Marinir sendiri kesulitan mencari bunker Jepang, bunker-bunker itu tersamarkan dengan baik sehingga kadang baru terlihat jika tentara Jepang yang di dalamnya menembak. Medan pasir vulkanis ikut memperburuk keadaan, menggali lubang perlindungan di sana sia-sia sebab pasir vulkanis akan segera menutup lubang yang baru dibuat itu. Meriam artillery Jepang terletak di dalam lubang perlindungan yang diperkuat dengan pintu baja, begitu selesai menembak maka pintu baja itu ditutup untuk mencegah balasan tembakan dari pihak Sekutu.

Dan lebih buruk lagi bunker-bunker itu memiliki semacam terowongan yang berhubungan satu dengan yang lain. Jadi saat satu bunker berhasil dibersihkan dengan flamethrower atau granat, tentara Jepang yang lain segera mengisi bunker itu.

Prajurit yang maju merangkak, mungkin selamat dari tembakan senapan mesin, tapi tidak terhadap peluru dan pecahan mortir. Dan mortir yang di gunakan Jepang di Iwo adalah mortir raksasa. Besar diameternya 320 mm, mortir terbesar yang pernah digunakan di medan Perang Pasifik.


Marinir juga menggunakan delapan tank M4A3R3 Sherman dan dipersenjatai dengan Navy Mark I flame thrower ("Ronson" atau Zippo Tanks) untuk membersihkan pertahanan Jepang. Tank ini terbukti efektif, lapisan bajanya dapat melindungi awak tank dari senapan mesin Jepang, terkecuali meriam berat. Sedangkan di langit, pesawat-pesawat P-51 Mustang menembaki daerah-daerah yang dicurigai sebagai bunker Jepang.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/87/Tadamichi_Kuribayashi1.jpg/200px-Tadamichi_Kuribayashi1.jpg
Jendral Kuribayashi
Setelah kehabisan air minum, makanan dan perbekalan, tentara Jepang mulai kehilangan semangatnya. Beberapa melakukan bunuh diri dengan granat. Jendral Kuribayashi sendiri sebenarnya sejak awal memerintahkan untuk jangan melakukan serangan banzai, namun beberapa tentara Jepang nekat melakukan banzai di malam hari.

Salah satu pesan Jendral Kuribayashi kepada tentara Jepang di Iwo Jima

We shall defend this island with all our strength to the end.
We shall fling ourselves against the enemy tanks clutching explosives to destroy them.
We shall slaughter the enemy, dashing in among them to kill them.
Every one of our shots shall be on target and kill the enemy.
We shall not die until we have killed ten of the enemy.
We shall continue to harass the enemy with guerrilla tactics even if only one of us remains alive. 

Akibat pertempuran

Di Iwo ini pasukan Sekutu yang mati 550 orang, tapi yang luka 16.000 orang. Mungkin kita menganggap jumlah yang mati saja yang penting, karena luka bisa sembuh. Tapi dengan luka yang seperti dijelaskan diatas akibat mortir 320 mm, maka dapatlah dibayangkan apa yang terjadi.

Inilah perang dalam bentuk hebat. Tapi yang paling hebat ialah orang yang menjadi gila karena suara dentuman, ledakan, hujan peluru artileri, mortir, senapan mesin, dan dinamit. Serdadu yang karena “senewen” menjerit-jerit, dan berontak-rontak di atas usungan di mana dia diikat. Luka tubuhnya mengerikan, tapi jiwa yang robek karena peperangan, adalah war at its worst, perang dalam bentuk sehebat-hebatnya. Keith Weeler, wartawan Chicago Times bilang: There’s more hell in there than I’ve seen in the rest of this war put together. “Iwo Jima seperti neraka, lebih hebat daripada semua pengalaman saya selama peperangan ini digabung menjadi satu.”

Senjata yang paling ditakuti Jepang adalah penyembur api (flamethrower) merek Ronson. Tetapi pasukan dengan penyembur api itu tidak bisa berbuat banyak kalau sasaran masih jauh. Bila maju sendirian, maka akan dihadang hujan tembakan. Maka digunakan tank bulldozer, sebuah kendaraan berlapis baja, yang meratakan jalan bagi barisan penyemprot api. Tapi Kuribayashi dengan cepat pula mengubah taktiknya. Kemudian semua peluru. Ditujukan. Kepada tank buldozer itu.

