Rabu, 20 Juni 2012
F-94 Starfire
Tag
ANGKATAN UDARA
Pada saat Perang Korea, Angkatan Udara AS melarang
operasional F-94 memasuki wilayah Korea Utara karena takut jika pesawat
tersebut jatuh maka pihak komunis akan memperoleh data tentang radar yang
dipergunakan pesawat tersebut. Namun akhirnya larangan tersebut dicabut dan
F-94 berhasil mencatat sejumlah kemenangan dalam pertempuran udara, termasuk
kemenangan pertama dalam pertempuran antara jet tempur di malam hari.
Varian awal F-94 (F-94A dan F-94B) dipersenjatai dengan
empat pucuk senapan mesin kaliber 12,7mm dan mampu mengangkut dua bom ukuran
1,000 lb (454 kg). Sementara varianF-94C dipersenjatai dengan peluncur roket
kaliber 70mm
F-94 digunakan oleh Angkatan Udara AS sampai dengan tahun
1959 dan oleh unit-unit Air National Guard sampai dengan tahun 1960.
Specifications (F-94C)
Crew : 2
Powerplant : 1 x 38.9kN / 8,750 lb-afterburning thrust Pratt
& Whitney J48-P-5 turbojet engine
Length : 13.56m
Wingspan : 12.93
Height : 4.55m
Weight empty : 5,761 kg
Maximum take-off weight : 10,977 kg
Maximum speed : 941 km/h
Range : 1,300 km
Service ceiling : 15,665m
Armament : up to 48 x 70mm rockets
Diposkan oleh Ryan Alexander di 00:24
ZSU-23/4 Altileri Anti Serangan Udara Taktis, Si Pemangsa Pesawat Musuh
Tag
AGKATAN DARAT
Secara umum, artileri merupakan sebutan untuk senjata berat jarak jauh. Pada awalnya, istilah artileri (bahasa Perancis: artillerie) digunakan untuk menyebut alat berat apapun yang menembakkan proyektil di
Dalam pengertian TNI-AD, senjata artileri meliputi Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Artileri Medan (Armed). Termasuk dalam Arhanud adalah meriam dan peluru kendali anti pesawat udara. Sedangkan Armed terdiri dari meriam, howitzer, mortir berat dan roket.
Sejarah artileri Modern
Pada awal abad ke-20, senjata infanteri sudah semakin kuat dan akurat, membuat artileri harus dijauhkan dari garis depan
Selain itu, pelurunya juga dapat berisi bahan peledak dengan jumlah lebih banyak. Jerman menyadari hal ini dan memulai perang dengan howitzer yang lebih banyak dari Perancis. Perang Dunia I juga ditandai dengan adanya Meriam Paris, meriam terjauh yang pernah ditembakkan. Meriam berkaliber 200 mm ini digunakan Jerman untuk menembak ke
Perang Dunia II mencetuskan perkembangan baru dalam teknologi meriam, antara lain peluru sabot, proyektil bahan peledak hampa, dan sumbu berjarak, semuanya cukup penting. Sumbu berjarak mulai dipakai di
Teknologi ini juga dipakai pada proyektil anti pesawat, dan digunakan di
Salah satu yang paling populer dalam altileri dan pertahanan anti serangan udara adalah penggunaan ZSU-23/4 (SPAAG) yang dalam inovasinya terus berkembang baik dari sistem dinamik maupun radar system.
ZSU-23/4 adalah Salah satu contoh proyek yang dihasilkan oleh Ulyanovsk Mechanical Plant di Rusia. Upgrade mencakup RPK-2 radar berbasis yang mengintegrasikan kontrol yang memudahkan dalam melakukan serangan kepada target pesawat musuh. Sistem ZSU -23 ini dilengkapi dengan peralatan canggih lainnya mulai dari sistem digital yang terhubung ke komputer remote surveilans sumber data dan penargetan. Yang lainnya termasuk sensor ptik, yang memungkinkan sistem untuk melakukan searching target diluar radaar. Varian terbaru dari ZSU-23 ini adalah Igla (SA-18) missiles, di ZSU-23-4M5 dan penggantian yang quad dengan senapan kembar barel Tulamashzavod 2A38M 30mm cannons (juga digunakan dalam 2S6M Tungushka). ZM Tranow dari Polandia, yang menghasilkan dua barel ZSU-23-2 di bawah lisensi yang terpasang pada sistem 2S1 howitzer chassis, terintegrasi dengan empat moncong tembakan remote kontrol Grom ringan anti missiles pesawat terbang .
ZSU-23 / 4 Shilka juga mendapat tambahan sistem kontrol untuk menunjang daya tembakan yang terintegrasi dan terpadu dengan di lengkapi multi-Sensor yang di dikembangkan secara bersama antara perusahaan India Barat Dynamics dan Israel Aerospace Industrie's MBT.
