Ads 468x60px

Kapal Perusak

Kapal Perusak (Destroyer)

Kapal perusak atau destroyer merupakan kapal perang yang mampu bergerak cepat serta lincah bermanuver. Fungsi kapal perusak adalah memproteksi armada kapal perang yang berukuran lebih besar seperti kapal induk (carrier) atau capital warship (kapal tempur (battleship) atau kapal penjelajah (cruiser)) dari ancaman serangan peralatan perang yang lebih kecil seperti kapal...

Read More
Historical Battle of Iwo

Historical Battle of Iwo Jima

Pertempuran Iwo Jima terjadi antara 19 Februari - 26 Maret 1945, (dengan kode sandi Operasi Detasemen) adalah pertempuran di mana Amerika Serikat bertujuan merebut Iwo Jima dari Jepang. Invasi AS memiliki misi merebut dua lapangan udara di Iwo Jima. Dalam pertempuran tersebut, Amerika Serikat berhasil merebut Iwo Jima, termasuk pangkalan udara yang ada di pulau milik Jepang tersebut. Perang ini disebut sebagai perang tersengit...

Read More
Olimpedit quo minus

Mitsubishi A6M/Zero

Mitsubishi A6M yang terkenal, secara popular disebut dengan julukan “Zero”, adalah pesawat tempur kapal induk pertama di dunia yang mampu mengalahkan pesawat tempur “land-based” sejaman yang dia hadapi. Karena kecerobohan inteligen Sekutu, pesawat ini mampu meraih superioritas udara intermediet diatas Hindia Timur dan Asia Tenggara....

Read More
Itaque earum rerum

TBF Avenger

Grumman TBF Avenger adalah pesawat pembom torpedo yang awalnya dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat dan Korps Marinir , dan pada akhirnya digunakan oleh beberapa angkatan laut dunia. Mengawali karir AS pada tahun 1942, dan memulai debutnya pada Pertempuran Midway . Akibat minimnya pengalaman penerbang pembom torpedo Amerika,...

Read More
Epudiandae sint molestiae

KRI Irian

Kapal jenis ini adalah Kapal Penjelajah konvensional terakhir yang dibuat untuk AL Soviet, 13 kapal diselesaikan sebelum Nikita Khrushchev menghentikan program ini karena kapal jenis ini dianggap kuno dengan munculnya rudal (peluru kendali). Kapal ini adalah versi pengembangan dari Penjelajah Kelas Chapayev. KRI Irian sebenarnya adalah kapal Penjelajah Ordzhonikidze dari armada Baltik AL Soviet...

Read More
Sahut aut reiciendis

Tank Tiger, Masterpiece From world War 2

Tank Tiger adalah salah satu jenis Tank Berat Jerman yang beroperasi pada waktu Perang Dunia ke 2. Nama resmi Tiger adalah PzKpfw VI Ausf. E yang disandangnya sejak Maret 1943. Tank Tiger muncul pertama kali pada tahun 1942 sebagai usaha Jerman untuk mengalahkan Tank Uni Soviet, T 34 yang terkenal dengan mobilitas dan daya serang yang tinggi. Tank Tiger dirancang oleh Henschel dan Sohn dengan berat sekitar 60 ton tiap buahnya. Selama Perang...

Read More

Rabu, 20 Juni 2012

F-94 Starfire


F-94 adalah salah satu jet tempur pertama yang dilengkapi dengan radar. Dirancang sebagai all weather interceptor, F-94 dikembangkan dari pesawat latih T-33 dan terbang pertama kali pada tanggal 16 April 1949. Pesawat ini juga merupakan salah satu jet tempur pertama yang menggunakan afterburner.

Pada saat Perang Korea, Angkatan Udara AS melarang operasional F-94 memasuki wilayah Korea Utara karena takut jika pesawat tersebut jatuh maka pihak komunis akan memperoleh data tentang radar yang dipergunakan pesawat tersebut. Namun akhirnya larangan tersebut dicabut dan F-94 berhasil mencatat sejumlah kemenangan dalam pertempuran udara, termasuk kemenangan pertama dalam pertempuran antara jet tempur di malam hari.
Varian awal F-94 (F-94A dan F-94B) dipersenjatai dengan empat pucuk senapan mesin kaliber 12,7mm dan mampu mengangkut dua bom ukuran 1,000 lb (454 kg). Sementara varianF-94C dipersenjatai dengan peluncur roket kaliber 70mm

F-94 digunakan oleh Angkatan Udara AS sampai dengan tahun 1959 dan oleh unit-unit Air National Guard sampai dengan tahun 1960.

Specifications (F-94C)
Crew : 2
Powerplant : 1 x 38.9kN / 8,750 lb-afterburning thrust Pratt & Whitney J48-P-5 turbojet engine
Length : 13.56m
Wingspan : 12.93
Height : 4.55m
Weight empty : 5,761 kg
Maximum take-off weight : 10,977 kg
Maximum speed : 941 km/h
Range : 1,300 km
Service ceiling : 15,665m
Armament : up to 48 x 70mm rockets
Diposkan oleh Ryan Alexander di 00:24

ZSU-23/4 Altileri Anti Serangan Udara Taktis, Si Pemangsa Pesawat Musuh




Secara umum, artileri merupakan sebutan untuk senjata berat jarak jauh. Pada awalnya, istilah artileri (bahasa Perancis: artillerie) digunakan untuk menyebut alat berat apapun yang menembakkan proyektil di medan perang. Istilah ini juga dipakai untuk mendeskripsikan tentara yang tugasnya menjalankan alat-alat tersebut. Dengan ditemukannya kendaraan terbang pada awal abad ke-20, artileri mulai digunakan juga dan disebut senjata darat anti-udara.