Tetapi bagaimanapun kuat dan cerdiknya Kuribayashi dengan benteng dan orang-orangnya, kalau laut dan udara dikuaai musuh, dan bala bantuan tidak bisa didatangkan, benteng itu akhirnya harus jatuh juga.

Harga Mahal Yang Harus Dibayar
Lebih dari 20.000 marinir Amerika yang mati dan luka. Terlalu mahalkah untuk mendapatkan Iwo Jima? Jawab mereka: tidak. Sampai akhir peperangan, 2.251 pesawat B29 mendarat di Iwo. Sebagian besar dari ini akan lenyap, kalau Iwo tidak ada. Tiap B-29 itu mempunyai anak buah sebanyak 11 orang, sehingga jumlahnya yang mendarat 24.761 orang, hampir sama dengan 22.082 marinir Amerika yang mati dan luka ketika merebut Iwo . Menurut Amerika korban itu seimbang dengan nilai Iwo sebagai pangkalan.

Itulah perang, di mana prestasi manusia antara lain terukur dari berapa nyawa yang dicabut dan darah yang ditumpahkan.



Sumber           : www.indowebster.web.id
                          www.kaskus.co.id
                          Wikipedia.org
                          dainipponjepang.blogspot.com
                          gadingmahendradata.wordpress.com
                          www.kompasiana.com/jayakardi

De Havilland Comet, Pesawat Jet Komersial Pertama


De Havilland Comet merupakan pesawat jet komersial pertama pasca PD II yang dikembangkan dan diproduksi oleh pabrikan de Havilland, Inggris. Pada masa itu semua lini penerbangan komersial masih mengandalkan pesawat bermesin piston (baling-baling).

Pada masa PD II dan sesudahnya, de Havilland telah sukses dalam mengembangkan dan memproduksi de Havilland Mosquito, jenis pesawat fighter bomber yang terlibat dalam berbagai operasi udara termasuk Pasifik dan Mediterania. De Havilland Mosquito terkenal dengan sebutan The Wooden Wonder atau The Timber Terror, karena Mosquito seluruhnya terbuat dari bahan plywood.

Berbeda dari Mosquito, de Havilland Comet dibangun dari bahan logam alloy dan sambungannya direkatkan oleh senyawa Redhux dengan tambahan paku keling (rivet punch). Desainnya menganut konsep low wing cantilever monoplane dengan 4 buah mesin jet yang dipasang pada sayap.

SEJARAH
http://www.century-of-flight.net/Aviation%20history/photo_albums/timeline/airliners/images/10.jpg
Penerbangan Perdana
Perancangan dimulai pada 1946 dibawah pengawasan Ronald Bishop dengan keinginan untuk memiliki pesawat komersial pada 1952. DH 106 Comet terbang pertama kali pada 27 Juli 1949. Rancangannya mirip dengan pesawat lainnya kecuali empat mesin turbojet de Havilland Ghost 50 Mk1 dipasang di bawah sayap, berpasangan di dekat "fuselage". Pesawat ini menjalani pengetesan dan perbaikan selama tiga tahun dan melakukan penerbangan komersial pertama dilakukan pada 22 Januari 1952 dengan BOAC. Pesawat ini terbukti terbang dua kali lebih cepat dari pesawat lainnya saat itu dan dengan 30.000 penumpang diangkut dalam tahun pertamanya, lebih dari 50 komet dipesan.

KEKURANGAN DESAIN
http://kits.kitreview.com/images/fliegcometreviewr_box.jpg
Tanda pertama dari kekurangan dalam Comet datang pada 2 Mei 1953 ketika sebuah Comet Hancur setelah lepas-landas dari Kalkuta; kejatuhan pesawat lainnya (Januari dan April 1954) tanpa penyebab yang jelas menyebabkan seluruh armada tidak diterbangkan untuk investigasi. Hanya setelah sisa dari kecelakaan di Italia diinvestigasi ditemukan pada Februari 1955, seperti yang diperkirakan, masalahnya adalah fatig logam. Setelah ribuan kenaikan dan penurunan yang bertekanan, logam "fuselage" yang tipis di sekitar jendelanya yang besar dan persegi mulai retak dan akhirnya menyebabkan dekompresi ledakan kabin dan kegagalan struktur yang parah.