Kendaraan tempur yang telah dimodernisasi ditampilkan di pada acara Aero India, pada varian terbaru dipasang dengan 359 BHP Caterpillar utama mesin diesel serta alas-mount radar, thermal imager, pengindaraan malam hari dan laser rangefinder yang memungkinkan kendaraan yang beroperasi secara pasif atau 'emitting 'Mode pencarian.
Radar ZSU-23 / 4 mampu mendeteksi target pada kisaran 15km dan mampu mengunci target pada jarak 9 km. Sensor pasif optronic dapat beroperasi secara independen dari radar yang mendeteksi dan melacak target udara sepanjang 8 km. Empat 23mm senjata yang efektif dalam kisaran 2.500 meter dengan ketinggian 1.500 meter. Kendaraan tempur ZSU-23 ini dipasang dengan dua operator konsol, di samping itu terdapat satu unit sistem pelacakan target secara spesifik serta nantinya akan di lengkapi dengan persenjataan berupa roket. Sistem ini diharapkan kedepan mampu menjawab sisi defence dalam upaya pencegahan dan momok yang menakutkan bagi pesawat tempur musuh .
ARL-44 Heavy Tank
Tag
AGKATAN DARAT
Akhir tahun 1930-an, heavy tank yang
dimiliki oleh Perancis adalah Char B1. Kelemahan utama tank ini adalah
persenjataan utama berupa meriam kaliber 75mm yang memiliki elevasi terbatas
sehingga pada tahun 1938 dimulai proyek untuk membuat heavy tank baru ARL-40.
Namun heavy tank baru ini tidak sempat memasuki tahap produksi karena pada
tahun 1940 Perancis dikuasai oleh Jerman.
Selama masa pendudukan Jerman,
Perancis tetap melakukan pengembangan tank tersebut secara rahasia dan ketika
Perancis berhasil bebas dari pendudukan Jerman pada tahun 1944 maka proyek
heavy tank tersebut kembali dilanjutkan. Namun ternyata desain tank tersebut sudah
sangat ketinggalan jaman mengingat pada awalnya proyek tersebut dimulai pada
akhir tahun 1930-an, sementara teknologi tank dan kendaraan lapis baja sudah
berkembang dengan pesat pada pertengahan Perang Dunia II.
Pada awal tahun 1945 militer
Perancis menyatakan bahwa spesifikasi tank ARL-40 sudah tidak memadai lagi
untuk memenuhi kebutuhan pasukan tank Perancis. Pihak militer Perancis bahkan
menyebutkan bahwa membuat tank dengan spesifikasi sesuai dengan desain ARL-40
adalah sia-sia belaka, mengingat tank tersebut didesain pada akhir tahun
1930-an. Berdasarkan permintaan militer Perancis inilah maka kemudian dirancang
sebuat proyek heavy tank baru yang memiliki kemampuan di atas ARL-40. Heavy
tank tersebut adalah ARL-44.
Walaupun demikian, tank ARL-44 pada
dasarnya masih menggunakan teknologi tank Perancis pada akhir tahun 1930-an.
ARL-44 masih menggunakan suspensi yang sama dengan tank Char B1, hanya saja
ARL-44 memiliki lapisan baja sampai setebal 120mm dan dipersenjatai dengan
meriam DCA45 kaliber 90mm (yang merupakan pengembangan dari meriam anti
serangan udara yang biasa digunakan pada kapal-kapal perang Angkatan Laut
Perancis). Hal ini dikarenakan militer Perancis meminta tank itu untuk segera
diproduksi, sementara industri tank Perancis masih belum pulih akibat masa
pendudukan Jerman.
Pada awalnya direncanakan untuk
membuat sebanyak 300 unit tan ARL-44, namun pada akhirnya hanya sekitar 60 unit
diproduksi pada tahun 1946-1950. ARL-44 dikenal memiliki banyak masalah pada
masa operasionalnya. Hal ini tidak mengherankan karena sebetulnya tank ini
dibuat secara terburu-buru dan walaupun ketika memasuki tahap produksi bisa
dikatakan Perancis sudah tidak membutuhkan lagi heavy tank, namun tank ini
tetap dibuat secara terbatas. Salah satu alasan ARL-44 tetap diproduksi adalah
untuk membangkitkan semangat nasional masyarakat Perancis yang sedang kembali
membangun negara mereka usai Perang Dunia II.
| ARL-44 Pensiun |
ARL-44 hanya digunakan oleh pasukan
Perancis sampai tahun 1953 karena pada tahun tersebut Perancis menerima tank
M47 Patton dalam jumlah besar sebagai bagian dari bantuan militer AS.