Dalam pengertian TNI-AD, senjata artileri meliputi Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Artileri Medan (Armed). Termasuk dalam Arhanud adalah meriam dan peluru kendali anti pesawat udara. Sedangkan Armed terdiri dari meriam, howitzer, mortir berat dan roket.

Sejarah artileri Modern
Pada awal abad ke-20, senjata infanteri sudah semakin kuat dan akurat, membuat artileri harus dijauhkan dari garis depan medan perang. Perubahan kepada tembakan tidak langsung ini ternyata tetap efektif pada Perang Dunia I, menyebabkan 75% dari jumlah semua kematian. Karena adanya peperangan parit pada awal Perang Dunia I, howitzer semakin banyak dipakai, karena howitzer menembak dengan sudut yang tinggi, cocok untuk mengenai target di dalam parit

Selain itu, pelurunya juga dapat berisi bahan peledak dengan jumlah lebih banyak. Jerman menyadari hal ini dan memulai perang dengan howitzer yang lebih banyak dari Perancis. Perang Dunia I juga ditandai dengan adanya Meriam Paris, meriam terjauh yang pernah ditembakkan. Meriam berkaliber 200 mm ini digunakan Jerman untuk menembak ke Paris, dan mampu menembak ke target yang jauhnya 122 km.

Perang Dunia II mencetuskan perkembangan baru dalam teknologi meriam, antara lain peluru sabot, proyektil bahan peledak hampa, dan sumbu berjarak, semuanya cukup penting. Sumbu berjarak mulai dipakai di medan perang Eropa pada akhir Desember 1944. Teknologi ini kemudian dikenal sebagai "hadiah Natal" untuk tentara Jerman, dan banyak dipakai di Pertempuran Bulge. Sumbu berjarak efektif dipakai melawan infanteri Jerman di ruang terbuka, dan digunakan untuk menghentikan serangan.


Teknologi ini juga dipakai pada proyektil anti pesawat, dan digunakan di medan perang Eropa dan Pasifik untuk menghadapi peluru kendali V-1 dan pesawat kamikaze. Meriam anti tank dan meriam tank juga sangat berkembang pada perang ini. Misalnya, Panzer III yang awalnya dirancang untuk menggunakan meriam 37 mm, diproduksi dengan meriam 50 mm. Pada tahun 1944, KwK 43 8,8 cm—dan berbagai variasinya—mulai dipakai oleh Wehrmacht, dan digunakan sebagai meriam tank dan meriam anti tank PaK 43. Meriam ini menjadi salah satu meriam paling kuat pada Perang Dunia II, yang mampu menghancurkan tank Sekutu dari jarak jauh.

Salah satu yang paling populer dalam altileri dan pertahanan anti serangan udara adalah penggunaan ZSU-23/4 (SPAAG) yang dalam inovasinya terus berkembang baik dari sistem dinamik maupun radar system.

ZSU-23/4 adalah Salah satu contoh proyek yang dihasilkan oleh Ulyanovsk Mechanical Plant di Rusia. Upgrade mencakup RPK-2 radar berbasis yang mengintegrasikan kontrol yang memudahkan dalam melakukan serangan kepada target pesawat musuh. Sistem ZSU -23 ini dilengkapi dengan peralatan canggih lainnya mulai dari sistem digital yang terhubung ke komputer remote surveilans sumber data dan penargetan. Yang lainnya termasuk sensor ptik, yang memungkinkan sistem untuk melakukan searching target diluar radaar. Varian terbaru dari ZSU-23 ini adalah Igla (SA-18) missiles, di ZSU-23-4M5 dan penggantian yang quad dengan senapan kembar barel Tulamashzavod 2A38M 30mm cannons (juga digunakan dalam 2S6M Tungushka). ZM Tranow dari Polandia, yang menghasilkan dua barel ZSU-23-2 di bawah lisensi yang terpasang pada sistem 2S1 howitzer chassis, terintegrasi dengan empat moncong tembakan remote kontrol Grom ringan anti missiles pesawat terbang .

ZSU-23 / 4 Shilka juga mendapat tambahan sistem kontrol untuk menunjang daya tembakan yang terintegrasi dan terpadu dengan di lengkapi multi-Sensor yang di dikembangkan secara bersama antara perusahaan India Barat Dynamics dan Israel Aerospace Industrie's MBT.

Kendaraan tempur yang telah dimodernisasi ditampilkan di pada acara Aero India, pada varian terbaru dipasang dengan 359 BHP Caterpillar utama mesin diesel serta alas-mount radar, thermal imager, pengindaraan malam hari dan laser rangefinder yang memungkinkan kendaraan yang beroperasi secara pasif atau 'emitting 'Mode pencarian.

Radar ZSU-23 / 4 mampu mendeteksi target pada kisaran 15km dan mampu mengunci target pada jarak 9 km. Sensor pasif optronic dapat beroperasi secara independen dari radar yang mendeteksi dan melacak target udara sepanjang 8 km. Empat 23mm senjata yang efektif dalam kisaran 2.500 meter dengan ketinggian 1.500 meter. Kendaraan tempur ZSU-23 ini dipasang dengan dua operator konsol, di samping itu terdapat satu unit sistem pelacakan target secara spesifik serta nantinya akan di lengkapi dengan persenjataan berupa roket. Sistem ini diharapkan kedepan mampu menjawab sisi defence dalam upaya pencegahan dan momok yang menakutkan bagi pesawat tempur musuh .