Seluruh Comet yang tersisa dihancurkan atau dimodifikasi dengan jendela "rip-stop doublers" dan program untuk memproduksi sebuah Comet 2 dengan mesin Rolls-Royce Avon yang lebih bertenaga ditunda. Beberapa Comet 2 dimodifikasi lagi untuk memperbaiki masalah fatig dan menjalani tugas dalam RAF sebagai Comet C.2. Pesawat Comet tidak melayani penerbangan komersial sampai 1958, ketika Comet 4 yang lebih canggih diperkenalkan.

KECELAKAAN & GROUNDED
Pada 2 Mei 1953, Comet mengalami kecelakan di India. Pesawat tersebut jatuh dan memakan korban tewas sebanyak 43 orang. Kemudian kecelakaan berikutnya pada 10 Januari 1954 di Roma, Italia, Comet kembali jatuh dan memakan korban tewas sebanyak 35 orang. Terakhir sebelum sempat ditarik dari peredaran, Comet kembali jatuh di perairan Naples, Italia pada 8 April 1954.

Dalam masa grounded, penyelidikan intensif dilakukan terhadap struktur rangka Comet karena diduga kecelakaan ini terjadi akibat dekompresi mendadak yang terjadi pada badan Comet yang akibatnya dapat merobek seluruh kulit badan  pesawat. Untuk membuktikan teori ini maka de Havilland melakukan serangkaian tes dengan membungkus seluruh badan Comet dalam tangki air raksasa. Tangki tersebut kemudian diisi sejumlah air sehingga menimbulkan tekanan pada kulit dan struktur pesawat. Cara ini digunakan agar didapatkan keadaan yang sama seperti halnya ketika pesawat mengudara di ketinggian tertentu.

Akhirnya ditemukan bahwa bentuk bujursangkar pada jendela Comet yang menjadi penyebabnya. Bentuk semacam ini ternyata mengakibatkan struktur logam pada keempat sudut bingkai jendela tersebut cepat mengalami kelelahan metal (metal fatique). Selain itu sistem paku keling pada Comet juga disinyalir menjadi penyebab keretakan metal. Sehingga pada ketinggian tertentu kulit pembungkusnya mudah sekali robek sehingga pesawat akan mengalami dekompresi secara mendadak.

De Havilland Comet akhirnya didesain ulang secara menyeluruh, termasuk perubahan bentuk jendela dari semula bujursangkar menjadi bentuk oval, menambah ketebalan kulit pembungkus badan pesawat dan juga memperbaiki sistem sambungan antar kulit. Seluruh perbaikan ini menyebabkan Comet baru dapat kembali mengudara pada tahun 1958 dan sayangnya Amerika saat itu telah memiliki Boeing 707 dan DC-8. Reputasi buruk De Havilland Comet tidak dapat mengembalikan citra Comet bagi maskapai penerbangan dan tahun 1964 adalah tahun terakhir De Havilland Comet diproduksi bagi kepentingan komersial.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5e/BEA_de_Havilland_DH-106_Comet_4B_Berlin.jpg/300px-BEA_de_Havilland_DH-106_Comet_4B_Berlin.jpg
De Havilland Comet yang masih digunakan
De Havilland Comet masih digunakan oleh RAF dan diproduksi oleh Hawker Siddeley dengan nama Hawker Siddeley Nimrod. RAF menggunakan Nimrod bagi kepentingan patroli maritim Inggris raya dan dengan penggunaan serangkaian teknologi terbaru Nimrod diharapkan dapat digunakan sampai tahun 2020.


Berbagai Sumber

Pertempuran Biak


Pertempuran Biak merupakan bagian dari kampanye Niugini dalam Perang Dunia II. Pertempuran tersebut dilakukan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat dan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dari 27 Mei 1994 hingga 20 Juni 1994. Di sinilah untuk pertama kalinya pihak Jepang menggunakan taktik penyergapan dalam skala besar di Perang Dunia II.