Specification
Crew : 5
Armament :
Co-axial : 1 x 7.5mm machine gun
Bow : 1 x 7.5 mm machine gun
Combat weight : 48,000 kg
Length : 10.52 m
Width : 3.40 m
Height : 3.20 m
Powerpack : 575 hp Maybach HL230
petrol engine
Maximum road speed : 35.75 km/h
Range : 150 km
Tank Tiger, Masterpiece From world War 2
Tag
AGKATAN DARAT
Tank Tiger merupakan salah satu jenis Tank Berat Jerman yang beroperasi pada waktu Perang Dunia ke 2. Nama resmi Tiger adalah PzKpfw VI Ausf. E yang disandangnya sejak Maret 1943. Tank Tiger muncul pertama kali pada tahun 1942 sebagai usaha Jerman untuk mengalahkan Tank Uni Soviet, T 34 yang terkenal dengan mobilitas dan daya serang yang tinggi. Tank Tiger dirancang oleh Henschel & Sohn dengan berat sekitar 60 ton tiap buahnya. Selama Perang Tank Jenis ini dibuat hingga 1500 buah, termasuk beberapa varian dan jenis prototipenya. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar seperti beberapa saingannya dari negara lain (T-34 Uni Soviet dibuat hingga lebih dari 33.000 buah sedangkan Tank Sherman USA dibuat hingga lebih dari 25.000 buah) namun kemampuannya dalam bertahan dan daya serangnya yang luar biasa dibandingakan dengan tank-tank lain pada masanya. Ketebalan lapis baja bagian depan berkisar 10-11 cm dan sekira 8 cm untuk bagian samping dan belakang. Sedang untuk bagian atas dan bawah jauh lebih tipis dengan ketebalan 2.5 cm. Dengan lapis baja yang begitu tebal, berat Tiger bisa mencapai 56.9 ton. Dengan bobot raksasa, maka tank ini akan terlalu berat untuk sebagian besar jembatan. Itu sebabnya, Tiger dirancang untuk mampu menyelam hingga kedalaman 4 meter.
Sejarah Penciptaan
Pada Juli
1941, Jerman memutuskan untuk menyerang Uni Soviet. Serangan itu dibagi menjadi
3 jurusan, Grup Tentara Utara dimpimpin oleh Jenderal Von Leeb akan merebut
kota Leningrad (St. Petersburg) dan sekitarnya, serta mengamankan perbatasan
sekutu mereka, Finlandia, terhadap Uni Soviet, Grup Tentara Tengah yang
dipimpin oleh Jenderal Von Bock akan merebut kota-kota pemerintahan Uni Soviet
seperti Smolenks dan Moskow, Sementara itu Grup Tentara Selatan yang dipimpin
oleh Von Rundstedt ditugaskan mengambil alih Ukraina bersama-sama tentara
Rumania, jika mereka meneruskan serangannya, maka mereka akan dapat mengambil
alih seluruh wilayah Crimea dan ladang minyak yang terdapat di Baku (sekitar
Georgia dan Armenia).
Pada
Serangan Jerman terhadap Uni Soviet yang diberi sandi Operasi Barbarossa (nama
salah seorang Kaisar Prussia
yang paling berpengaruh) Jerman mengerahkan tidak kurang dari 3,6 juta pasukan.
Lebih dari 2/3 adalah tentara Jerman sendiri sedangkan sisanya adalah tentara sekutu
jerman ; Rumania, Hungaria, Bulgaria, Italia, Finlandia termasuk beberapa
pasukan yang datang dari negara-negara seperti Belanda, Perancis dan Belgia
yang secara sukarela bergabung dengan tentara Jerman. Lebih dari 4000 meriam,
4100 tank dan Assault Gun, serta lebih dari 4.300 Pesawat terbang berbagai
jenis turut dikerahkan pada serangan itu. Sementara itu pihak Uni Soviet
Sendiri mempunyai lebih dari 5,7 Juta Personel, 25.000 tank dan lebih dari
15.000 pesawat dari berbagai jenis. Meskipun jumlah tentara Soviet lebih banyak,
namun serangan itu tidak bisa dihentikan hingga menjelang musim dingin di akhir
tahun 1941. Pada waktu itu, 1/3 wilayah Soviet telah berhasil direbut oleh
Jerman.
| Miniatur Tank Tiger |
Tank Tiger
tidak hanya memainkan peranan penting di Front Timur, ia juga memainkan peranan
yang penting di Front Barat ketika pasukan sekutu mulai mendarat pada Juli 1944.
Walaupun jumlah mereka hanya kecil (beberapa catatan menyebutkan bahwa tidak
lebih dari 92 buah saja Tank Tiger yang dikirim), namun mereka mampu menahan
ratusan hingga ribuan tank dan tentara sekutu pada fase awal pendaratan sekutu.
Bahkan mereka berhasil menahan kemajuan tentara sekutu hingga berminggu-minggu
lamanya. Pada perang tersebut, Tank Tiger benar-benar mendapatkan reputasi yang
luar biasa dari tentara sekutu. Sehingga tidak sedikit dari tentara sekutu yang
menyebutnya sebagai Terror Tiger, karena kekuatan dan kemampuannya yang luar
biasa dalam melakukan serangan dan pertahanan. Meskipun pada akhirnya satuan
Tank Tiger di front barat harus musnah (sebagian besar karena pemboman yang
dilakukan sekutu terus menerus terhadap garis pertahanan Jerman), namun hal itu
tidak mengurangi apresiasi pasukan sekutu terhadap kemampuan tempur yang
dimiliki oleh Tank Tiger.