ARL-44 Heavy Tank


Akhir tahun 1930-an, heavy tank yang dimiliki oleh Perancis adalah Char B1. Kelemahan utama tank ini adalah persenjataan utama berupa meriam kaliber 75mm yang memiliki elevasi terbatas sehingga pada tahun 1938 dimulai proyek untuk membuat heavy tank baru ARL-40. Namun heavy tank baru ini tidak sempat memasuki tahap produksi karena pada tahun 1940 Perancis dikuasai oleh Jerman.
Selama masa pendudukan Jerman, Perancis tetap melakukan pengembangan tank tersebut secara rahasia dan ketika Perancis berhasil bebas dari pendudukan Jerman pada tahun 1944 maka proyek heavy tank tersebut kembali dilanjutkan. Namun ternyata desain tank tersebut sudah sangat ketinggalan jaman mengingat pada awalnya proyek tersebut dimulai pada akhir tahun 1930-an, sementara teknologi tank dan kendaraan lapis baja sudah berkembang dengan pesat pada pertengahan Perang Dunia II.

Pada awal tahun 1945 militer Perancis menyatakan bahwa spesifikasi tank ARL-40 sudah tidak memadai lagi untuk memenuhi kebutuhan pasukan tank Perancis. Pihak militer Perancis bahkan menyebutkan bahwa membuat tank dengan spesifikasi sesuai dengan desain ARL-40 adalah sia-sia belaka, mengingat tank tersebut didesain pada akhir tahun 1930-an. Berdasarkan permintaan militer Perancis inilah maka kemudian dirancang sebuat proyek heavy tank baru yang memiliki kemampuan di atas ARL-40. Heavy tank tersebut adalah ARL-44.

Walaupun demikian, tank ARL-44 pada dasarnya masih menggunakan teknologi tank Perancis pada akhir tahun 1930-an. ARL-44 masih menggunakan suspensi yang sama dengan tank Char B1, hanya saja ARL-44 memiliki lapisan baja sampai setebal 120mm dan dipersenjatai dengan meriam DCA45 kaliber 90mm (yang merupakan pengembangan dari meriam anti serangan udara yang biasa digunakan pada kapal-kapal perang Angkatan Laut Perancis). Hal ini dikarenakan militer Perancis meminta tank itu untuk segera diproduksi, sementara industri tank Perancis masih belum pulih akibat masa pendudukan Jerman.

Pada awalnya direncanakan untuk membuat sebanyak 300 unit tan ARL-44, namun pada akhirnya hanya sekitar 60 unit diproduksi pada tahun 1946-1950. ARL-44 dikenal memiliki banyak masalah pada masa operasionalnya. Hal ini tidak mengherankan karena sebetulnya tank ini dibuat secara terburu-buru dan walaupun ketika memasuki tahap produksi bisa dikatakan Perancis sudah tidak membutuhkan lagi heavy tank, namun tank ini tetap dibuat secara terbatas. Salah satu alasan ARL-44 tetap diproduksi adalah untuk membangkitkan semangat nasional masyarakat Perancis yang sedang kembali membangun negara mereka usai Perang Dunia II.
ARL-44 Pensiun

ARL-44 hanya digunakan oleh pasukan Perancis sampai tahun 1953 karena pada tahun tersebut Perancis menerima tank M47 Patton dalam jumlah besar sebagai bagian dari bantuan militer AS.

Specification
Crew : 5
Armament :
Main : 1 x 90mm gun
Co-axial : 1 x 7.5mm machine gun
Bow : 1 x 7.5 mm machine gun
Combat weight : 48,000 kg
Length : 10.52 m
Width : 3.40 m
Height : 3.20 m
Powerpack : 575 hp Maybach HL230 petrol engine
Maximum road speed : 35.75 km/h
Range : 150 km

Tank Tiger, Masterpiece From world War 2


Tank Tiger merupakan salah satu jenis Tank Berat Jerman yang beroperasi pada waktu Perang Dunia ke 2. Nama resmi Tiger adalah PzKpfw VI Ausf. E yang disandangnya sejak Maret 1943. Tank Tiger muncul pertama kali pada tahun 1942 sebagai usaha Jerman untuk mengalahkan Tank Uni Soviet, T 34 yang terkenal dengan mobilitas dan daya serang yang tinggi. Tank Tiger dirancang oleh Henschel & Sohn dengan berat sekitar 60 ton tiap buahnya. Selama Perang Tank Jenis ini dibuat hingga 1500 buah, termasuk beberapa varian dan jenis prototipenya. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar seperti beberapa saingannya dari negara lain (T-34 Uni Soviet dibuat hingga lebih dari 33.000 buah sedangkan Tank Sherman USA dibuat hingga lebih dari 25.000 buah) namun kemampuannya dalam bertahan dan daya serangnya yang luar biasa dibandingakan dengan tank-tank lain pada masanya. Ketebalan lapis baja bagian depan berkisar 10-11 cm dan sekira 8 cm untuk bagian samping dan belakang. Sedang untuk bagian atas dan bawah jauh lebih tipis dengan ketebalan 2.5 cm. Dengan lapis baja yang begitu tebal, berat Tiger bisa mencapai 56.9 ton. Dengan bobot raksasa, maka tank ini akan terlalu berat untuk sebagian besar jembatan. Itu sebabnya, Tiger dirancang untuk mampu menyelam hingga kedalaman 4 meter.

Sejarah Penciptaan
Pada Juli 1941, Jerman memutuskan untuk menyerang Uni Soviet. Serangan itu dibagi menjadi 3 jurusan, Grup Tentara Utara dimpimpin oleh Jenderal Von Leeb akan merebut kota Leningrad (St. Petersburg) dan sekitarnya, serta mengamankan perbatasan sekutu mereka, Finlandia, terhadap Uni Soviet, Grup Tentara Tengah yang dipimpin oleh Jenderal Von Bock akan merebut kota-kota pemerintahan Uni Soviet seperti Smolenks dan Moskow, Sementara itu Grup Tentara Selatan yang dipimpin oleh Von Rundstedt ditugaskan mengambil alih Ukraina bersama-sama tentara Rumania, jika mereka meneruskan serangannya, maka mereka akan dapat mengambil alih seluruh wilayah Crimea dan ladang minyak yang terdapat di Baku (sekitar Georgia dan Armenia).