LATAR BELAKANG
Schouten Islands (IN) Topography.png
Pulau Biak
Pulau Biak mendominasi jalan masuk ke Teluk Geelvink, di dekat ujung barat Pulau Papua. Pulau tersebut dipertahankan oleh 11.000 pasukan Jepang di bawah komando Kolonel Kuzume Naoyuki. Karena ia tak menyukai doktrin penghancuran musuh di tepi perairan, ia memutuskan untuk membiarkan pihak Amerika mendarat ke pantai tanpa perlawanan, supaya mereka tanpa curiga melenggang masuk ke dalam perangkap yang telah ia persiapkan bagi mereka. Keputusan ini menyebabkan kawasan di sekitar lapangan udara yang vital di pulau tersebut diubah menjadi jaringan bawah tanah militer penuh gua dan kubu pertahanan, yang berisi infantri, senapan otomatis, artileri, regu-regu mortir, dan tank-tank ringan Tipe 95 Ha-Go. Naoyuki juga membekali posisi-posisi tersebut dengan amunisi, makanan dan minuman dalam jumlah berlimpah agar bisa bertahan selama berbulan-bulan. Di Biak, air minum tak tersedia dalam jumlah banyak, sehingga di sana hawa panas dan kelembapan akan mengakibatkan korban dalam jumlah yang hampir sama dengan peluru musuh.
Dari satu pesan bertanggal 4 Mei 1944 yang berhasil disadap, diketahui bahwa intelijen Komando Pasukan Area ke-2 AD Kekaisaran Jepang menyangka pendaratan Sekutu berikutnya akan dilakukan di Biak, sehingga pendaratan pendahuluan dilakukan terhadap Wakde pada tanggal 17 Mei, dalam perjalanan menuju Biak. Di sana sebuah lapangan terbang yang lebih kecil tersedia, yang bisa digunakan sebagai pangkalan garis depan hingga lapangan-lapangan terbang di Biak siap digunakan. Walaupun prakiraan intelijen memperkirakan pasukan musuh berjumlah sekitar 5000 orang, sebuah pesan yang berhasil disadap pada akhir bulan April mengungkapkan jumlah pasukan berdasarkan kebutuhan ransum sekitar 10.800 orang, walau angka tersebut dianggap mewakili proyeksi kekuatan, dan bukan kekuatan riil saat ini.

PERTEMPURAN
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/88/Assault_on_Biak.jpg/250px-Assault_on_Biak.jpg
Serangan Terhadap Pulau Biak
Resimen Infantri ke-162 dari Divisi ke-41 AD AS mendarat di Biak pada 27 Mei 1944, dan, pada pukul 5.15 sore, berhasil mendaratkan 12.000 orang pasukan, dengan 12 tank Sherman, 29 artileri lapangan, 500 kendaraan dan 2400 ton suplai. Salah satu suplai tersebut adalah es krim, yang langsung dibagikan di hari pertama. Daratan pulau tersebut adalah karang yang keras, sehingga mesti diledakkan dengan dinamit supaya buldozer bisa bekerja di sana dengan lancer.
Mereka bergerak masuk ke dalam pulau dengan penuh percaya diri dalam keyakinan hanya akan menghadapi perlawanan ringan, hingga mereka mencapai lapangan terbang yang vital itu. Kemudian, dari dataran sekitar dan tepian-tepian puncak perbukitan di atas, muncul badai peluru dan proyektil meriam yang membuat mereka berlindung tanpa bisa kemana-mana. Setelah malam tiba, barulah traktor-traktor amfibi berhasil mengeluarkan mereka dari jebakan tersebut. Pada hari berikutnya, mereka mencapai lapangan Mokmer, dengan sasaran lapangan Sorido. Pasukan Jepang tetap bertahan, dan menunda jatuhnya lapangan Mokmer selama sepuluh hari.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/97/TankshermanM4.jpg/250px-TankshermanM4.jpg
Tank M4 Sherman
Karena penundaan tersebut, markas Komando AU ke-5 di Nadzab mengatur agar Pulau Owi, yang berada di sebelah selatan pantai Bosnik (hanya beberapa kilometer sebelah timur Mokmer), direbut pada tanggal 2 Juni, lalu membangun dua landasan sepanjang 7.000 kaki di sana. Sebuah detasemen garis depan ditempatkan di sana bersama 15.000 orang pasukan, satu grup pesawat pengebom, dua grup pesawat pemburu, dan satu grup pesawat pemburu malam hari P-61 "Black Widow."
Dari sebuah sadapan, Unit Nirkabel ke-1 RAAF mendapat informasi bahwa Letjen Takuzo Numata, Kepala Staf Komando Pasukan Area ke-2 AD sedang berada di pulau tersebut dalam sebuah tur inspeksi. Pangkatnya lebih tinggi dari Kolonel Kuzume, dan mengirim pesan yang memohon agar dirinya dievakuasi. Dirinya dievakuasi oleh pesawat amfibi dari Teluk Korin pada tanggal 20 Juni. Pada tanggal 22 Juni, Kolonel Kuzume membakar panji-panji kesatuan lalu melakukan hara kiri.