Jenis Tank
Tiger yang baru, atau disebut dengan King Tiger (dalam bahasa Jerman Koenigs
Tiger), muncul pertama kali pada Pertempuran Bulge (The Battle of Bulge) di
akhir tahun 1944. Tank ini mempunyai daya serang yang jauh lebih kuat
dibandingkan varian Tank Tiger sebelumnya, disamping itu, ia juga mempunyai
kemampuan manuver yang luar biasa. Hanya saja kemampuan yang sebegitu baik dari
tank ini tidak ditunjang dengan ketersedian bahan bakar yang cukup. Sehingga
kemampuan tempurnya tidak dapat dioptimalkan. Jumlah produksinya juga kecil,
yaitu tidak mencapai lebih dari 500 buah.
Meskipun
tidak banyak berperan di dalam pertempuran seperti pendahulunya, namun tidak
dapat dipungkiri bahwa King Tiger adalah salah satu tank terbaik Jerman selama
Perang Dunia ke 2. Ia mampu mengkombinasikan antara kemampuan manuver, daya
tahan dan daya serang yang luar biasa.
Sumber : - Wikipedia.org
- aninditasaktiaji.blogspot.com
- syafrilhernendi.com
F-82 Twin Mustang
Tag
ANGKATAN UDARA
F-82 Twin Mustang menjadi tulang punggung Air Defense
Command AS pada masa-masa awal perang dingin. Pesawat ini banyak ditempatkan di
Alaska untuk
mengantisipasi serangan pembom Tupolev Tu-4 Bull milik Uni Soviet. Pada saat
pecah Perang Korea , F-82
adalah pesawat tempur AS pertama yang dikirim ke Korea dan sekaligus menjadi pesawat
AS pertama yang berhasil menembak jatuh pesawat milik pasukan Komunis.
Pada masa-masa awal Perang Korea , F-82 banyak digunakan untuk
misi-misi pengintaian dan pertempuran udara. Namun fungsinya dalam pertempuran
udara kemudian digantikan oleh pesawat-pesawat jet seperti F-80 Shooting Star
sehingga F-82 kemudian banyak digunakan untuk misi-misi serangan darat bersama
P-51 Mustang dan B-26 Invader. F-82 digunakan dalam Perang Korea sampai
dengan tahun 1952 dan kemudian digantikan oleh F-94 Starfire.
F-82 Twin Mustang dibuat sebanyak 270 unit dan digunakan
oleh Angkatan Udara AS dari tahun 1946 sampai dengan tahun 1953.
Specifications (F-82G)
Crew : 2
Powerplant : 2 x 1,600 hp Allison
V-1710-143/145 V-12 piston engines
Length : 12.93m
Wingspan : 15.62m
Height : 4.22m
Weight empty : 7,256 kg
Maximum take-off weight : 11,608 kg
Maximum speed : 742 km/h
Range : 3,605 km
Service ceiling : 11,855m
Armament : 6 x 12.7mm machine guns
and up to 1,800 kg of bombs or rockets
IS-2 Stalin Heavy Tank
Tag
AGKATAN DARAT
Pada tahun 1943 tank-tank berat KV-1
dan KV-2 dirasakan sudah tidak mampu lagi digunakan dalam pertempuran melawan
Jerman. Lambat dan dengan persenjataan yang sama dengan tank medium T-34,
ditambah dengan kemunculan tank-tank Panther dan Tiger semakin menegaskan akan
adanya kebutuhan heavy tank baru bagi pasukan Uni Soviet. Oleh karena itu maka
kemudian dirancang satu tank baru yang akhirnya diberi nama IS, mengambil dari
nama Iosef Stalin; pimpinan negara Uni Soviet.
Versi awal tank dengan empat orang
awak ini adalah IS-1 yang dipersenjatai dengan meriam D-5T kaliber 85mm. Namun
pada saat yang bersamaan diproduksi medium tank T-34/85 dengan persenjataan
yang sama dan oleh karena itu dibutuhkan meriam dengan kaliber yang lebih besar
untuk mempersenjatai heavy tank baru tersebut. Uji coba sempat dilakukan dengan
menggunakan meriam kaliber 100mm, namun kemudian dihentikan dengan alasan
logistik. Akhirnnya diputuskan untum mempersenjatai tank tersebut dengan meriam
D-25T kaliber 122mm.
Konsep heavy tank dalam militer Uni
Soviet adalah untuk mendukung pasukan infantri dan oleh karena itu dipergunakan
meriam kaliber 122mm. Dengan proyektil HE seberat 28 kg (bandingkan dengan
meriam 88 Jerman dengan proyektil HE seberat 9 kg, atau proyektil HE meriam
75mm yang hanya seberat 4 kg) tentu saja sangat menakutkan. Selain itu meriam
122m juga sudah digunakan secara luas di kalangan pasukan Uni Soviet sehingga
mempermudah urusan logistik. Selain meriam kaliber 122 dengan 28 butir amunisi,
IS-2 juga dipersenjatai dengan dua pucuk senapan mesin DT kaliber 7,62mm; tidak
sedikit pula IS-2 yang masih ditambahi dengan senapan mesin berat DShk kaliber
12,7mm guna keperluan anti serangan udara.