Pada Serangan Jerman terhadap Uni Soviet yang diberi sandi Operasi Barbarossa (nama salah seorang Kaisar Prussia yang paling berpengaruh) Jerman mengerahkan tidak kurang dari 3,6 juta pasukan. Lebih dari 2/3 adalah tentara Jerman sendiri sedangkan sisanya adalah tentara sekutu jerman ; Rumania, Hungaria, Bulgaria, Italia, Finlandia termasuk beberapa pasukan yang datang dari negara-negara seperti Belanda, Perancis dan Belgia yang secara sukarela bergabung dengan tentara Jerman. Lebih dari 4000 meriam, 4100 tank dan Assault Gun, serta lebih dari 4.300 Pesawat terbang berbagai jenis turut dikerahkan pada serangan itu. Sementara itu pihak Uni Soviet Sendiri mempunyai lebih dari 5,7 Juta Personel, 25.000 tank dan lebih dari 15.000 pesawat dari berbagai jenis. Meskipun jumlah tentara Soviet lebih banyak, namun serangan itu tidak bisa dihentikan hingga menjelang musim dingin di akhir tahun 1941. Pada waktu itu, 1/3 wilayah Soviet telah berhasil direbut oleh Jerman.

Di akhir tahun 1941, Jerman berusaha melakukan pengepungan terhadap Ibu Kota Uni Soviet, Moskow. Namun serangan itu gagal karena musim dingin yang mengamuk di satu sisi, namun di sisi lain, mereka terpaksa mundur karena munculnya tank jenis baru dari Uni Soviet yang tergolong superior, T 34. T 34 termasuk ke dalam jenis tank medium. Tank tersebut berhasil menggabungkan antara fleksibilitas manuver dan kekuatan daya serang. Satu-satunya jenis Tank Jerman yang mampu menandinginnya adalah Mark IV atau Panzerkampfwagen Mark IV dan Meriam 88mm. Namun di kala itu jumlahnya tidak cukup untuk menandingi jumlah T 34 yang produksinya semakin hari semakin meningkat. Oleh karena itu, sebuah tank jenis baru diciptakan dan lahirlah Tank Tiger. Tank yang mengutamakan unsur keamanan (savety) dari personelnya serta kemampuan daya serangnya, ditunjang dengan meriam 88mm yang mampu menembus pertahanan baja dari T 34 dari jarak 1.5 km. Pada saat pertama kali muncul di tahun 1942, tidak satupun meriam artileri Uni Soviet dan Tank mereka yang mampu menembus pertahanan baja Tank Tiger. Bahkan rata-rata, 1 unit Tank Tiger mampu menghancurkan 15-20 T-34 selama masa operasinya. Kelemahan Tank Tiger adalah ketika ia harus berhadapan dengan pembom udara atau pada ranjau darat yang cukup kuat untuk merusak lambung bagian bawah tank tiger yang tidak begitu kuat. Namun secara keseluruhan, Tank Tiger tetap tank tak tertandingi hingga pertengahan tahun 1943.
Miniatur Tank Tiger

Tank Tiger tidak hanya memainkan peranan penting di Front Timur, ia juga memainkan peranan yang penting di Front Barat ketika pasukan sekutu mulai mendarat pada Juli 1944. Walaupun jumlah mereka hanya kecil (beberapa catatan menyebutkan bahwa tidak lebih dari 92 buah saja Tank Tiger yang dikirim), namun mereka mampu menahan ratusan hingga ribuan tank dan tentara sekutu pada fase awal pendaratan sekutu. Bahkan mereka berhasil menahan kemajuan tentara sekutu hingga berminggu-minggu lamanya. Pada perang tersebut, Tank Tiger benar-benar mendapatkan reputasi yang luar biasa dari tentara sekutu. Sehingga tidak sedikit dari tentara sekutu yang menyebutnya sebagai Terror Tiger, karena kekuatan dan kemampuannya yang luar biasa dalam melakukan serangan dan pertahanan. Meskipun pada akhirnya satuan Tank Tiger di front barat harus musnah (sebagian besar karena pemboman yang dilakukan sekutu terus menerus terhadap garis pertahanan Jerman), namun hal itu tidak mengurangi apresiasi pasukan sekutu terhadap kemampuan tempur yang dimiliki oleh Tank Tiger.


Tank King Tiger

Jenis Tank Tiger yang baru, atau disebut dengan King Tiger (dalam bahasa Jerman Koenigs Tiger), muncul pertama kali pada Pertempuran Bulge (The Battle of Bulge) di akhir tahun 1944. Tank ini mempunyai daya serang yang jauh lebih kuat dibandingkan varian Tank Tiger sebelumnya, disamping itu, ia juga mempunyai kemampuan manuver yang luar biasa. Hanya saja kemampuan yang sebegitu baik dari tank ini tidak ditunjang dengan ketersedian bahan bakar yang cukup. Sehingga kemampuan tempurnya tidak dapat dioptimalkan. Jumlah produksinya juga kecil, yaitu tidak mencapai lebih dari 500 buah.

Meskipun tidak banyak berperan di dalam pertempuran seperti pendahulunya, namun tidak dapat dipungkiri bahwa King Tiger adalah salah satu tank terbaik Jerman selama Perang Dunia ke 2. Ia mampu mengkombinasikan antara kemampuan manuver, daya tahan dan daya serang yang luar biasa.

Sumber              : - Wikipedia.org
   - aninditasaktiaji.blogspot.com
   - syafrilhernendi.com
  

F-82 Twin Mustang



North American F-82 Twin Mustang adalah fighter dengan mesin piston terakhir yang dikembangkan oleh Angkatan Udara AS. Walaupun tampaknya pesawat ini hanya merupakan dua pesawat P-51 Mustang yang digabungkan menjadi satu pesawat, namun sebetulnya pesawat ini adalah hasil rancangan yang benar-benar baru. Hanya saja pihak pabrikan Norh American memang mengembangkan pesawat ini dengan berdasarkan P-51H Mustang.