Karena Laksamana Toyoda membutuhkan landasan-landasan di Biak untuk menyerang Armada Pasifik AS, ia melancarkan Operasi Kon, upaya untuk menyelamatkan Biak. Sebuah serangan pada tanggal 8 Juni berhasil dibendung oleh kekuatan laut Amerika dan Australia. Serangan pertama pada tanggal 1 Juni dibatalkan ketika sebuah pesawat Jepang memberi laporan keliru yang menyatakan kehadiran sebuah kapal induk AS, dan serangan ketiga pada tanggal 13 Juni dialihkan ke utara, ke Laud Filipina untuk menyerang kapal-kapal induk Armada ke-5 AS; serangan ini mestinya mengikutsertakan kapal-kapal tempur super Jepang, Yamato dan Musashi.

Pasukan Amerika berhasil menembus pertahanan Jepang pada tanggal 22 Juni, di mana daerah pesisir dari Bosnik hingga Sorido berhasil direbut, termasuk tiga lapangan terbang di Sorido (4500 kaki), Borokoe (4500 kaki), dan Mokmer (8000 kaki). Masih tersisa sekitar 3.000 pasukan Jepang yang mencoba menggalang serangan balik penghabisan hingga 17 Agustus. [7] Bleakley mengenang bahwa dalam sebuah gubuk bambu berisi peralatan rekreasi Jepang, semacam PX atau toko khusus militer yang memuat "lusinan pasang sepatu skating" – "di sebuah pulau antah berantah di khatulistiwa!". Selama beberapa waktu ia menyimpan sepasang sebagai suvenir, dan berkata bahwa para prajurit Jepang diberitahu kalau mereka berada di sebuah pulau lepas pantai San Francisco, dan tak lama lagi akan menginvasi Amerika. Ia berada bersama Unit Nirkabel ke-1 RAAF, satu-satunya kesatuan Australia di pulau tersebut.

AKHIR PERTEMPURAN
Bagi pihak Amerika, perebutan Pulau Biak memakan korban 474 orang tewas dan 2.428 luka-luka. Pihak Jepang kehilangan 6.000 orang tewas dan 450 orang tertawan, sehingga lebih dari 4.000 orang lainnya tak diketahui nasibnya atau hilang dalam tugas dan diasumsikan tewas. Artinya, mereka dimusnahkan. Setelah itu, tak ada lagi serangan Banzai tanpa pikir panjang dan penuh emosi, yang biasanya membuat kekuatan Jepang terkuras hingga pupus. Biak merupakan pertempuran yang melelahkan dan alot. Taktik penyergapan atau menunda-nunda ini diulangi di Pertempuran Peleliu, Pertempuran Okinawa, dan Pertempuran Iwo Jima, yang sebelumnya diperkirakan Korps Marinir AS dan AD AS bisa dimenangkan hanya dalam beberapa hari atau minggu saja, tapi justru berlanjut hingga berbulan-bulan, dengan kerugian yang sangat besar, bukan hanya karena menghabiskan waktu yang berharga, tapi juga jatuhnya korban jiwa dan peralatan yang jauh lebih berharga.

MONUMEN
Di pantai Paray, di antara desa Mokmer dan Bosnik, sekitar tujuh kilometer dari Biak Kota, terdapat sebuah monumen peringatan Perang Dunia II. Monumen ini dibangun pada tahun 1994 lewat kerjasama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang. Ada pula gua Jepang Binsari, yang terletak di Desa Sumberker, Samofa, sekitar lima kilometer dari Biak Kota.

Wikipedia.org