IS-2 pertama kali digunkan dalam
pertempuran pada bulan April 1944. Pasukan tank Jerman kaget luar biasa ketika
melihat meriam kaliber 88mm pada tank Tiger I tidak mampu menembus lapisan baja
IS-2, kecuali dalam jarak kurang dari 1.000 meter. Bahkan meriam kaliber 75mm
tank Panther bahkan hanya efektif dalam jarak kurang dari 600 meter. Walaupun
lebih diutamakan untuk menembakkan proyektil HE, tetapi meriam 122mm pada tank
IS-2 juga digunakan untuk menembakkan proyektil AP dan mampu menembus lapisan
baja tank Tiger dalam jarak lebih dari 1.000 meter.
Secara teknis lapisan baja dan
meriam 122mm yang digunakan tank IS-2 memang mampu mengimbangi tank-tank
Jerman, namun IS-2 ternyata lebih lamban dan sulit bermanuver jika dibandingkan
dengan tank-tank Jerman. Selain itu tank-tank Jerman juga memiliki fire control
yang jauh lebih baik dari tank-tank Uni Soviet.
Walaupun masih memiliki kelemahan,
tetapi IS-2 adalah tank yang cukup tangguh dan digunakan sebagai ujung tombak
serangan pasukan Uni Soviet pada tahun 1944-1945. Tank ini juga yang digunakan
untuk mendobrak pertahanan Jerman di Berlin, sekaligus membawa Uni Soviet
meraih kemenangan dalam Perang Dunia II.
Pada awal tahun 1945, muncul versi
baru dari tank IS-2, yaitu IS-3. Versi IS-3 ini memiliki lapisan baja yang
lebih tebal dengan desain turret model baru. IS-3 adalah salah satu simbol
perang dingin, digunakan oleh beberapa negara sekutu Uni Soviet pada tahun
1950-an dan 1960-an. Salah satu penggunanya adalah Mesir, yang menggunakan IS-3
dalam Perang Arab-Israel tahun 1967 dan 1973.
Secara total telah diproduksi lebih
dari 8.000 unit tank IS dalam berbagai varian dan versi, termasuk assault gun
ISU-122 dan ISU-152.
Pesawat Yang Sering Di Gunakan Selama Perang Dunia Ke-2
P-51 Mustang
Nama : North american p-51 mustang
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× packard v-1650-7)
Maximum speed : 703 km/h (437 mph)
Jarak maksimum (range) : 2,755 km
Senjata : 6 senapan mesin (m2 browning machine guns), 10 roket, 2 bom
P-47 thunderbolt
Nama : Republic p-47 thunderbolt
Tipe : Fighter-bomber
Mesin : Piston (1× pratt & whitney r-2800-59) radial
Maximum speed : 697 km/h (433 mph)
Jarak maksimum (range) : 1290 km (combat), 2900 km (ferry)
Senjata : 8 senapan mesin (m2 browning machine guns), 10 roket, bom
P-38 Lightning
Nama : Lockheed p-38 lightning
Tipe : Heavy fighter
Mesin : 2 mesin piston
Maximum speed : 712 km/h
Jarak maksimum (range) : 1770 km – 3640 km
Senjata : 1 kanon, 4 senapan mesin, roket, bom
B-29 superfortress
Nama : Boeing b-29 superfortress
Tipe : Bomber (strategic)
Mesin : 4 mesin piston radial turbo
Maximum speed : 574 km/h
Jarak maksimum (range) : 5,230 km
Senjata : Kanon, 10 senapan mesin, 9000 kg bom
Vought
F4U Corsair
Nama : Vought F4U Corsair
Tipe : Fighter
Mesin : 1× Pratt & Whitney R-2800-8W radial engine, 2,250 hp (1,678 kW)
Maximum speed: 425 mph (369 kn, 684 km/h)
Jarak maximum: 1,015 mi (882 nmi (1,633 km))
Senjata : 4 senapan mesin, 4 kanon, Bom (910 kg)
Tipe : Fighter
Mesin : 1× Pratt & Whitney R-2800-8W radial engine, 2,250 hp (1,678 kW)
Maximum speed: 425 mph (369 kn, 684 km/h)
Jarak maximum: 1,015 mi (882 nmi (1,633 km))
Senjata : 4 senapan mesin, 4 kanon, Bom (910 kg)
Spitfire
Nama : Supermarine spitfire
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× rolls-royce merlin 45 )
Maximum speed : 605 km/h
Jarak maksimum (range) : 1,840 km
Senjata : 2 kanon, 4 senapan mesin (browning machine guns), 2 bom (113 kg)
Hawker
hurricane
Nama : Hawker hurricane
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (rolls-royce merlin xx )
Maximum speed : 547 km/h
Jarak maksimum (range) : 965 km
Senjata : 4 kanon, 2 x 230 kg bom
Hawker
Typhoon
Nama : Hawker Typhoon
Tipe : Fighter-Bomber
Mesin : piston
Maximum Speed : 663 km/h
Jarak maksimum (Range) : 821 km
Senjata : 4 kanon, 8 roket (Air to Ground), 2 bom