F-82 Twin Mustang menjadi tulang punggung Air Defense Command AS pada masa-masa awal perang dingin. Pesawat ini banyak ditempatkan di Alaska untuk mengantisipasi serangan pembom Tupolev Tu-4 Bull milik Uni Soviet. Pada saat pecah Perang Korea, F-82 adalah pesawat tempur AS pertama yang dikirim ke Korea dan sekaligus menjadi pesawat AS pertama yang berhasil menembak jatuh pesawat milik pasukan Komunis.


Pada masa-masa awal Perang Korea, F-82 banyak digunakan untuk misi-misi pengintaian dan pertempuran udara. Namun fungsinya dalam pertempuran udara kemudian digantikan oleh pesawat-pesawat jet seperti F-80 Shooting Star sehingga F-82 kemudian banyak digunakan untuk misi-misi serangan darat bersama P-51 Mustang dan B-26 Invader. F-82 digunakan dalam Perang Korea sampai dengan tahun 1952 dan kemudian digantikan oleh F-94 Starfire.
F-82 Twin Mustang dibuat sebanyak 270 unit dan digunakan oleh Angkatan Udara AS dari tahun 1946 sampai dengan tahun 1953.

Specifications (F-82G)
Crew : 2
Powerplant : 2 x 1,600 hp Allison V-1710-143/145 V-12 piston engines
Length : 12.93m
Wingspan : 15.62m
Height : 4.22m
Weight empty : 7,256 kg
Maximum take-off weight : 11,608 kg
Maximum speed : 742 km/h
Range : 3,605 km
Service ceiling : 11,855m
Armament : 6 x 12.7mm machine guns and up to 1,800 kg of bombs or rockets

IS-2 Stalin Heavy Tank


Pada tahun 1943 tank-tank berat KV-1 dan KV-2 dirasakan sudah tidak mampu lagi digunakan dalam pertempuran melawan Jerman. Lambat dan dengan persenjataan yang sama dengan tank medium T-34, ditambah dengan kemunculan tank-tank Panther dan Tiger semakin menegaskan akan adanya kebutuhan heavy tank baru bagi pasukan Uni Soviet. Oleh karena itu maka kemudian dirancang satu tank baru yang akhirnya diberi nama IS, mengambil dari nama Iosef Stalin; pimpinan negara Uni Soviet.

Versi awal tank dengan empat orang awak ini adalah IS-1 yang dipersenjatai dengan meriam D-5T kaliber 85mm. Namun pada saat yang bersamaan diproduksi medium tank T-34/85 dengan persenjataan yang sama dan oleh karena itu dibutuhkan meriam dengan kaliber yang lebih besar untuk mempersenjatai heavy tank baru tersebut. Uji coba sempat dilakukan dengan menggunakan meriam kaliber 100mm, namun kemudian dihentikan dengan alasan logistik. Akhirnnya diputuskan untum mempersenjatai tank tersebut dengan meriam D-25T kaliber 122mm.


Konsep heavy tank dalam militer Uni Soviet adalah untuk mendukung pasukan infantri dan oleh karena itu dipergunakan meriam kaliber 122mm. Dengan proyektil HE seberat 28 kg (bandingkan dengan meriam 88 Jerman dengan proyektil HE seberat 9 kg, atau proyektil HE meriam 75mm yang hanya seberat 4 kg) tentu saja sangat menakutkan. Selain itu meriam 122m juga sudah digunakan secara luas di kalangan pasukan Uni Soviet sehingga mempermudah urusan logistik. Selain meriam kaliber 122 dengan 28 butir amunisi, IS-2 juga dipersenjatai dengan dua pucuk senapan mesin DT kaliber 7,62mm; tidak sedikit pula IS-2 yang masih ditambahi dengan senapan mesin berat DShk kaliber 12,7mm guna keperluan anti serangan udara.

IS-2 pertama kali digunkan dalam pertempuran pada bulan April 1944. Pasukan tank Jerman kaget luar biasa ketika melihat meriam kaliber 88mm pada tank Tiger I tidak mampu menembus lapisan baja IS-2, kecuali dalam jarak kurang dari 1.000 meter. Bahkan meriam kaliber 75mm tank Panther bahkan hanya efektif dalam jarak kurang dari 600 meter. Walaupun lebih diutamakan untuk menembakkan proyektil HE, tetapi meriam 122mm pada tank IS-2 juga digunakan untuk menembakkan proyektil AP dan mampu menembus lapisan baja tank Tiger dalam jarak lebih dari 1.000 meter.

Secara teknis lapisan baja dan meriam 122mm yang digunakan tank IS-2 memang mampu mengimbangi tank-tank Jerman, namun IS-2 ternyata lebih lamban dan sulit bermanuver jika dibandingkan dengan tank-tank Jerman. Selain itu tank-tank Jerman juga memiliki fire control yang jauh lebih baik dari tank-tank Uni Soviet.

Walaupun masih memiliki kelemahan, tetapi IS-2 adalah tank yang cukup tangguh dan digunakan sebagai ujung tombak serangan pasukan Uni Soviet pada tahun 1944-1945. Tank ini juga yang digunakan untuk mendobrak pertahanan Jerman di Berlin, sekaligus membawa Uni Soviet meraih kemenangan dalam Perang Dunia II.


Pada awal tahun 1945, muncul versi baru dari tank IS-2, yaitu IS-3. Versi IS-3 ini memiliki lapisan baja yang lebih tebal dengan desain turret model baru. IS-3 adalah salah satu simbol perang dingin, digunakan oleh beberapa negara sekutu Uni Soviet pada tahun 1950-an dan 1960-an. Salah satu penggunanya adalah Mesir, yang menggunakan IS-3 dalam Perang Arab-Israel tahun 1967 dan 1973.

Secara total telah diproduksi lebih dari 8.000 unit tank IS dalam berbagai varian dan versi, termasuk assault gun ISU-122 dan ISU-152.

Pesawat Yang Sering Di Gunakan Selama Perang Dunia Ke-2


P-51 Mustang




Nama : North american p-51 mustang
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× packard v-1650-7)
Maximum speed : 703 km/h (437 mph)
Jarak maksimum (range) : 2,755 km
Senjata : 6 senapan mesin (m2 browning machine guns), 10 roket, 2 bom



P-47 thunderbolt


 

Nama : Republic p-47 thunderbolt
Tipe : Fighter-bomber
Mesin : Piston (1× pratt & whitney r-2800-59) radial
Maximum speed : 697 km/h (433 mph)
Jarak maksimum (range) : 1290 km (combat), 2900 km (ferry)
Senjata : 8 senapan mesin (m2 browning machine guns), 10 roket, bom


P-38 Lightning


 

Nama : Lockheed p-38 lightning
Tipe : Heavy fighter
Mesin : 2 mesin piston
Maximum speed : 712 km/h
Jarak maksimum (range) : 1770 km – 3640 km
Senjata : 1 kanon, 4 senapan mesin, roket, bom

B-29 superfortress




Nama : Boeing b-29 superfortress
Tipe : Bomber (strategic)
Mesin : 4 mesin piston radial turbo
Maximum speed : 574 km/h
Jarak maksimum (range) : 5,230 km
Senjata : Kanon, 10 senapan mesin, 9000 kg bom


Vought F4U Corsair


Nama : Vought F4U Corsair
Tipe : Fighter
Mesin : 1× Pratt & Whitney R-2800-8W radial engine, 2,250 hp (1,678 kW)
Maximum speed: 425 mph (369 kn, 684 km/h)
Jarak maximum: 1,015 mi (882 nmi (1,633 km))
Senjata : 4 senapan mesin, 4 kanon, Bom (910 kg)


Spitfire


Nama : Supermarine spitfire
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× rolls-royce merlin 45 )
Maximum speed : 605 km/h
Jarak maksimum (range) : 1,840 km
Senjata : 2 kanon, 4 senapan mesin (browning machine guns), 2 bom (113 kg)
    
Hawker hurricane


Nama : Hawker hurricane
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (rolls-royce merlin xx )
Maximum speed : 547 km/h
Jarak maksimum (range) : 965 km
Senjata : 4 kanon, 2 x 230 kg bom

Hawker Typhoon



Nama : Hawker Typhoon
Tipe : Fighter-Bomber
Mesin : piston
Maximum Speed : 663 km/h
Jarak maksimum (Range) : 821 km
Senjata : 4 kanon, 8 roket (Air to Ground), 2 bom

Mosquito 


Nama : De havilland DH.98 Mosquito
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston Rolls-Royce Merlin
Maximum Speed : 610 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,500 km
Senjata : 4 Kanon, 4 Senapan mesin, 1800 kg bom

Ilyushin II-2


Nama : IL-2 Sturmovik
Tipe : Fighter (Ground attack)
Mesin : Piston (1× Mikulin AM-38F)
Maximum Speed : 414 km/h
Jarak maksimum (Range) : 720 km
Senjata : 2 Senapan mesin (ShKAS), 2 kanon, 8 roket, 2 bom

Yak-3 


Nama : Yakovlev Yak-3
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Klimov VK-105PF-2)
Maximum Speed : 655 km/h
Jarak maksimum (Range) : 650 km
Senjata : 2 Senapan mesin, 1 Kanon


MiG-3


Nama : Mikoyan-Gurevich MiG-3
Tipe : Fighter
Mesin : 1 Mesin piston (Mikulin AM-35A)
Maximum Speed : 640 km/h
Jarak maksimum (Range) : 820 k
Senjata : 6 roket, 3 Senapan mesin, 2 penyemprot gas kimia, 2 bom


Pe-2


Nama : Petlyakov Pe-2
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston (Klimov M-105P)
Maximum Speed : 580 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,160 km
Senjata : 3 Senapan mesin, 1600 kg bom


Fw-190




Nama : FockeWulf Fw-190
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× BMW 801 D-2) radial
Maximum Speed : 685 km/h
Jarak maksimum (Range) : 835 km
Senjata : 2 Senapan mesin (MG-31 machine guns), 2 kanon, 1 bom 500 kg (opsional)

Ju-87 Stuka 


Nama : Junkers Ju-87 Stuka
Tipe : Ground attack, Dive Bomber
Mesin : Piston (Junkers Jumo 211D)
Maximum Speed : 390 km/h
Jarak maksimum (Range) : 500 km
Senjata : 3 Senapan mesin, 3 bom

Heinkel He-111


Nama : Heinkel He-111
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston (Jumo 211F-1)
Maximum Speed : 440 km/h
Jarak maksimum (Range) : 2,300 km
Senjata : 1 Kanon, 8 Senapan mesin, 2500 kg bom

Messerschmitt Bf 110 G-4.