Mosquito
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston Rolls-Royce Merlin
Maximum Speed : 610 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,500 km
Senjata : 4 Kanon, 4 Senapan mesin, 1800 kg bom
Ilyushin
II-2
Tipe : Fighter (Ground attack)
Mesin : Piston (1× Mikulin AM-38F)
Maximum Speed : 414 km/h
Jarak maksimum (Range) : 720 km
Senjata : 2 Senapan mesin (ShKAS), 2 kanon, 8 roket, 2 bom
Yak-3
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Klimov VK-105PF-2)
Maximum Speed : 655 km/h
Jarak maksimum (Range) : 650 km
Senjata : 2 Senapan mesin, 1 Kanon
MiG-3
Nama : Mikoyan-Gurevich MiG-3
Tipe : Fighter
Mesin : 1 Mesin piston (Mikulin AM-35A)
Maximum Speed : 640 km/h
Jarak maksimum (Range) : 820 k
Senjata : 6 roket, 3 Senapan mesin, 2 penyemprot gas kimia, 2 bom
Pe-2
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston (Klimov M-105P)
Maximum Speed : 580 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,160 km
Senjata : 3 Senapan mesin, 1600 kg bom
Fw-190
Nama : FockeWulf Fw-190
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× BMW 801 D-2) radial
Maximum Speed : 685 km/h
Jarak maksimum (Range) : 835 km
Senjata : 2 Senapan mesin (MG-31 machine guns), 2 kanon, 1 bom 500 kg (opsional)
Ju-87
Stuka
Tipe : Ground attack, Dive Bomber
Mesin : Piston (Junkers Jumo 211D)
Maximum Speed : 390 km/h
Jarak maksimum (Range) : 500 km
Senjata : 3 Senapan mesin, 3 bom
Heinkel
He-111
Nama : Heinkel He-111
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston (Jumo 211F-1)
Maximum Speed : 440 km/h
Jarak maksimum (Range) : 2,300 km
Senjata : 1 Kanon, 8 Senapan mesin, 2500 kg bom
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston (Jumo 211F-1)
Maximum Speed : 440 km/h
Jarak maksimum (Range) : 2,300 km
Senjata : 1 Kanon, 8 Senapan mesin, 2500 kg bom
Messerschmitt Bf 110 G-4.
Nama : Messerschmitt Bf 110 G-4
Tipe : Night Fighter
Mesin : 2 Mesin piston (Daimler-Benz DB 605B)
Maximum Speed : 595 km/h
Jarak maksimum (Range) : 900 km – 1300 km
Senjata : 2 Kanon, 4 Senapan mesin
Messerschmitt Me-163 (Komet)
Tipe : Interceptor Fighter
Mesin : Mesin roket bipropellant
Maximum Speed : 1,060 km/h
Jarak maksimum (Range) : 40 km
Senjata : 2 Kanon
Messerschmitt Me-262 Schwalbe
Tipe : Interceptor Fighter
Mesin : 2 mesin turbojet (Junkers Jumo 004 B-1)
Maximum Speed : 900 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,050 km
Senjata : 4 Kanon, R4M Rocket, 2 bom
A6M Zero
Tipe : Interceptor Fighter
Mesin : 2 mesin turbojet (Junkers Jumo 004 B-1)
Maximum Speed : 900 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,050 km
Senjata : 4 Kanon, R4M Rocket, 2 bom
G4M
Betty
Nama :
Mitsubishi G4M (Betty)
Tipe : Medium
BomberMesin : 2 Piston (2× Mitsubishi MK4A-11) Radial
Maximum Speed : 315 km/h
Jarak maksimum (Range) : Lebih dari 2,852 km
Senjata : 1 kanon, 4 senapan mesin, bom, torpedo
G-50
Freccia
Nama : Fiat G-50 Freccia (Arrow)
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Fiat A.74 RC38) Radial
Maximum Speed : 484 km/h
Jarak maksimum (Range) : 670 km
Senjata : 2 Senapan mesin
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Fiat A.74 RC38) Radial
Maximum Speed : 484 km/h
Jarak maksimum (Range) : 670 km
Senjata : 2 Senapan mesin
C-200
Saetta
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Fiat A.74 RC38) Radial
Maximum Speed : 504 km/h
Jarak maksimum (Range) : 570 km
Senjata : 2 Senapan mesin, 2 bom
Selasa, 19 Juni 2012
KRI Ki Hajar Dewantara (364)
Tag
ANGKATAN LAUT
KRI Ki Hajar Dewantara (364)
merupakan kapal perusak kawal berpeluru kendali. Kapal ini juga merupakan kapal
perang latih bagi anggota TNI AL.
| Kri Ki Hajar Dewantara |
KRI Ki Hajar Dewantara merupakan
bagian dari armada pemukul (striking force). Memiliki kemampuan jelajah dan
persenjataan yang mumpuni bagi pengawalan dan perlindungan kawasa perairan
Republik Indonesia .