Nama : Messerschmitt Bf 110 G-4
Tipe : Night Fighter
Mesin : 2 Mesin piston (Daimler-Benz DB 605B)
Maximum Speed : 595 km/h
Jarak maksimum (Range) : 900 km – 1300 km
Senjata : 2 Kanon, 4 Senapan mesin

Messerschmitt Me-163 (Komet)


Nama : Messerschmitt Me-163 Komet
Tipe : Interceptor Fighter
Mesin : Mesin roket bipropellant
Maximum Speed : 1,060 km/h
Jarak maksimum (Range) : 40 km
Senjata : 2 Kanon

Messerschmitt Me-262 Schwalbe


Nama : Messerschmitt Me-163 Komet
Tipe : Interceptor Fighter
Mesin : 2 mesin turbojet (Junkers Jumo 004 B-1)
Maximum Speed : 900 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,050 km
Senjata : 4 Kanon, R4M Rocket, 2 bom

A6M Zero


Nama : Messerschmitt Me-163 Komet
Tipe : Interceptor Fighter
Mesin : 2 mesin turbojet (Junkers Jumo 004 B-1)
Maximum Speed : 900 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,050 km
Senjata : 4 Kanon, R4M Rocket, 2 bom

G4M Betty


Nama : Mitsubishi G4M (Betty)
Tipe : Medium Bomber
Mesin : 2 Piston (2× Mitsubishi MK4A-11) Radial
Maximum Speed : 315 km/h
Jarak maksimum (Range) : Lebih dari 2,852 km
Senjata : 1 kanon, 4 senapan mesin, bom, torpedo

G-50 Freccia


Nama : Fiat G-50 Freccia (Arrow)
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Fiat A.74 RC38) Radial
Maximum Speed : 484 km/h
Jarak maksimum (Range) : 670 km
Senjata : 2 Senapan mesin

C-200 Saetta


Nama : Macchi C.200 Saetta
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Fiat A.74 RC38) Radial
Maximum Speed : 504 km/h
Jarak maksimum (Range) : 570 km
Senjata : 2 Senapan mesin, 2 bom

Selasa, 19 Juni 2012

KRI Ki Hajar Dewantara (364)


KRI Ki Hajar Dewantara (364) merupakan kapal perusak kawal berpeluru kendali. Kapal ini juga merupakan kapal perang latih bagi anggota TNI AL.

Kri Ki Hajar Dewantara
KRI Ki Hajar Dewantara merupakan bagian dari armada pemukul (striking force). Memiliki kemampuan jelajah dan persenjataan yang mumpuni bagi pengawalan dan perlindungan kawasa perairan Republik Indonesia.

KRI Ki Hajar Dewantara mengambil nama dari seorang pahlawan nasional yang juga merupakan Bapak Pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.


Data Teknis
KRI Ki Hajar Dewantara memiliki berat 1,850 ton. Dengan dimensi 96,70 meter x 11,2 meter x 3,55 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel jelajah, 2 shaft menghasilkan 7000 bhp dan 1 boost turbine dengan 22,300 shp. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot. Diawaki oleh 91 pelaut 14 instruktur dan 100 taruna.

Persenjataan
Sebagai bagian dari armada pemukul KRI Ki Hajar Dewantara dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk menjaga wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :

4 rudal permukaan-ke-permukaan MM-38 Exocet buatan Perancis dengan jangkauan maksimal sekitar 42 Km dengan kecepatan 0,9 mach dan hulu ledak seberat 165 Kg dalam konfigurasi 2x2.

1 Meriam Bofors 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal WM28.

2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.

4 Torpedo AEG SUT, berpeluncur tabung 533mm, jangkauan 28 Km pada 23 knot atau 12 Km pada 35 knot dengan hulu ledak seberat 250 Kg.

Bom Laut/Mortir Anti Kapal Selam

Peluncur peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral.

Sensor dan elektronis

Sonar menggunakan PHS-32 hull mounted MF, kontrol penembakan menggunakan WM-28 dan EW menggunakan SUSIE-1 intercept, 2 flare RL





Penerbangan
Sebuah helikopter NBO-105 TNI ALTerdapat dek untuk helikopter NBO-105. NBO-105 adalah helikopter buatan Industri Pesawat terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang telah berganti nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia. Helikopter ini berfungsi sebagai over horizon survelilance, anti kapal selam dan transportasi.

Operasi
Pada tanggal 10 hingga 11 Maret KRI Ki Hajar Dewantara 364 dengan komandannya pada waktu itu, Letkol (laut) Edi Suyadi tergabung dalam satgas Aru Jaya melakukan operasi penghalauan terhadap kapal ferry Lusitania "si bedhes" Expresso yang bermaksud menuju Dilli, Timor timur tanpa ijin. Operasi berhasil dilakukan tanpa ada peluru yang ditembakkan.

Pada tanggal 15-28 Agustus 2002 dalam latihan Dalla-2002, KRI Ki Hajar Dewantara melakukan penembakan peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral.

A34 Comet Cruiser Tank


 Pengalaman pasukan Inggris pada saat bertempur di Afrika Utara menunjukkan bahwa Crusader yang merupakan cruiser tank pada saat itu memiliki banyak kelemahan. Inggris kemudian membuat cruiser tank baru, yaitu Cromwell. Cromwell sendiri adalah tank yang bagus, namun memiliki kelemahan apabila digunakan dalam pertempuran antar tank. Pemasangan meriam tipe baru tidak dimungkinkan karena keterbatasan rancangan tank tersebut. Akhirnya Inggris memutuskan untuk membuat cruiser tank baru yang memiliki banyak kesamaan komponen dengan Cromwell, namun memiliki kemampuan pertempuran tank yang lebih baik. Cruiser tank baru ini disebut Comet.

Comet diawaki lima orang dan menggunakan mesin Rolls Royce Meteor Mk.3 berkekuatan 600 tenaga kuda. Tank seberat 35,6 ton ini memiliki kecepatan maksimum 51km/jam dengan jarak tempuh 196km. Persenjataan utama tank ini adalah meriam high velocity kaliber 77mm (61 butir amunisi) dan dua senapan mesin Besa kaliber 7,9mm. Meriam kaliber 77mm sendiri adalah hasil pengembangan dari meriam 17 pounder yang digunakan pada tank Sherman Firefly.

Prototype Comet selesai pada bulan Februari 1944 dan mulai diproduksi pada bulan September 1944. Tank ini mulai digunakan Inggris pada bulan Desember 1944. Semasa digunakan dalam Perang Dunia II boleh dikatakan tidak ada pertempuran dalam skala besar yang melibatkan tank Comet, namun bukan berarti tank ini tidak pernah terlibat dalam kontak senjata dengan pasukan Jerman. Tank ini juga digunakan oleh pasukan Inggris saat melakukan operasi penyeberangan sungai Rhine.
Tank Comet Pensiun

Usai Perang Dunia II Comet masih terus digunakan oleh Inggris sampai dengan tahun 1958 dan sempat memperkuat pasukan Inggris dalam Perang Korea. Sementara Afrika Selatan, salah satu pengguna Comet, baru mempensiunkan tank ini pada tahun 1980-an.

Horten Ho-IX, Pesawat Stealth Zaman Perang Dunia Ke-2


Ilustrasi Pesawat Horten Ho-IX

Horten Ho-IX merupakan pesawat jenis bomber yang masih berbentuk 'prototipe', di design oleh Reimar dan Walter Horten dan dirancang oleh Gothaer Waggonfabrik, dianggap sebagai pesawat pertama yang mempunyai teknologi stealth. Para sejarawan masih saling berbeda pendapat akan bagaimana sebutan paling tepat dari pesawat ini, Ada yang menamainya Horten IX, Horten Ho IX, Gotha Go 229, Horten Ho-229. Pesawat terbang jenis ini dikenal dengan sebutan Sayap Terbang (Flying Wing) karena sebagian besar tubuh pesawat memang berupa sayap, tidak seperti pada bentuk pesawat terbang konvensional.

Pada tahun 1943, angkatan udara Jerman (Nazi) memerintahkan misi pembuatan pesawat terbang bomber yang mampu mengangkut 1.000 kilogram bom, bisa terbang sejauh 1.000 kilo meter, dan dapat mencapai kecepatan 1.000 kilometer per jam. Misi ini dikenal dengan nama 3 x 1000 Project. Walter Horten menyatakan ketertarikannya untuk membangun sebuah pesawat berkecepatan tinggi yang terbuat dari kayu. Laporan dari perkembangan DFS 194 (kemudian dinamai Messerschmitt Me 163) yang dikepalai Profesor Lippisch menambah keyakinan Walter bahwa pesawat dari kayu dapat membawa mesin jet atau roket dan kemudian terbang. Dan pesawat terbang rancangan Horten bersaudara yang dianggap paling sesuai untuk proyek tersebut. Maka pada Februari 1944 telah dibuat prototype pertama yang dinamakan Horten IX V1 atau sering juga disebut Horten Ho 229 di Goppingen. Prototipe pesawat terbang tersebut bisa diselesaikan dalam waktu enam bulan.
Uji Coba Terbang
Prototipe pertama Horten IX V1 dibangun dengan berdasarkan pada rancangan. Kemudian Bersamaan dengan uji terbang dari V1, dilanjutkan pembuatan prototype versi V2. V2 ditenagai oleh dua buah turbojet. Mesin yang digunakan adalah BMW 003 dan bukannya Jumo 004 seperti yang direncanakan semula. V2 diuji coba terbang pada tanggal 2 Februari1945 di Oranienburg. Pilot pengujinya adalah Erwin Ziller. Setelah sukses dalam uji coba yang pertama. Kemudian , dilakukan uji coba yg ketigakalinya. Saat lepas landas mesin sebelah kiri tersebut mati dan, pesawat kehilangan kecepatannya dan tidak bisa dikontrol. Erwin Ziller terbunuh ketika pesawat prototipenya menukik menabrak tanah dan hancur lebur.
Horten  V3 tersimpan di Smithsonian Institution's
Garber Restoration Facility
 

Setelah musibah itu, prototype Horten Ho 229 (V2) yang masih tersisa dipindahkan ke Gothaer Waggonfabrik (Gotha) di Friedrichsrode. Pada Maret 1945 mulai dibangun prototype seri ketiga, 229 V3. Versi ini merupakan modifikasi yang memiliki ukuran lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Baik pada dimensi ukuran, kapasitas mesin, maupun bahan pembentuk badan pesawat yang sudah menggunakan baja. V3 ditenagai oleh mesin Jumo 004C, dan dapat membawa dua buah kanon MK108 30mm di pangkal sayapnya. Tanggal 14 April 1945  Pesawat tempur ini hampir selesai pembuatannya saat pasukan sekutu berhasil menyerbu Jerman dan mengambil alih Gothaer Waggonfabrik beserta semua asetnya. Selanjutnya prototipe 229 V3 dibawa ke AS untuk dipelajari lebih lanjut. Prototype 229 V3 ini disimpan di NASM's Paul E. Garber Restoration di Silver Hill, Maryland – AS.
B-2 Spirit Stealth Penembangan Dari Horten Ho-IX

Karakteristik Umum :
    Awak : 1
    Panjang : 7,47 m
    Bentang Sayap : 16,76 m
    Tinggi : 2,81 m
    Luas Area Sayap : 50,20 m²
    Berat Kosong : 4.600 kg
    Berat Isi : 6.912 kg
    Berat Maksimum Lepas Landas : 8.100 kg
    Mesin Penggerak : 2 unit Junkers Jumo 004B turbojet, 8.7 kN

Kinerja :
    Kecepatan Maksimum : 977km/jam
    Ketinggian Maksimum : 16,000 m
    Kecepatan Panjat : 22 m/detik
    Daya Angkat Sayap : 137.7 kg/m²
    Gaya Berat : 0.26

Persenjataan :
    4 unit Cannon MK 108 kaliber 30 mm
    Roket R4M
    2 unit Bom dengan bobot masing-masing 500 kg


Sumber    : - terselubung.blogspot.com
                  - indonesianspaceresearch.blogspot.com
                  - prokimal-online.blogspot.com