KRI Ki Hajar Dewantara mengambil
nama dari seorang pahlawan nasional yang juga merupakan Bapak Pendidikan
nasional, Ki Hajar Dewantara.
Data Teknis
KRI Ki Hajar Dewantara memiliki
berat 1,850 ton. Dengan dimensi 96,70 meter x 11,2 meter x 3,55 meter.
Ditenagai oleh 2 mesin diesel jelajah, 2 shaft menghasilkan 7000 bhp dan 1
boost turbine dengan 22,300 shp. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27
knot. Diawaki oleh 91 pelaut 14 instruktur dan 100 taruna.
Persenjataan
Sebagai bagian dari armada pemukul
KRI Ki Hajar Dewantara dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk
menjaga wilayah kedaulatan Republik Indonesia . Termasuk diantaranya
adalah :
4 rudal permukaan-ke-permukaan MM-38
Exocet buatan Perancis dengan jangkauan maksimal sekitar 42 Km dengan kecepatan
0,9 mach dan hulu ledak seberat 165 Kg dalam konfigurasi 2x2.
1 Meriam Bofors 57/70 berkaliber
57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan
dan udara dengan pemandu tembakan Signal WM28.
2 kanon Penangkis Serangan Udara
Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM
untuk target udara.
4 Torpedo AEG SUT, berpeluncur
tabung 533mm, jangkauan 28 Km pada 23 knot atau 12 Km pada 35 knot dengan hulu
ledak seberat 250 Kg.
Bom Laut/Mortir Anti Kapal Selam
Peluncur peluru kendali permukaan-ke-udara
Mistral.
Sensor dan elektronis
Sonar menggunakan PHS-32 hull
mounted MF, kontrol penembakan menggunakan WM-28 dan EW menggunakan SUSIE-1
intercept, 2 flare RL
Penerbangan
Sebuah helikopter NBO-105 TNI
ALTerdapat dek untuk helikopter NBO-105. NBO-105 adalah helikopter buatan
Industri Pesawat terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang telah berganti nama
menjadi PT. Dirgantara Indonesia .
Helikopter ini berfungsi sebagai over horizon survelilance, anti kapal selam
dan transportasi.
Operasi
Pada tanggal 10 hingga 11 Maret KRI
Ki Hajar Dewantara 364 dengan komandannya pada waktu itu, Letkol (laut) Edi
Suyadi tergabung dalam satgas Aru Jaya melakukan operasi penghalauan terhadap
kapal ferry Lusitania "si bedhes"
Expresso yang bermaksud menuju Dilli, Timor
timur tanpa ijin. Operasi berhasil dilakukan tanpa ada peluru yang ditembakkan.
Pada tanggal 15-28 Agustus 2002
dalam latihan Dalla-2002, KRI Ki Hajar Dewantara melakukan penembakan peluru
kendali permukaan-ke-udara Mistral.
A34 Comet Cruiser Tank
Tag
AGKATAN DARAT
Comet diawaki lima orang dan menggunakan mesin Rolls Royce
Meteor Mk.3 berkekuatan 600 tenaga kuda. Tank seberat 35,6 ton ini memiliki
kecepatan maksimum 51km/jam dengan jarak tempuh 196km. Persenjataan utama tank
ini adalah meriam high velocity kaliber 77mm (61 butir amunisi) dan dua senapan
mesin Besa kaliber 7,9mm. Meriam kaliber 77mm sendiri adalah hasil pengembangan
dari meriam 17 pounder yang digunakan pada tank Sherman Firefly.
Prototype Comet selesai pada bulan
Februari 1944 dan mulai diproduksi pada bulan September 1944. Tank ini mulai
digunakan Inggris pada bulan Desember 1944. Semasa digunakan dalam Perang Dunia
II boleh dikatakan tidak ada pertempuran dalam skala besar yang melibatkan tank
Comet, namun bukan berarti tank ini tidak pernah terlibat dalam kontak senjata
dengan pasukan Jerman. Tank ini juga digunakan oleh pasukan Inggris saat
melakukan operasi penyeberangan sungai Rhine .
| Tank Comet Pensiun |
Usai Perang Dunia II Comet masih
terus digunakan oleh Inggris sampai dengan tahun 1958 dan sempat memperkuat
pasukan Inggris dalam Perang Korea .
Sementara Afrika Selatan, salah satu pengguna Comet, baru mempensiunkan tank
ini pada tahun 1980-an.
Horten Ho-IX, Pesawat Stealth Zaman Perang Dunia Ke-2
Tag
ANGKATAN UDARA
![]() |
| Ilustrasi Pesawat Horten Ho-IX |
Horten Ho-IX merupakan pesawat jenis bomber yang masih
berbentuk 'prototipe', di design oleh Reimar dan Walter Horten dan dirancang
oleh Gothaer Waggonfabrik, dianggap sebagai pesawat pertama yang mempunyai
teknologi stealth. Para
sejarawan masih saling berbeda pendapat akan bagaimana sebutan paling tepat dari
pesawat ini, Ada yang menamainya Horten IX, Horten Ho IX, Gotha Go 229, Horten
Ho-229.
Pesawat terbang jenis ini dikenal dengan sebutan Sayap Terbang (Flying Wing)
karena sebagian besar tubuh pesawat memang berupa sayap, tidak seperti pada
bentuk pesawat terbang konvensional.
Pada tahun 1943, angkatan udara Jerman (Nazi) memerintahkan
misi pembuatan pesawat terbang bomber yang mampu mengangkut 1.000 kilogram bom,
bisa terbang sejauh 1.000 kilo meter, dan dapat mencapai kecepatan 1.000
kilometer per jam. Misi ini dikenal dengan nama 3 x 1000 Project. Walter Horten menyatakan
ketertarikannya untuk membangun sebuah pesawat berkecepatan tinggi yang terbuat
dari kayu. Laporan
dari perkembangan DFS 194 (kemudian dinamai Messerschmitt Me 163) yang
dikepalai Profesor Lippisch menambah keyakinan Walter bahwa pesawat dari kayu
dapat membawa mesin jet atau roket dan kemudian terbang. Dan
pesawat terbang rancangan Horten bersaudara yang dianggap paling sesuai untuk
proyek tersebut. Maka pada Februari 1944 telah dibuat prototype pertama yang
dinamakan Horten IX V1 atau sering juga disebut Horten Ho 229 di Goppingen.
Prototipe pesawat terbang tersebut bisa diselesaikan dalam waktu enam bulan.
![]() |
| Uji Coba Terbang |
Prototipe pertama Horten IX V1 dibangun dengan berdasarkan
pada rancangan. Kemudian Bersamaan dengan uji terbang dari V1, dilanjutkan pembuatan
prototype versi V2. V2 ditenagai oleh dua buah
turbojet. Mesin yang digunakan adalah BMW 003 dan bukannya Jumo 004 seperti
yang direncanakan semula. V2 diuji coba terbang pada tanggal 2 Februari1945 di
Oranienburg. Pilot pengujinya adalah Erwin
Ziller. Setelah sukses dalam uji coba yang pertama. Kemudian , dilakukan uji
coba yg ketigakalinya. Saat lepas landas mesin sebelah kiri tersebut mati dan, pesawat
kehilangan kecepatannya dan tidak bisa dikontrol. Erwin Ziller terbunuh ketika
pesawat prototipenya menukik menabrak tanah dan hancur lebur.
| Horten V3 tersimpan di Smithsonian
Institution's Garber Restoration Facility |
Setelah musibah itu, prototype Horten Ho 229 (V2) yang masih
tersisa dipindahkan ke Gothaer Waggonfabrik (Gotha ) di Friedrichsrode. Pada Maret 1945
mulai dibangun prototype seri ketiga, 229 V3. Versi ini merupakan modifikasi
yang memiliki ukuran lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Baik pada
dimensi ukuran, kapasitas mesin, maupun bahan pembentuk badan pesawat yang
sudah menggunakan baja. V3
ditenagai oleh mesin Jumo 004C, dan dapat membawa dua buah kanon MK108 30mm di
pangkal sayapnya. Tanggal 14 April 1945 Pesawat tempur ini hampir selesai pembuatannya
saat pasukan sekutu berhasil menyerbu Jerman dan mengambil alih Gothaer
Waggonfabrik beserta semua asetnya. Selanjutnya prototipe 229 V3 dibawa ke AS
untuk dipelajari lebih lanjut. Prototype 229 V3 ini disimpan di NASM's Paul E.
Garber Restoration di Silver Hill, Maryland
– AS.
![]() |
| B-2 Spirit Stealth Penembangan Dari Horten Ho-IX |
Karakteristik
Umum :
Awak : 1
Panjang : 7,47 m
Bentang Sayap :
16,76 m
Tinggi : 2,81 m
Luas Area Sayap :
50,20 m²
Berat Kosong :
4.600 kg
Berat Isi : 6.912
kg
Berat Maksimum
Lepas Landas : 8.100 kg
Mesin Penggerak :
2 unit Junkers Jumo 004B turbojet, 8.7 kN
Kinerja
:
Kecepatan Maksimum
: 977km/jam
Ketinggian
Maksimum : 16,000 m
Kecepatan Panjat :
22 m/detik
Daya Angkat Sayap
: 137.7 kg/m²
Persenjataan
:
4 unit Cannon MK
108 kaliber 30 mm
Roket R4M
2 unit Bom dengan
bobot masing-masing 500 kg
Sumber : - terselubung.blogspot.com
- indonesianspaceresearch.blogspot.com
- prokimal-online.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)






